• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemimpin Suku di Papua Tolak Keras Keberadaan KST

Pemimpin Suku di Papua Tolak Keras Keberadaan KST

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 24 June 2023

Pemimpin Suku di Papua Tolak Keras Keberadaan KST

Oleh : Viktor Awoitauw

Para pemimpin atau kepala suku yang berada di tanah Papua terus menolak dengan keras akan keberadaan KST di Bumi Cenderawasih. Bagaimana tidak, pasalnya memang gerombolan separatis selama ini terus menebarkan berbagai macam rangkaian kekerasan dan ancaman kepada para masyarakat sipil sehingga sangat membahayakan.

Salah seorang pemimpin atau kepala suku yang berada di Distrik Sota, Yeremian secara tegas menolak keberadaan dari Kelompok Separatis dan Teroris (KST) di Bumi Cenderawasih, menunjukkan bagaimana ketegasan sang pemimpin suku tersebut dalam melawan dan menolak keberadaan gerombolan separatis itu, bahkan dirinya meminta supaya mereka sama sekali tidak boleh berada diwilayah adatnya.

Tidak tanggung-tanggung, seruan keras yang dilakukan oleh Yeremia itu bahkan dia sampaikan secara khusus kepada pimpinan gerombolan teroris dan separatis tersebut, yakni Egianus Kogoya yang memang selama ini kelompok pimpinannya itu senantiasa membuat kegaduhan, khususnya di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam sebuah video yang sempat viral dan banyak dibagian dimedia sosial, pimpinan suku itu berbicara dengan sangat tegas dan lantang dihadapan para warganya dan menyatakan diri bahwa dirinya sangat menolak keras keberadaan gerombolan separatis di Indonesia.
Selain menolak dengan keras keberadaan KST Papua, Yeremia pun turut mengajak kepada kelompok separatis dan teroris tersebut agar bisa segera kembali tersadar dan bisa kembali ke pangkuan NKRI, karena sebenarnya apabila mereka bisa bergabung kembali ke negara, maka mereka mampu untuk secara bersama-sama mendukung penuh dan membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan dan memajukan Bumi Cenderawasih.
Sehingga, cita-cita bersama yang dimiliki oleh seluruh orang asli Papua (OAP), yakni bisa menikmati majunya daerahnya akan bisa segera tercapai dengan jauh lebih cepat dan maksimal tanpa adanya hambatan, serta pemerataan pembangunan di Indonesia pun akan segera terwujud dengan nyata.
Sejauh ini, Pemerintah Republik Indonesia (RI) sendiri, semenjak era kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya dengan maksimal agar bisa menciptakan pemerataan pembangunan di Tanah Air dengan mengurangi adanya kesenjangan antar daerah, sehingga digalakkan pula paradigma baru dalam pembangunan, yakni sudah tidak Jawasentris lagi, melainkan menjadi Indonesiasentris.
Bukan hanya Egianus Kogoya saja, namun terdapat pula salah satu pimpinan KST Papua lain yang bernama Yotam Bugiangge, yang mana dirinya dikenal sebagai seorang pengkhianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagaimana tidak, pasalnya diketahui bahwa sebelumnya Yotam Bugiangge sendiri merupakan salah seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sebenarnya sedang ditugaskan untuk terus mengawal perdamaian dan menjaga agar kondisi di Tanah Papua tetap kondusif. Namun, dalam menjalankan tugasnya itu, dirinya justru kemudian membelot dan bahkan bergabung dengan gerombolan separatis di provinsi paling Timur di Tanah Air itu.
Ternyata setelah diselidiki lebih jauh, Yotam sendiri merupakan salah seorang dari sahabat masa kecil Egianus Kogoya. Bisa jadi karena faktor pertemanan dari kecil itu dengan pimpinan KST, maka dirinya justru lebih memilih untuk keluar dari pasukan aparat keamanan TNI dan justru mengkhianati bangsanya sendiri dan malah bergabung dengan KST untuk melakukan serangan kepada aparat keamanan personel gabungan TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan hingga menyerang warga sipil lainnya.
Lebih lanjut, apresiasi sangat tinggi sudah pantas disematkan kepada seluruh jajaran aparat keamanan di Indonesia, yang mana mereka selama ini telah berjuang dan berusaha dengan keras tanpa mengenal kata lelah untuk terus membantu seluruh masyarakat di Papua dalam memulihkan keamanan.
Telah banyak sekali bantuan, khususnya dalam hal peningkatan keamanan dan penciptaan lingkungan yang kondusif dilakukan oleh aparat keamanan selama ini. Mereka juga terus berupaya untuk semakin meningkatkan perlindungan kepada seluruh masyarakat, utamanya dari segala tindakan kejam dan keji yang dilakukan oleh KST Papua dan juga aparat keamanan terus membantu masyarakat agar bisa memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik lagi.
Salah satu bentuk nyata dari kerja keras tanpa kenal lelah yang dilakukan oleh seluruh jajaran aparat keamanan untuk mengembalikan kedamaian di Bumi Cenderawasih adalah terdapat berita terbaru bahwa pihak aparat keamanan dari personel gabungan berhasil melakukan penangkapan kepada Yusak Pakage, yang merupakan seorang simpatisan KST Papua yang memang memiliki pandangan sangat keras.
Penangkapan tersebut bermula ketika Yusak Pakage diketahui kembali membuat kegaduhan di Pos Imigrasi PLBN Skouw karena dirinya menolak untuk mengikuti prosedur untuk bisa memasuki Papua Nugini. Dari sana, kemudian aparat keamanan langsung menghentikannya dan mengamankannya.
Karena terus menebarkan teror dan juga ancaman dengan rangkaian tindak kekerasan dan kekejaman yang sama sekali tidak manusiawi serta sangat mengancam keselamatan hingga kedamaian seluruh masyarakat di Bumi Cenderawasih, pimpinan suku di Papua dengan sangat tegas dan keras menolak keberadaan KST di tanah mereka.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bandung

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.