• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Kebut Vaksinasi Menjelang Nataru

Pemerintah Kebut Vaksinasi Menjelang Nataru

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 18 November 2021

Pemerintah Kebut Vaksinasi Menjelang Nataru

Oleh: Alfisyah Dianasari

Pemerintah terus mengebut vaksinasi, agar situasi Jelang libur Nataru aman dan terkendali. Vaksinasi juga dipercepat agar mencapai herd immunity, sehingga kita bisa mengakhiri masa pandemi secepatnya.

Sebelum masa pandemi, libur Nnatal dan tahun baru (Nataru) adalah masa yang menggembirakan. Anak-anak bersorak karena mereka diajak traveling atau sekadar makan bekal di taman kota. Akan tetapi, pandemi membuat keadaan porak-poranda, karena pariwisata ditutup dan kita dianjurkan untuk berlibur di rumah saja, karena di luar rumah ada banyak potensi penularan Corona.

Selama sebulan ini situasi relatif aman karena tidak ada daerah yang berstatus zona merah atau PPKM level 4. Jumlah pasien Corona menurun drastis. Jika 4 bulan lalu bisa 50.000 orang per hari, maka pada oktober-november ini ‘hanya’ 600-an orang per harinya. Oleh karena itu pariwisata boleh dibuka lagi, khusus di daerah dengan PPKM level 1 dan 2.
Menko Manives Luhut B Pandjaitan menyatakan bahwa jelang libur Nataru vaksinasi akan dikebut, terutama untuk para lansia. Pemercepatan vaksinasi ini diutamakan di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat ekonomi. Dalam artian, vaksinasi adalah proteksi ketika pariwisata dibuka lagi di libur Nataru. Tentu dengan catatan harus menaati protokol kesehatan.
Mengapa harus vaksinasi lansia? Penyebabnya karena kita berkaca dari Singapura, di mana ada kenaikan kasus Covid-19 dan ternyata penyebabnya karena masih banyak lansia yang belum mendapatkan vaksinasi. Jangan sampai di Indonesia terjadi serangan Corona gelombang ketiga, gara-gara banyak lansia yang tidak mendapatkan haknya untuk divaksin.
Vaksinasi lansia bisa dilakukan sengan sistem door to door sehingga mereka yang sudah berusia senja tidak harus berpanas-panasan di bus demi menuju tempat vaksinasi. Jika nakes yang mendatangi perumahan, kampung, atau rumah jompo, maka lansia tinggal duduk lalu mengantri giliran suntik. Sehingga dengan cara ini seluruh lansia bisa divaksin.
Jelang libur Nataru, vaksinasi adalah persiapan utama, sebab jika seseorang sudah disuntik maka ia memiliki kekebalan tubuh yang tinggi dan tidak mudah tertular Corona. Tempat wisata juga bisa mensyaratkan tamu yang masuk untuk menunjukkan kartu vaksin atau scan di aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga akan meminimalisir penularan Corona di dalam arena wisata.
Selain itu, pengelola tempat wisata dan karyawannya juga harus sudah divaksin. Sehingga terbentuk kekebalan komunal lokal di sana, dan pengunjung akan merasa aman, karena tidak berkontak dengan OTG. Dengan begini maka mereka bisa menghabiskan libur Nataru dengan aman.
Vaksinasi juga digenjot di wilayah aglomerasi karena biasanya masyarakat mengunjungi tempat yang dekat-dekat saja alias kota tetangga. Jika ada kenaikan mobilitas maka vaksinasi menjadi tameng, sehingga ketika banyak yang berkontak di jalan tol atau rest area tidak takut kena Corona.
Jangan lupa juga untuk tetap menjaga protokol kesehatan 10M saat liburan, dan jangan melepas masker walau berada di dalam mobil. Malah yang diwajibkan adalah mengenakan masker ganda untuk memperkuat filtrasi. Jangan lupa pula untuk membawa hand sanitizer dan tepat menjaga jarak, serta meminimalisir kontak dengan orang tak dikenal.
Vaksinasi dan prokes 10M menjadi wajib karena kita tidak mau ada serangan Corona gelombang ketiga di Indonesia. Jangan sampai libur malah jadi bencana karena naiknya pasien covid di awal tahun 2022.
Pemerintah menggenjot vaksinasi, terutama pada lansia, agar mereka tidak terkena resiko terinfeksi virus covid-19. Vaksinasi juga jadi pelindung saat libur Nataru. Sehingga kita bisa berlibur dengan tenang dan aman.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.