• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Perluas Program Hilirisasi di Berbagai Sektor

Pemerintah Perluas Program Hilirisasi di Berbagai Sektor

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 1 March 2026

Pemerintah Perluas Program Hilirisasi di Berbagai Sektor

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperluas program hilirisasi di berbagai sektor strategis guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor di Indonesia.

 

Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi fase pertama dari total 18 proyek yang dicanangkan pada 6 Februari 2026. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, menilai program hilirisasi menjadi strategi penting dalam transformasi ekonomi nasional karena mampu mengoptimalkan pengolahan komoditas di dalam negeri.

 

“Hilirisasi memberikan peningkatan nilai yang sangat signifikan, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, maupun penguatan sektor perdagangan,” ujar Anindya.

 

Ia menjelaskan bahwa selama ini ekspor Indonesia masih didominasi komoditas mentah seperti crude palm oil dan batu bara. Menurutnya, hilirisasi akan mendorong pergeseran struktur ekspor menjadi produk turunan bernilai tinggi.

 

“Tujuannya agar ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada komoditas seperti palm oil dan batu bara, tetapi juga pada produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” katanya.

 

Anindya juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi industri, termasuk potensi pengolahan silika menjadi wafer silikon untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri semikonduktor global.

 

Adapun proyek hilirisasi yang dijalankan meliputi pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, pengembangan bioetanol di Banyuwangi, pembangunan biorefinery di Cilacap, fasilitas integrated poultry di sejumlah daerah, serta pembangunan pabrik garam untuk memperkuat kapasitas produksi PT Garam.

 

Di sektor pangan, dukungan hilirisasi juga terlihat melalui keterlibatan Perum Bulog dalam Kunjungan Kerja Reses Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi IV di Brebes pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan pengolahan bawang merah berjalan optimal dari sisi produksi hingga distribusi.

 

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengapresiasi kualitas komoditas bawang merah nasional.

 

“Produksi bawang merah nasional saat ini sudah melimpah dan bahkan mampu menembus pasar ekspor seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini menunjukkan kualitas hasil pertanian kita telah memiliki daya saing,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BULOG, Marga Taufiq, menegaskan komitmen memperkuat distribusi pangan melalui kemitraan koperasi.

 

“Perum BULOG berkomitmen memperkuat peran Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam distribusi komoditas pangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil produksi petani,” jelasnya.

 

Melalui strategi investasi terarah, penguatan teknologi, dan sinergi antar pemangku kepentingan, pemerintah berharap program hilirisasi mampu mempercepat industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.