• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Massal

Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Massal

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 19 September 2021

Oleh : Arif Rahman

Salah satu cara untuk menaklukkan corona adalah dengan vaksinasi dan pemerintah berusaha agar seluruh WNI diinjeksi pada tahun 2022. Tak heran vaksinasi massal makin gencar dilakukan agar Indonesia dapat keluar dari fase pandemi secepatnya,.
Sudahkah Anda divaksin corona? Di masa pandemi, vaksinasi adalah syarat wajib, ketika akan bepergian dengan transportasi massal, bahkan saat akan tes CPNS juga harus menunjukkan kartu vaksin. Vaksin sudah digratiskan oleh pemerintah sehingga amatlah aneh ketika tidak ada yang mau disuntik dengan alasan ini dan itu.
Pada awal program vaksinasi nasional, injeksi hanya dilakukan di dalam Puskesmas. Hal ini menyebabkan kuota agak terbatas karena kapasitas gedung Puskesmas yang tidak terlalu besar. Antrian pendaftaran pra vaksin juga cukup panjang sehingga harus berhati-hati untuk menjaga jarak.
Untuk mencapai target tersebut maka diadakan vaksinasi massal. Presiden Jokowi memantau vaksinasi massal yang diadakan oleh BIN di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Beliau ingin agar vaksinasi terus bergulir dan program vaksinasi massal adalah permintaan beliau sendiri, yang dilaksanakan oleh BIN.
Vaksinasi massal akan serentak diadakan di 10 provinsi di Indonesia, yakni di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Ada 58.000 dosis vaksin yang disuntikkan pada vaksinasi massal ini dan masyarakat siap menyambutnya dengan gembira.
Saat ada vaksinasi massal tentu harus sesuai dengan protokol kesehatan dan jangan sampai menimbulkan kerumunan. Meminimalisirnya dengan cara pendaftaran via online, jadi sampai di tempat peserta tinggal menunjukkan fotokopi KTP dan KK, lalu duduk di tempat yang disediakan. Kursi juga berjarak 1 meter agar tidak berdesak-desakan. Dengan cara ini maka semuanya aman dari corona dan mendapatkan haknya untuk disuntik.
Mengapa harus vaksinasi massal? Pertama, jika hanya dilakukan di dalam Puskesmas, akan lama sekali selesainya. Oleh karena itu lokasi vaksinasi massal yang di aula atau lapangan, akan lebih memuat sampai ribuan orang. Tujuannya agar target vaksinasi selesai hanya dalam waktu 12 bulan (sebelumnya 18 bulan). Sehingga akan terbentuk herd immunity lebih cepat.
Vaksinasi harus berpacu dengan waktu karena virus covid-19 makin bermutasi. Jika awal tahun 2020 hanya ada covid-19 varian Alfa, maka ia bermutasi menjadi varian Beta, Gamma, dan saat ini Mu. Meski varian Mu belum masuk ke Indonesia, tetapi kita harus makin waspada. Ketika banyak yang divaksin dan mematuhi protokol kesehatan maka akan selamat dari ancaman corona varian apa saja.
Kedua, vaksinasi massal akan memulihkan ekonomi nasional. Saat semuanya sudah divaksin maka tidak ada yang kena corona lalu bekerja dengan gembira. Pabrik-pabrik akan beroperasi dengan lancar tanpa takut harus ditutup karena terbentuknya klaster corona di sana. Sehingga roda perekonomian negara bergulir lagi dengan sangat cepat.
BIN juga menyelenggarakan vaksinasi door to door untuk mendukung suksesnya vaksinasi nasional. Dengan metode ini maka akan makin banyak masyarakat yang mendapatkan haknya untuk divaksin, dan mereka yang diuntungkan karena tidak keluar biaya transportasi. Apalagi bagi warga yang menyandang disabilitas, vaksinasi door to door akan menolong mereka yang kesulitan mobilitasnya.
Vaksinasi massal adalah cara pemerintah untuk menghalau corona jauh-jauh dari Indonesia. Masyarakat senang karena makin cepat vaksinasi dilakukan maka makin cepat pula kekebalan kelompok akan terbentuk, sehingga bisa keluar dari status pandemi selekasnya. Mereka antusias mendaftar vaksinasi massal secara online dan mengantri dengan tertib.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Danantara: Membangun Kepercayaan lewat Pengawasan, Regulasi, dan Restrukturisasi

July 11, 2026

Danantara Mesin Investasi Nasional yang Adaptif dan Akuntabel

July 11, 2026

Danantara: Membangun Kepercayaan lewat Pengawasan, Regulasi, dan Restrukturisasi

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

Danantara: Membangun Kepercayaan lewat Pengawasan, Regulasi, dan Restrukturisasi   Oleh : Abdul Razak Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah memasuki babak baru melalui langkah strategis yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Tidak sekadar mengejar efisiensi bisnis, agenda restrukturisasi yang sedang berlangsung diarahkan untuk membangun tata kelola perusahaan negara yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan transformasi tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari peningkatan laba, melainkan juga dari tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara. Kepercayaan merupakan modal utama bagi setiap institusi yang mengelola kekayaan negara dalam jumlah besar. Oleh karena itu, langkah pemerintah melibatkan berbagai lembaga pengawas dalam proses streamlining atau penyehatan BUMN menjadi sinyal kuat bahwa reformasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kepatuhan terhadap hukum. Pemerintah membentuk Tim Pengawalan Streamlining BUMN yang melibatkan Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kementerian Hukum. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menunjukkan bahwa restrukturisasi BUMN tidak hanya berorientasi pada efisiensi korporasi, tetapi juga memastikan seluruh proses berlangsung secara transparan dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Reda Manthovani, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai institusi negara merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghasilkan BUMN yang sehat, kuat, dan bersih. Pengawasan yang dilakukan sejak awal proses diharapkan mampu meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi setiap kebijakan yang diambil. Langkah tersebut menjadi penting mengingat BUMN merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Perusahaan-perusahaan negara mengelola sektor-sektor strategis mulai dari energi, pangan, telekomunikasi, perbankan hingga infrastruktur. Dengan demikian, setiap pembenahan tata kelola akan memberikan dampak yang luas terhadap daya saing ekonomi Indonesia. …

Danantara Mesin Investasi Nasional yang Adaptif dan Akuntabel

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

Danantara Mesin Investasi Nasional yang Adaptif dan Akuntabel Oleh : Aristika Utami Kehadiran Badan Pengelola…

Dalam Track Positif, Ekonomi Indonesia Lampaui Proyeksi Global

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

Dalam Track Positif, Ekonomi Indonesia Lampaui Proyeksi Global Jakarta – Kinerja perekonomian Indonesia kembali menunjukkan…

Modernisasi Pertanian di Papua Perkuat Ekonomi Daerah dan Ketahanan Pangan Nasional

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

Modernisasi Pertanian di Papua Perkuat Ekonomi Daerah dan Ketahanan Pangan Nasional MERAUKE – Menteri Pertanian…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.