• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Kawal Digitalisasi Bansos Menuju Sistem Nasional yang Terintegrasi

Pemerintah Kawal Digitalisasi Bansos Menuju Sistem Nasional yang Terintegrasi

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 July 2026

Pemerintah Kawal Digitalisasi Bansos Menuju Sistem Nasional yang Terintegrasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) agar semakin tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan bahwa digitalisasi bansos tidak boleh berhenti pada tahap uji coba, melainkan harus ditransisikan menjadi sistem nasional yang terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih akuntabel.

Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan, hasil piloting digitalisasi bansos di berbagai daerah menjadi pijakan penting untuk membangun sistem penyaluran bansos yang lebih modern dan efisien. Uji coba yang telah dilakukan di 42 kabupaten/kota, ditambah Kota Batam serta Provinsi Bali.

“Transformasi digital bantuan sosial tidak berhenti pada inovasi, tetapi menjadi sistem yang kokoh dan berkelanjutan. Uji coba telah memberi kita bukti, dan sekarang saatnya memastikan keberlanjutannya melalui kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi yang solid,” ujar Rini.

 

Menurut Rini, pelaksanaan uji coba menunjukkan pentingnya percepatan proses penyaluran sekaligus penguatan transparansi. Digitalisasi dinilai mampu meminimalkan potensi kesalahan penyaluran, memperkuat validasi penerima, serta mendorong integrasi data antarinstansi agar bansos dapat disalurkan secara lebih akurat. Karena itu, pemerintah memastikan transformasi ini berjalan secara sistematis melalui penguatan regulasi, penataan proses bisnis, kesiapan teknologi digital, serta interoperabilitas data.

 

Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda reformasi birokrasi yang menempatkan pelayanan publik berbasis digital sebagai prioritas nasional. Sistem yang terintegrasi diyakini akan membantu pemerintah memetakan kebutuhan masyarakat secara lebih presisi, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Dengan demikian, manfaat bantuan dapat dirasakan oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

 

Komitmen mendukung digitalisasi bansos juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah tahapan penerapan digitalisasi bansos untuk mendukung program pemerintah pusat. Ia menegaskan, digitalisasi bansos merupakan program penting yang harus segera diterapkan demi mewujudkan penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran dan akuntabel.

 

“Kami memandang program ini sangat penting dan memang harus segera diterapkan untuk penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran dan akuntabel, jadi kami sangat mendukung, terkait rencana kunjungan Bapak Presiden, kami akan menyiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Koster.

 

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, transformasi digital bansos diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya sistem perlindungan sosial nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan

July 9, 2026

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah

July 9, 2026

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan Oleh: Ahmad Fauzan Nugraha Ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan sebuah bangsa. Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim, gejolak geopolitik, serta dinamika rantai pasok global, kemampuan suatu negara menjamin ketersediaan pangan menjadi indikator penting kekuatan nasional. Karena itu, langkah pemerintah membangun sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari perlindungan lahan pertanian, perluasan areal tanam, penguatan infrastruktur penyimpanan, hingga distribusi yang lebih efisien, merupakan arah kebijakan yang patut diapresiasi. Pendekatan yang menyeluruh tersebut menunjukkan bahwa swasembada pangan tidak cukup diwujudkan hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutan pasokan dari hulu hingga hilir.…

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah Jakarta – Pemerintah terus…

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Pemerintah Perkuat Sawah, Gudang, dan Distribusi

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Pemerintah Perkuat Sawah, Gudang, dan Distribusi Jakarta – Pemerintah terus melakukan…

Dari Energi hingga Digital, Kemitraan Indonesia–Singapura Makin Strategis

By Kata IndonesiaJuly 9, 20260

Dari Energi hingga Digital, Kemitraan Indonesia–Singapura Makin Strategis Oleh : Doni Wicaksono Hubungan Indonesia dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.