• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Penegakan Hukum di Papua Bawa Hasil Positif

Penegakan Hukum di Papua Bawa Hasil Positif

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 20 May 2021

Oleh : Abner Wanggai

TNI dan Polri berusaha keras untuk menegakkan hukum di Papua, dengan memberantas segala bentuk kejahatan, termasuk separatis dan terorisme. Kelompok separatis teroris seperti KKB wajib dibasmi agar mereka tak lagi meneror masyarakat. Karena hukum harus ditegakkan seadil-adilnya dan kenyamanan warga sipil adalah yang utama.

Keamanan warga sipil di Papua adalah nomor utama dan TNI dan Polri berusaha mewujudkannya, dengan menjaga ketertiban di sana. Selama ini, masalah menahun di Bumi Cendrawasih adalah kelompok separatis alias KKB dan OPM. Untuk memberantas mereka, maka pemerintah memberi label sebagai kelompok teroris, agar makin efektif.

Untuk membantu kinerja para prajurit TNI di Papua maka diterjunkan 400 prajurit dari Yonif/315 alias pasukan setan. Mereka langsung datang di Bumi Cendrawasih dan membantu pemberantasan KKB. Pasukan setan dipilih karena memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengendus musuh dan diharap akan menemukan KKB lebih cepat sampai ke markasnya.

Satgas Nemangkawi juga menunjukkan prestasi mumpuni. Mereka berhasil menyerang 3 anggota KKB di Mayumberi, Ilaga, Kabupaten Puncak, pada tanggal 16 mei 2021. Penyerangan ini membuat kroco KKB tidak berkutik karena kena pelor. Daerah Ilaga, Puncak, dipilih untuk operasi penyerbuan, karena memang rawan konflik dan sering ada serangan KKB.

Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Ketua Satgas Bidang Humas Operasi Nemangkawi menyatakan bahwa dari 3 anggota KKB tersebut, sayang sekali ada 1 orang yang berhasil melarikan diri. Walau dalam kondisi tertembak, ia bisa kabur. Dalam artian, ia bisa jadi lari ke markasnya dan membuat anggota KKB lain jadi takut akan keberadaan Satgas Nemangkawi.

Selama ini memang banyak anggota KKB yang berkesan meremehkan aparat, bahkan ada sniper mereka yang tega menembak Kepala BIN Papua I Gusti Putu Danny Karya Nugraha. Namun ketika ada pasukan setan dan Satgas Nemangkawi, KKB makin kocar-kacir. Karena keberadaannya mulai terendus sampai ke markasnya.

Penegakan hukum di Papua memang harus dilakukan dengan tegas. Karena semua ini demi keamanan rakyat.

Bayangkan saja jika anggota KKB hanya ditangkap dan dibui, maka ia bisa melarikan diri lalu meneror masyarakat, lagi dan lagi. Atau, ia bisa menanti hukumannya habis lalu bebas dan merencanakan aksi separatisme bersama oknum lain.

Masyarakat juga setuju akan tindakan tegas terukur yang dilakukan oleh pasukan gabungan TNI dan Polri. Pasalnya, teror mereka sudah terjadi selama lebih dari 10 tahun. Warga sipil sudah stress dan lelah mentalnya karena ada ancaman, baik secara fisik maupun psikologis.

Dengan cara memamerkan senjata api, memaksa untuk mengibarkan bendera bitnang kejora, sampai membunuh masyarakat tanpa sebab.

Teror juga terjadi di dunia maya ketika anggota KKB menyebar hoaks ke netizen, tak hanya bagi orang Papua tetapi juga warganet seluruh dunia. Mereka berdalih bahwa keberadaan TNI akan memberantas ras Melanesia. Padahal itu jelas salah, karena aparat akan melindungi keamanan warga sipil dari ancaman KKB.

Oleh karena itu, penegakan hukum di Papua dilakukan dengan makin intensif. Selain mencari di mana markas-markas KKB (karena ada lebih dari 1), maka aparat juga meminta masyarakat untuk bekerja sama. Tujuannya agar mereka jadi informan ketika ada situasi yang mencurigakan. Warga juga diminta untuk tidak membantu KKB sekecil apapun, walau hanya memberi tumpangan tidur.

Kita hidup di negara hukum dan seluruh WNI harus taat hukum. Akan tetapi KKB dan OPM selalu melanggar hukum. Dengan membakar sekolah, merusak fasilitas umum, sampai menembak warga sipil dan aparat. Oleh karena itu, tindakan tegas terukur sudah sangat pantas mereka dapatkan.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

June 15, 2026

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

June 15, 2026

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2 Jayapura – Ketua…

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa *Jakarta,* Beberapa waktu lalu,…

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998 Jakarta – Wacana…

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.