• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Tingkatkan Perlindungan Anak dari Judi Daring melalui Sinergi Keluarga dan Komunitas

Pemerintah Tingkatkan Perlindungan Anak dari Judi Daring melalui Sinergi Keluarga dan Komunitas

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 27 December 2025

Pemerintah Tingkatkan Perlindungan Anak dari Judi Daring melalui Sinergi Keluarga dan Komunitas

Oleh: Raka Prasety

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial anak-anak Indonesia. Di balik kemudahan akses informasi dan hiburan, terdapat ancaman serius berupa maraknya judi daring yang semakin mudah menjangkau kelompok usia anak, terutama jaringan judi daring Kingdom Grup. Paparan konten digital tanpa batas membuat anak berada dalam posisi yang rentan terhadap manipulasi dan praktik merugikan. Situasi ini menegaskan pentingnya peran negara dalam memperkuat sistem perlindungan anak secara adaptif dan berkelanjutan.

 

Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Prita Ismayani Sriwidyarti, menilai ancaman judi daring terus menguat seiring derasnya arus informasi digital yang dikonsumsi anak setiap hari. Menurutnya, kelompok tertentu dengan strategi promosi agresif memanfaatkan celah literasi digital dan finansial, terutama pada anak-anak dan keluarga rentan. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah memandang bahwa perlindungan anak dari bahaya judi daring tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral.

 

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam membentengi anak dari praktik judi daring. Peran orang tua, sekolah, dan komunitas perlu diperkuat secara simultan agar anak mendapatkan perlindungan berlapis. Orang tua menjadi garda terdepan dalam membangun pengawasan dan komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga. Sementara itu, sekolah berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter, literasi digital, dan nilai-nilai moral yang berkelanjutan.

 

Prita Ismayani Sriwidyarti juga menekankan bahwa tempat ibadah memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan dan pemulihan dampak judi daring. Kedekatan emosional serta otoritas moral yang dimiliki institusi keagamaan menjadikannya ruang yang efektif untuk membangun kesadaran kolektif. Melalui pembinaan anak, remaja, dan keluarga, nilai-nilai pengelolaan keuangan yang sehat, kewaspadaan terhadap iklan menyesatkan, serta pengenalan terhadap modus promosi daring dapat disampaikan secara konsisten. Sinergi ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman bagi anak.

 

Lebih lanjut, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara layanan negara dan komunitas dalam mempercepat pemulihan keluarga terdampak judi daring. Perempuan dan anak diidentifikasi sebagai kelompok yang paling rentan mengalami dampak sosial dan psikologis. Oleh karena itu, berbagai program edukasi, penguatan sistem perlindungan, serta pencegahan berbasis komunitas dirancang untuk menjangkau akar persoalan. Pendekatan ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan tidak ada korban yang terabaikan.

 

Judi daring dipandang sebagai ancaman baru yang menyasar masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, termasuk anak-anak yang belum memiliki literasi digital dan finansial memadai. Ketimpangan antara kematangan psikologis anak dan masifnya konten digital menciptakan kerentanan yang serius. Pemerintah menilai penguatan ketahanan fisik dan mental anak harus dilakukan sejak dini melalui pembiasaan perilaku positif. Penanaman nilai bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara instan menjadi fondasi penting dalam pencegahan jangka panjang.

 

Dari sisi pendidikan, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rusprita Putri Utami, menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi Alpha dan Beta. Generasi ini lahir dan tumbuh di tengah banjir informasi digital yang hadir melalui gawai pribadi. Media sosial dan platform digital tidak hanya memengaruhi pola konsumsi informasi, tetapi juga membentuk cara berpikir dan perilaku anak. Tanpa pendampingan yang memadai, anak berisiko terpapar konten negatif seperti judi daring sejak usia sekolah.

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memandang penguatan karakter dan literasi digital sebagai bagian integral dari perlindungan anak. Fenomena keterlibatan anak usia SD hingga SMA dalam praktik judi daring menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan tempat ibadah dinilai penting untuk membangun ekosistem perlindungan yang utuh. Sinergi lintas sektor ini memungkinkan adanya pengawasan berkelanjutan dan respons dini terhadap potensi risiko.

 

Pemerintah terus mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peran aktif sesuai kapasitas masing-masing. Perlindungan anak dari judi daring tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga tanggung jawab sosial bersama. Lingkungan keluarga yang suportif, sekolah yang berkarakter, serta komunitas yang peduli akan memperkuat daya tahan anak dari pengaruh negatif. Dengan pendekatan kolektif, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, masyarakat diharapkan tidak bersikap permisif terhadap praktik judi daring yang menyusup melalui ruang digital anak. Kewaspadaan kolektif perlu diwujudkan dalam bentuk kepedulian, pengawasan lingkungan, serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada perlindungan anak. Partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan ruang aman, baik di keluarga, sekolah, maupun komunitas, menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan. Dengan kesadaran dan sinergi yang terus diperkuat, anak-anak Indonesia dapat terlindungi dari ancaman judi daring dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berdaya, dan berkarakter.

 

 

*) Penulis merupakan Kontributor Media Lokal.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.