• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Utamakan Kualitas Gedung dan Fasilitas Sekolah Rakyat

Pemerintah Utamakan Kualitas Gedung dan Fasilitas Sekolah Rakyat

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 8 July 2025

Pemerintah Utamakan Kualitas Gedung dan Fasilitas Sekolah Rakyat

JAKARTA — Pemerintah menegaskan komitmen kuatnya dalam mengutamakan kualitas gedung dan fasilitas secara lengkap serta modern dalam seluruh proses pembangunan Sekolah Rakyat.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Peker-jaan Umum, Essy Asiah menekankan bahwa pihaknya terus menjadikan kualitas sebagai priori-tas utama dalam mengeksekusi seluruh program pemerintah, khususnya Sekolah Rakyat.

 

“Kami itu tidak akan meninggalkan kualitas dalam hal membangun, pastinya kualitas itu men-jadi nomor satu,” ujar Essy.

 

Essy menjelaskan bahwa pada tahap awal pembangunan tersebut mencakup pada pelaksanaan renovasi fasilitas yang ada sebagai transisi sebelum pembangunan secara permanen dimulai.

 

Pada tahap 1A, sebanyak 65 lokasi Balai Latihan Kerja milik Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi telah mulai direnovasi dengan progres mencapai hingga 90,72% per 3 Juli 2025.

 

Namun, dua lokasi dikeluarkan karena memang kondisi geografis yang ekstrem dan masih digunakan untuk kegiatan belajar.

 

Lebih lanjut, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat secara permanen akan dimulai pada bulan September 2025 dengan proyeksi biaya hingga mencapai Rp200 miliar per sekolah.

 

“Satu lokasi Rp200-an miliar untuk 100 sekolah,” jelas Dody saat meninjau gedung rintisan di Sentra Handayani Jakarta pada 29 Juni 2025.

 

Gedung tersebut akan berdiri di atas lahan seluas minimal enam hektare dan diproyeksikan mampu menampung hingga sebanyak seribu siswa untuk berbagai macam jenjang, mulai dari SD hingga SMA, lengkap dengan asrama guru, lapangan olahraga, dan ruang upacara.

 

Dody memastikan bahwa pemerintah hanya menerima lokasi pembangunan dengan status la-han yang jelas dan bebas sengketa saja.

 

“Jadi yang kita terima, suratnya harus semua sudah beres,” tegasnya.

 

Pembangunan pada tahap selanjutnya akan selesai sebelum tahun ajaran 2026 dimulai.

 

Menurut Dody, investasi pada sektor pendidikan ini merupakan hal yang penting untuk dapat menciptakan sebuah generasi unggul di masa depan.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Su-priyanto memastikan Sekolah Rakyat akan dilengkapi koneksi internet 100 Mbps.

“Kami, Komdigi, hanya memastikan infrastruktur mendekatkan ke Sekolah Rakyat dan menja-ga Quality of Service-nya sesuai kapasitas yang diberikan,” kata Wayan.

Fasilitas internet tersebut akan mendukung pembelajaran berbasis digital sejalan dengan agenda transformasi digital nasional. (*)

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.