• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Genjot Hilirisasi Semikonduktor demi Optimalkan Daya Saing di ASEAN

Pemerintah Genjot Hilirisasi Semikonduktor demi Optimalkan Daya Saing di ASEAN

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 January 2026

Pemerintah Genjot Hilirisasi Semikonduktor demi Optimalkan Daya Saing di ASEAN

Jakarta – Chairman Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC), Trio Adiono, menegaskan bahwa penguatan riset dan pengembangan desain chip menjadi strategi utama untuk mengantarkan Indonesia masuk ke dalam rantai nilai global atau Global Value Chain (GVC) industri semikonduktor dunia.

 

Langkah ini sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pesaing utama di kawasan ASEAN dalam industri semikonduktor melalui kolaborasi global yang berkelanjutan.

 

Trio menyampaikan bahwa melalui kolaborasi riset dan pendidikan yang konsisten, Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen pengetahuan, talenta, dan penyedia solusi teknologi bagi industri semikonduktor internasional.

 

_“Chip design_ adalah titik masuk strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok global semikonduktor,” kata dia.

 

Saat ini, ICDEC telah menggandeng sejumlah perusahaan nasional untuk terlibat aktif dalam riset bersama, di antaranya NICSLAB, Polytron, INTI, Samator, dan LEN.

 

Selain itu, dukungan kuat juga datang dari mitra global seperti Cadence, MEDs, Qualcomm, High Tech NL, IMEC, ASML, dan Fraunhofer. Kolaborasi lintas negara ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat transfer pengetahuan, teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.

 

Dukungan pemerintah terhadap agenda ini ditegaskan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

 

Ia menegaskan komitmen Kemenperin dalam mengakselerasi penguatan industri nasional berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan industri semikonduktor, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

 

“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin telah secara aktif mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam pengembangan chip design,” ujar Agus.

 

Ia juga menegaskan bahwa Kemenperin telah menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang mencakup komitmen pengembangan riset dan pengembangan di Indonesia melalui kolaborasi dengan ICDEC.

 

“Kerja sama ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya dalam pengembangan desain chip,” ungkap Agus.

 

Pengembangan industri semikonduktor nasional juga telah masuk dalam _Blue Book_ Bappenas dan menjadi agenda lintas kementerian. Kemenperin bahkan menyiapkan infrastruktur fisik melalui penyediaan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai pusat kolaborasi riset dan inovasi _chip design._

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya sinergi semikonduktor dan kecerdasan buatan.

 

“Semikonduktor dan _Artificial Intelligence (AI)_ memiliki peran penting untuk perkembangan teknologi dan masa depan dunia. Saya senang karena ini ada dua hal yang dikombinasikan, yaitu antara _hardware_ dan _software.”_

 

Melalui kolaborasi global, penguatan riset, serta dukungan kebijakan lintas sektor, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkuat daya saing dan menempatkan diri sebagai pesaing strategis di industri semikonduktor kawasan ASEAN.

 

[w.R]

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.