• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemuka Agama Ajak Umat Saling Menghormati dan Perkuat Harmonisasi Saat Perayaan Natal

Pemuka Agama Ajak Umat Saling Menghormati dan Perkuat Harmonisasi Saat Perayaan Natal

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 24 December 2022

Pemuka Agama Ajak Umat Saling Menghormati dan Perkuat Harmonisasi Saat Perayaan Natal

Umat Kristiani di Indonesia maupun dunia saat ini sedang merayakan Natal dengan penuh sukacita. Kegembiraan dan kekhidmatan peribadatan tersebut perlu mendapat dukungan dari seluruh umat beragama.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. KH. Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa untuk masyarakat agar bisa saling menghormati satu sama lain dan harus mampu menyikapi perbedaan sebagai sebuah rahmat.

“Harus ada ruangan untuk bisa saling menghormati, karena sesungguhnya perbedaan adalah sebuah rahmat. Jangan sampai ada paksaan akan keyakinan. Tidak perlu adanya caci-maki, karena masing-masing memiliki ruangan, sehingga kita harus saling menghormati,” tuturnya.

Dalam rangka merawat harmonisasi antar umat beragama, maka ajaran agama sendiri memang harus dipahami secara mendalam dan luas sehingga tidak memunculkan kelompok ekstrimis yang mengancam kebhinnekaan.

Terkait hal itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, KH. Abdul Mukti menyampaikan bahwa Indonesia sejatinya telah menganut prinsip freedom of religion. Sehingga untuk bisa merawat keharmonisan antar umat beragama harus diimbangi dengan pengamalan ajaran agama yang luas dan mendalam.

“Banyak masalah muncul karena kita tidak mengamalkan agama secara luas dan mendalam sehingga mendorong manusia menjadi bersikap ekstrimisme dan tidak bisa menerima perbedaan. Kemudian kita harus mengembalikan keyakinan menjadi ranah pribadi,” katanya dalam diskusi di salah satu acara televisi

Masyarakat yang kondusif merupakan salah satu hal yang penting untuk terus diupayakan, demi mewujudkan hal tersebut, memang pemahaman keagamaan menjadi sangat esensial.

Karena ketika semua masyarakat memiliki pemahaman keagamaan yang tepat, maka secara otomatis kebhinnekaan di tengah warga negara Indonesia pun akan menjadi terjaga.

Lebih lanjut, Kyai Abdul mengungkapkan bahwa harmoni akan terbangun apabila masyarakat tidak menganggap agama hanya sebuah kuantifikasi angka saja, karena memang sifatnya yang privat.

“Harmoni terbangun apabila kita mencoba untuk tidak melakukan kuantifikasi keyakinan, agama tidak boleh dikuantifikasi seperti minoritas dan mayoritas, karena agama itu hubungan antara manusia dan tuhannya dan bersifat privat karena agama membuat manusia merasa hidupnya bisa selamat di dunia dan di akhirat,” terangnya.

Terdapat dua hal penting dalam konsep harmoni menurutnya, yakni masyarakat harus paham akan prinsip keselarasan dan keseimbangan.

“Harmoni adalah meniscayakan adanya perbedaan, namun perbedaan ini tidak menjadi tidak bermakna, sehingga eksistensi setiap di dalamnya harus dihormati dan diberi kesempatan untuk tampil. Maka dari itu harmoni menuntut adanya prinsip keselarasan dan keseimbangan,” jelasnya.

Seluruh upaya tersebut adalah cara untuk bisa terus menjaga harmonisasi bangsa. Terlebih tatkala perayaan Natal yang saat ini tengah dirayakan oleh Umat Kristiani.

 

Pekerja Hijau, Jalan Baru Buka Lapangan Kerja yang Lebih Berkelanjutan

September 21, 2026

RUU Reforma Agraria, Keseriusan Negara Membenahi Akar Konflik Lahan

September 21, 2026

Pekerja Hijau, Jalan Baru Buka Lapangan Kerja yang Lebih Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Pekerja Hijau, Jalan Baru Buka Lapangan Kerja yang Lebih Berkelanjutan Oleh: Bara Winatha Indonesia tengah…

RUU Reforma Agraria, Keseriusan Negara Membenahi Akar Konflik Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

RUU Reforma Agraria, Keseriusan Negara Membenahi Akar Konflik Lahan Oleh: Rangga Dwi Arya Persoalan agraria…

RUU Reforma Agraria Diarahkan Atasi Tumpang Tindih Izin dan Kewenangan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

RUU Reforma Agraria Diarahkan Atasi Tumpang Tindih Izin dan Kewenangan Jakarta – Pemerintah mengarahkan penyusunan…

RUU Agraria Diharapkan Perkuat Kepastian Hukum dan Distribusi Lahanp

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

RUU Agraria Diharapkan Perkuat Kepastian Hukum dan Distribusi Lahan Jakarta — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.