• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Perkuat Hilirisasi Perikanan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Papua

Pemerintah Perkuat Hilirisasi Perikanan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 28 June 2026

Pemerintah Perkuat Hilirisasi Perikanan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Papua

Jayapura – Pemerintah terus memperkuat hilirisasi sektor perikanan sebagai strategi meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir di Papua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, seperti cold storage, pabrik es, hingga pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang menjadi pusat kegiatan perikanan terpadu dari hulu hingga hilir.

 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Papua memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar. Namun, hasil tangkapan nelayan masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi produksi akibat faktor cuaca dan perubahan iklim. Melalui penguatan infrastruktur rantai dingin, kualitas hasil tangkapan diharapkan tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Imam Djuniawal mengatakan pembangunan fasilitas cold storage menjadi bagian penting dalam mendukung hilirisasi perikanan di Papua.

 

“Produksi perikanan tidak selalu stabil. Ada masa tertentu hasil tangkapan melimpah, tetapi di waktu lain mengalami penurunan akibat faktor alam. Karena itu, dibutuhkan dukungan sarana seperti pabrik es dan cold storage agar kualitas ikan tetap terjaga hingga ke pasar,” tegas Imam Djuniawal.

 

Keberadaan fasilitas penyimpanan dingin tidak hanya menjaga mutu hasil tangkapan, tetapi juga memberikan ruang bagi nelayan untuk memasarkan ikan dalam kondisi yang lebih baik. Dengan demikian, proses hilirisasi tidak berhenti pada aktivitas penangkapan, melainkan berlanjut hingga penyimpanan, pengolahan, dan distribusi yang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan.

 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kawasan yang mengintegrasikan seluruh aktivitas usaha perikanan. Mulai dari pendaratan ikan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran disiapkan dalam satu ekosistem yang saling terhubung sehingga mampu menciptakan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan Papua.

 

Penguatan hilirisasi juga dilakukan melalui pembentukan koperasi nelayan yang diharapkan mampu memperkuat tata niaga hasil perikanan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi masyarakat pesisir.

 

“Dengan hadirnya koperasi nelayan yang ada nantinya diharapkan berperan sebagai penghubung antara nelayan dan pasar sehingga terdapat kepastian pembelian hasil tangkapan masyarakat pesisir,” ujar Imam Djuniawal.

 

Koperasi diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan posisi tawar nelayan. Melalui sistem pemasaran yang lebih terintegrasi, hasil tangkapan dapat terserap secara optimal sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.

 

Pemerintah memandang keberhasilan hilirisasi perikanan tidak hanya ditentukan oleh meningkatnya produksi, tetapi juga oleh terbangunnya rantai usaha yang mampu menciptakan nilai tambah di setiap tahapan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur, kelembagaan ekonomi, dan sistem distribusi terus didorong agar berjalan secara terpadu.

 

“Pembangunan sektor perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga harus membangun mata rantai usaha secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar potensi perikanan Papua dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Imam Djuniawal.

 

Melalui penguatan hilirisasi perikanan yang didukung pembangunan cold storage, pabrik es, koperasi nelayan, dan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berupaya menciptakan sistem perikanan yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan Papua sekaligus mengoptimalkan potensi kelautan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.