• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pemindahan Ibu Kota Negara Menyerap Tenaga Kerja Produktif

Pemindahan Ibu Kota Negara Menyerap Tenaga Kerja Produktif

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 3 July 2021

Oleh : Lisa Pamungkas

Ibu kota Indonesia akan dipindah ke Borneo dan pemindahan ini adalah hal yang positif, karena akan menyerap tenaga kerja produktif. Akan ada banyak lowongan kerja berkat pembangunan besar-besaran di sana. Masyarakat akan tertolong karena mendapatkan pekerjaan baru.

Saat ibu kota Indonesia mau dipindah dari DKI Jakarta ke Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan, maka menimbulkan pro dan kontra. Pasalnya, pemindahan ibu kota adalah hal yang sangat baru di Indonesia. Sehingga ada saja pihak yang terkejut lalu berpikir yang tidak-tidak.

Padahal dulu di era Bung Karno, sudah ada wacana pemindahan ibu kota, tujuannya agar berada di tengah-tengah Indonesia. Bedanya, dulu ibu kota diusulkan akan dipindah ke Palangkaraya. Meski hal ini belum terwujud, tetapi ide Bung Karno sangat realistis.

Pemindahan ibu kota rencananya dimulai tahun 2021 dan sudah pasti membawa hal positif. Juru bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rahman menyatakan bahwa pembangunan ibu kota negara baru menjadi salah satu strategi pemulihan ekonomi Indonesia. Juga akan menyerap tenaga kerja yang besar.

Fadjroel menambahkan, saat ground breaking alias pembangunan di tahun pertama, akan menyerap 100.000 pekerja. Sedangkan prediksi BPS, prediksi pemindahan ibu kota negara akan menyerap sekitar jutaan pekerja. Dalam artian, hal ini sangat bagus karena di masa pandemi, banyak pengangguran berserakan.

Ketika ada lowongan di Borneo maka akan sangat bagus, karena para pelamar akan berbondong-bondong ke sana. Jika jumlah pekerja asli Kalimantan masih kurang, maka bisan ditambah pegawai dari daerah lain.

Sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran tak hanya di Borneo, tetapi juga di Nusa Tenggara Timur, Jawa, Sumatera, dll.
Jumlah pekerja yang dibutuhkan bukan hanya sopir dan buruh kasar, tetapi juga di sektor lain seperti ahli planologi, arsitek, perancang proyek, desainer interior, dll. Sehingga akan makin banyak putra daerah yang berprestasi dan ditarik untuk menangani proyek pemindahan ibu kota negara dan berkarya demi Indonesia.

Sudah jelas bahwa proyek pemindahan ibu kota negara akan berdampak positif, karena bisa mengurangi pengangguran di Indonesia. Sehingga satu masalah akan terpecahkan, yakni ancaman kemiskinan. Karena faktanya, banyak pengangguran baru akibat efek pandemi, dan ketika mereka bisa bekerja, akan bisa mengepulkan asap dapur lagi.

Problem pengangguran yang membludak ini amat serius karena bisa merembet ke yang lain, misalnya di bidang psikologis, sosial dan kriminalitas. Jika ada orang terlalu lama menganggur maka ia akan stress dan berpotensi untuk depresi. Sungguh sebuah kerugian jika ada putra bangsa yang potensial tetapi berakhir di ranjang Rumah Sakit Jiwa.

Masalah kriminalitas saat pandemi juga tak bisa dianggap remeh. Ketika banyak yang menganggur maka bisa ada yang terkena godaan setan, dan menjambret dengan alasan demi membeli beras. Sehingga proyek pemindahan ibu kota dipastikan bisa menghindari hal-hal negatif seperti itu.

Selain bermanfaat bagi para pekerja, proyek ini akan berdampak positif pula pada penduduk daerah di sekitarnya. Ketika ada proyek maka akan diikuti dengan tumbuhnya jasa katering atau warung makan, untuk menyediakan konsumsi para pekerja. Masyarakat akan mendapatkan pendapatan tambahan dengan berjualan nasi, sedangkan pekerja tak perlu bingung mencari di mana rumah makan terdekat.

Mari kita dukung pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan karena membawa banyak sekali manfaat, terutama untuk mengurangi jumlah pengangguran. Karena diprediksi proyek ini akan menyerap sampai jutaan tenaga kerja. Sehingga tingkat kemiskinan akan berkurang drastis, karena sudah banyak yang memiliki pekerjaan tetap.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua

September 22, 2026

Aparat Keamanan Kejar Pelaku Pembunuhan Sopir Travel di Papua Pegunungan

September 22, 2026

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Jangan Lagi Biarkan OPM Menebar Teror di Tanah Papua Oleh : Loa Murib Tanah Papua…

Aparat Keamanan Kejar Pelaku Pembunuhan Sopir Travel di Papua Pegunungan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Aparat Keamanan Kejar Pelaku Pembunuhan Sopir Travel di Papua Pegunungan JAKARTA — Aparat keamanan terus…

Pemerintah Perkuat Keamanan Papua untuk Menjamin Rasa Aman Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Keamanan Papua untuk Menjamin Rasa Aman Masyarakat PAPUA – Pemerintah terus memperkuat upaya…

Investasi Ribuan Triliun, Sinyal Kepercayaan Dunia terhadap Pemerintahan Prabowo

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Investasi Ribuan Triliun, Sinyal Kepercayaan Dunia terhadap Pemerintahan Prabowo Oleh : Ben Rizkiansyah Arus investasi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.