Pemulihan Ekonomi Membaik Saat PPKM

Oleh : Munawir

PPKM adalah program pemerintah yang sungguh istimewa karena bertujuan untuk menekan kasus Covid-19 sekaligus menjaga daya tahan ekonomi rakyat. Di masa PPKM tersebut, pemulihan ekonomi terus berlangsung dan menunjukkan tren perbaikan.

Pandemi Covid-19 membawa banyak permasalahan dan yang paling parah adalah ekonomi. Daya beli masyarakat menurun dan banyak yang gajinya terpaksa dipotong oleh perusahaan. Bagi mereka itu lebih baik daripada dirumahkan begitu saja. Pemerintah berusaha keras untuk memulihkan sektor perekonomian, agar terbebas dari status resesi atau krisis moneter jilid 2 yang mengerikan.

Baca Juga

Buah dari perjuangan pemerintah berhasil ketika ada laporan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap positif. BI tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dan kisarannya 3,5 hingga 4,3%, walau PPKM diberlakukan. Dalam artian, walau ada pembatasan mobilitas saat PPKM, bukan berarti akan berdampak sangat buruk bagi finansial negara.

Penyebab dari pertumbuhan ekonomi selama PPKM adalah bekerjanya stimulus fiskal, perbaikan investasi dan kinerja ekspor, percepatan vaksinasi Covid dan perbaikan sektor prioritas. Semua ini mengakibatkan perbaikan ekonomi yang positif dan kita semua selamat dari ancaman resesi.

Salah satu stimulus fiskal yang ampuh adalah intensif pajak, karena tak bisa dipungkiri, banyak yang bisnisnya menurun gara-gara pandemi. Ketika mereka mendapat kemudahan untuk membayar pajak maka usahanya bisa berjalan dengan lancar, tanpa harus ketakutan karena belum mengeluarkan biaya pajak. Terutama bagi pengusaha UMKM, kebijakan ini sangat menolong mereka.

Selain itu,sektor ekspor sangat dimudahkan oleh pemerintah sehingga pengusaha bisa menjual barang-barangnya ke luar negeri tanpa melewati birokrasi yang memusingkan. Bahkan ada panduan dari Dinas agar para pebisnis tahu cara-cara untuk mengekspor. Sehingga usahanya lebih maju lagi dan tak hanya mengandalkan pembeli lokal.

Percepatan vaksinasi juga sangat berpengaruh terhadap perekonomian, karena saat semua sehat akan semangat kerja. Bayangkan jika vaksinasi nasional tidak digencarkan dan dinaikkan targetnya, maka kurang bisa mengendalikan angka penularan corona. Ketika ada vaksinasi maka jumlah pasien Covid bisa lebih terkendali.

Saat hanya sedikit yang kena virus Covid-19 maka semuanya akan aman. Di sebuah kantor dan pabrik, tidak takut akan membantuk klaster corona baru. Sebaliknya, jika ada 1 saja karyawan yang kena corona maka pabrik harus ditutup minimal 2 minggu dan dilakukan penyemprotan dengan disinfektan. Sedangkan hal ini berpengaruh negatif terhadap produktivitas di sana.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia membaik saat PPKM terutama sejak bulan agustus. Pemulihan ini terjadi setelah konsumsi barang meningkat.

Dalam artian, PPKM tidak membuat perekonomian mandeg, karena buktinya masih ada pedagang yang bisa survive.
Para pebisnis bisa bertahan saat PPKM karena mereka tidak hanya mengandalkan aktivitas di kios, tetapi juga membuka lapak online.

Mereka sudah paham bahwa saat ini perlu untuk memanfaatkan teknologi dan memaksimalkan digital marketing, mulai dari sosial media, blog, hingga marketplace. Semua bisa jadi tempat promosi untuk meluaskan jangkauan pemasaran.

Dengan digital marketing maka pebisnis bisa tetap jaya di tengah PPKM. Apalagi sudah ada support system berupa perusahaan transportasi yang menyediakan kurir dengant arif terjangkau, sehingga mereka tidak repot harus mengantarkan sendiri.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap menunjukkan tren positif walau berada di tengah PPKM dan hal ini sangat disyukuri, karena kita tidak terperosok dalam status resesi. Semua ini berkat kinerja pemerintah yang selalu berkomitmen untuk menyehatkan finansial negara dan mensejahterakan seluruh rakyatnya.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Related Posts

Add New Playlist