• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pembukaan Ekspor CPO Sudah Tepat

Pembukaan Ekspor CPO Sudah Tepat

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 22 May 2022

Pembukaan Ekspor CPO Sudah Tepat

Oleh : Aldia Putra

Kebijakan Pemerintah membuka kembali ekspor Crude Palm Oil (CPO) dianggap tepat. Selain terbukti mampu menyediakan stok minyak goreng di pasaran, kebijakan ini diharapkan dapat mencegah turunnya harga tandan buah segar yang selama ini dikeluhkan petani.

Minyak goreng menjadi primadona ketika harganya mengalami penyesuaian, karena mengikuti harga minyak dunia. Ketika itu pemerintah memutuskan harga eceran tertinggi minyak tetapi memiliki dampak negatif yakni kelangkaan di pasar dan supermarket.

Penyebabnya karena banyak oknum yang menimbun minyak goreng. Selain itu, produsen akhirnya mengekspor minyak dengan harapan mendapatkan keuntungan.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah memutuskan untuk melarang ekspor minyak dan CPO, dengan tujuan menstabilkan pasokan minyak goreng.

Setelah ada penyesuaian harga lagi maka minyak goreng kembali mudah didapatkan. Namun produsen dan pemilik perkebunan sawit tak perlu gusar berlama-lama karena Presiden Jokowi akhirnya memperbolehkan ekspor CPO dan minyak lagi.

Akademisi kebijakan publik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Gabriel Lele menyatakan bahwa keputusan Presiden Joko Widodo untuk membuka keran ekspor CPO dan minyak goreng sangat tepat. Keputusan ini perlu dipuji karena memperhitungkan waktu yang tepat dalam memperbolehkan ekspor minyak.
Selain itu, jangan membuat spekulasi dalam penentuan harga minyak di dalam negeri. Jika ekspor CPO dan minyak goreng diperbolehkan kembali maka bukan berarti harga minyak goreng di Indonesia akan naik lagi. Masyarakat harus memahaminya dan jangan berpikiran negatif, lalu memborong minyak di pasaran dan akhirnya terjadi kelangkaan lagi.
Gabriel melanjutkan, relaksasi sudah tepat karena stok sudah memadai, dan bisa dilihat dari stabilnya harga. Kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu bukanlah keterbatasan stok tetapi perilaku kelompok pebisnis yang ingin memperoleh keuntungan besar.
Saat ini, ekspor CPO dan minyak diperbolehkan dan keputusan ini wajib dihargai, karena pemerintah juga memperhatikan eksportir minyak. Mereka memang lebih suka berjualan ke luar negeri. Bukan berarti pasar dalam negeri tidak diperhatikan, karena saat ini persediaan minyak sudah cukup. Jadi dianggap stok aman dan baru boleh dijual ke luar.
Selain itu, jika CPO dan minyak goreng boleh diekspor lagi maka menunjukkan kualitas kelapa sawit dan olahannya dari Indonesia diakui oleh dunia internasional. Kita patut bangga karena bisa mengolah sumber daya alam dengan sangat baik. Nama Indonesia berkibar di mata dunia.
Namun perlu diluruskan bahwa jangan sampai pembukaan keran ekspor minyak goreng jadi mengarah ke liberisasi. Kebebasan ekspor yang diberikan oleh pemerintah harus dipertanggungjawabkan karena jangan sampai malah mengacaukan peredaran minyak goreng di dalam negeri. Harus ada pengawasan dalam mengawasi keran ekspor karena tidak bisa seenaknya sendiri.
Dalam mengawasi keren ekspor CPO dan minyak goreng maka selain melalui pegawai pemerintah, juga bisa dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan aplikasi dan pengawasan secara online maka diharap ekspor bisa dikendalikan dan diawasi. Kelebihan dari sistem online adalah tidak bisa disogok atau diakali. Pengawasan harus dilakukan dengan ketat agar tidak merugikan rakyat.
Kebijakan pembukaan keran ekspor CPO dan minyak goreng bukanlah keputusan yang plinplan karena pemerintah sudah mempersiapkannya matang-matang. Begitu stok minyak goreng sudah memadai dan harganya cukup stabil, bahkan turun sekitar 20%, baru keran ekspor dibuka kembali. Hal ini menguntungkan para eksportir dan tidak akan merugikan rakyat karena stok minyak goreng dalam negeri masih aman.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.