• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemekaran Wilayah Papua Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Pemekaran Wilayah Papua Wujudkan Pemerataan Pembangunan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 26 March 2022

Pemekaran Wilayah Papua Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Oleh : Rebecca Marian

Masyarakat mengapresiasi rencana pemekaran wilayah Papua. Dengan adanya kebijakan pemerataan wilayah, maka pembangunan di Papua akan lebih merata dan kesejahteraan rakyat dapat segera terwujud.

Papua adalah kawasan eksotis yang merupakan kawasan wisata unggulan di Indonesia Timur. Akan tetapi masih ada saja yang mengira di sana hanya ada padang rumput, hutan, dan honai (rumah tradisional) dan semuanya memakai koteka.

Padahal Bumi Cendrawasih sudah bertransformasi menjadi wilayah modern yang punya 2 provinsi, yakni Papua dan Papua Barat.
Penambahan provinsi Papua Barat terjadi di era reformasi, setelah sebelumnya di era orde baru hanya ada satu provinsi.

Saat ini ada rencana pemekaran wilayah alias penambahan provinsi sehingga ada lima. Provinsi tambahannya adalah Papua Selatan, Papua Tabi Saireri, dan Papua Pegunungan Tengah.

Meski belum ada pengumuman kapan pemekaran wilayah diresmikan, tetapi masyarakat antusias akan penambahannya.
Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan rencana pemekaran provinsi di Papua dan Papua Barat adalah bagian dari upaya pemerintah meratakan pembangunan.

Selama ini pelayanan publik terpusat di ibu kota provinsi. Pemerintah berharap pemekaran wilayah akan mendistribusikan berbagai pelayanan ke penjuru Papua. Jika ada pelayanan yang merata maka rakyat yang diuntungkan dan mereka membangun wilayahnya dengan semangat.
Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V KSP berkata, “Kebijakan daerah otonomi baru di Papua dan Papua Barat yang akan dilakukan, adalah berdasarkan aspirasi masyarakat.” Dalam artian, warga Papua sendiri yang ingin agar ada penambahan provinsi. Hal ini terbukti dari audensi antara orang asli Papua dengan Presiden Jokowi, dan mereka meminta agar ada penambahan wilayah di Bumi Cendrawasih, tujuannya agar ada pemerataan pembangunan.
Jaleswari menambahkan, “Penambahan provinsi di Papua adalah upaya pemerataan pembangunan dan pelayanan di wilayah yang memiliki luas hampir 4 kali lipat pulau Jawa.” Dalam artian, ketika wilayah Papua sangat besar, maka jika hanya ada 2 provinsi akan merepotkan masyarakat saat mereka mengurus administrasi ke ibu kota provinsi, sehingga memang perlu penambahan provinsi.
Selain itu, akan muncul pemerataan pembangunan karena jika ada provinsi baru, otomatis ada wilayah baru yang berhak diberi dana APBD. Dana dari pemerintah tersebut sangat berguna untuk membangun daerah Papua, karena di sana ada banyak potensi yang masih perlu diasah.
Dana APBD bisa dirupakan infrastruktur dan fasilitas umum. Meski sudah ada dana otonomi khusus tetapi alangkah bagusnya jika ada dana APBD sehingga makin banyak fasilitas yang dinikmati oleh warga di Bumi Cendrawasih. Misalnya ada jalan antar kota atau antar provinsi yang representatif, terbuat dari aspal tebal dan bukannya jalan setapak atau makadam.
Jalan raya amat diperlukan karena akan mempermudah mobilitas rakyat Papua. Selain memudahkan bepergian, maka mereka juga lebih untung karena bisa mengirim barang jualan via jalan darat. Mereka tak lagi tergantung transportasi udara yang amat mahal.
Dana APBD juga dibuat untuk membangun gedung sekolah sampai tingkat SMA, sehingga anak-anak Papua makin cerdas. Mereka tak usah pergi ke kota lain untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Penambahan provinsi di Papua akan mewujudkan pemerataan pembangunan, karena akan ada dana APBD yang digelontorkan untuk membangun Bumi Cendrawasih. Berbagai fasilitas akan dinikmati oleh masyarakat dan mereka senang karena Papua makin maju. Tidak ada lagi ketimpangan antara di Papua dengan daerah lain di Indonesia.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.