• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Permudah Kepemilikan Sertifikat Tanah

Pemerintah Permudah Kepemilikan Sertifikat Tanah

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 24 May 2022

Pemerintah Permudah Kepemilikan Sertifikat Tanah

Oleh : Bayu Airlangga

Pemerintah telah mempermudah syarat kepemilikan tanah kepada masyarakat. Dengan adanya tanda bukti kepemilikan tersebut, konflik tanah di masa depan dapat dihindari.

Alat bukti seseorang atas kepemilikan tanah bisa ditandai dengan memiliki sebuah sertifikat. Karena apabila ternyata terjadi suatu konflik sengketa di masa mendatang, maka pihak pemilik akan mampu dengan tegas menyatakan klaimnya jika dia memiliki bukti sertifikat tersebut, termasuk mengenai kepemilikan tanah.

Dengan berbagai program yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo membuat seluruh masyarakat menjadi lebih mudah untuk memiliki sertifikat atas tanah yang mereka miliki sendiri.

Otomatis dengan memiliki sertifikat, maka jaminan akan seluruh hak mengenai tanah tersebut akan murni menjadi milik masyarakat sendiri tanpa harus takut akan intervensi pihak lain.
Suhardi selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura menyatakan bahwa program pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat secara langsung yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ini memiliki tujuan yakni supaya ada kepastian hukum dan hak milik masyarakat atas tanah mereka yang terjamin dan dilindungi hukum.
Sejak masa kepemimpinan Presiden Jokowi program pemberian sertifikat tanah menjadi angin segar bagi masyarakat atas kepastian hak-hak hukum mereka. Sertifikat tersebut juga mnejadi perlindungan aset milik masyarakat berupa tanah untuk meminimalisasi terjadinya konflik agraria. Bahkan dengan tegas Dosen Fakultas Hukum tersebut menyatakan bahwa kebijakan ini sama sekali belum ada jika dibandingkan dengan era presiden-presiden sebelum Jokowi.
Langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi memang sudah sangat tepat menyasar langsung ke jantung permasalahan yang selama ini muncul mengenai konflik agraria antara masyarakat setempat dengan pihak-pihak tertentu. Bahkan, konflik tersebut sejatinya juga sudah terjadi cukup lama sehingga masyarakat selalu dihantui rasa cemas dan takut akan bayang-bayang para mafia tanah karena bisa saja suatu saat tanah yang mereka tempati digusur begitu saja.
Tidak bisa dipungkiri bahwa memang sengketa lahan merupakan salah satu aspek yang nyatanya masih terus ada dan masih belum benar-benar diselesaikan oleh rezim-rezim sebelum Pemerintah era Presiden Joko Widodo karena memang solusi mereka sama sekali tidak ada yang memikirkan mengenai pembagian sertifikat kepemilikan tanah secara gratis kepada masyarakat.
Namun dengan kebijakan membagikan sertifikat kepada masyarakat ini, tentu sekarang mereka tidak perlu merasa khawatir dan cemas lagi akan ancaman pihak lain yang hendak merenggut aset berupa tanah milik mereka. Bahkan tanpa mengeluarkan dana sepeser pun, masyarakat bisa langsung memperoleh legalitas atas kepemilikan tanah mereka dengan sangat mudah.
Kepemilikan sertifikat tanah memiliki beragam manfaat. Bukan hanya sekedar minimalisasi risiko adanya konflik perebutan lahan saja, namun dengan masyarakat yang telah memiliki sertifikat tanah maka mereka jelas akan jauh lebih mudah untuk mengurus segala macam perizinan seperti izin usaha dan juga pembangunan tanah tersebut.
Kebijakan pembagian sertifikat tanah dengan mudah dan gratis oleh Pemerintah kepada masyarakat tersebut kemudian dinilai oleh mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN Noor Marzuki merupakan bentuk kehadiran langsung Pemerintah di tengah masyarakatnya dan jelas sekali bahwa pemerintah memihak seluruh kepentingan rakyat. Selain itu, keuntungan lain apabila tanah masyarakat sudah memiliki sertifikat, maka seluruh proses pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah juga akan lebih mudah direalisasikan dengan efisien karena ada data yang jelas.
Kemudahan mendapat sertifikat tanah merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat. ,Rakyat pun diminta bijak dalam mengelola tanah dan selalu menjaga keamanan sertifikat tanah dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.