• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintahan Prabowo – Gibran Komitmen Berdayakan UMKM Naik Kelas

Pemerintahan Prabowo – Gibran Komitmen Berdayakan UMKM Naik Kelas

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 20 November 2024

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui sejumlah kebijakan strategis yang bertujuan mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing di era digital.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat khusus kepada jajaran Kementerian UMKM untuk mengatasi dua masalah utama yang kerap dihadapi oleh sektor ini: akses modal dan akses pasar.

“Presiden Prabowo secara tegas meminta kami menyiapkan akses permodalan yang inklusif bagi UMKM serta membuka jalur pasar sebesar-besarnya,” ungkap Helvi.

Ia menjelaskan bahwa saat ini struktur permodalan UMKM masih banyak yang belum terformalkan, sehingga menjadi kendala bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih jauh.

Helvi juga memaparkan bahwa digitalisasi merupakan keharusan bagi UMKM untuk bersaing di pasar global.

“Suka tidak suka, UMKM harus masuk ke ekosistem digital. Ke depan, kami akan menyediakan data terintegrasi mengenai pasar, mitra bisnis, pameran, ekspor, hingga dukungan perbankan bagi UMKM,” tambah Helvi.

Sebagai bagian dari langkah konkret, pemerintah tengah mempersiapkan lembaga khusus yang akan fokus menyediakan modal untuk UMKM, menggantikan skema tradisional yang selama ini hanya mengandalkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit, menekankan pentingnya digitalisasi bagi UMKM.

“UMKM menyumbang hingga 60% PDB Indonesia, namun mereka harus terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen, khususnya di era digital,” ujar Victoria.

Victoria menggarisbawahi bahwa masuknya UMKM ke ekosistem digital akan memungkinkan mereka memperluas pasar tanpa batas geografis. Hal ini juga membantu konsumen menjangkau produk UMKM dengan lebih mudah melalui platform digital.

Pemerintah terus mendorong standarisasi produk dan penyederhanaan proses perizinan untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk UMKM.

“Kami memastikan bahwa setiap pelaku usaha mendapatkan pendampingan dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar lokal maupun internasional,” tambah Victoria.

Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memahami bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, menyumbang lebih dari 61% terhadap PDB nasional. Dengan kebijakan terarah yang mencakup penguatan akses modal, digitalisasi, dan pemberdayaan berkelanjutan, pemerintah optimis UMKM akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.