• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pembentukan DOB Papua Sesuai Aspirasi Masyarakat, Demo Menolak DOB Sebaiknya Dibatalkan

Pembentukan DOB Papua Sesuai Aspirasi Masyarakat, Demo Menolak DOB Sebaiknya Dibatalkan

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 May 2022

Pembentukan DOB Papua Sesuai Aspirasi Masyarakat, Demo Menolak DOB Sebaiknya Dibatalkan

Oleh : Robert Krei

Rencana demonstrasi elemen mahasiswa yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) pada 10 Mei 2022, sebaiknya dibatalkan. Selain mengganggu arus lalu lintas masyarakat,

demonstrasi tersebut tidak relevan karena pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) telah sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Wilayah Papua merupakan bagian integral

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di ujung timur nusantara. Dahulu, hanya ada 1 provinsi di Papua. Namun ketika masuk ke masa Orde Reformasi, Papua ditambah lagi jadi 2 provinsi yakni Papua dan Papua Barat.

Sementara saat ini pemerintah sedang bersiap untuk meresmikan 3 provinsi baru di Bumi Cendrawasih, yakni Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan Tengah. Pembentukan provinsi baru ini sudah sesuai dengan permintaan rakyat.
Namun sayang, rencana peresmian daerah otonomi baru (DOB) ini ditentang keras oleh kelompok yang menamakan dirinya sebagai Petisi Rakyat Papua (PRP). Juru bicara PRP Jefry Wenda menyatakan ketidaksetujuannya mengenai pemekaran wilayah. Bahkan ia menuntut kemerdekaan West Papua.
Ocehan dan pernyataan ngawur Jeffrey tentu ditentang oleh masyarakat, khususnya orang asli Papua. Penyebabnya karena justru pembentukan provinsi baru ini atas permintaan warga di Bumi Cendrawasih sendiri, bukan atas tekanan atau bujukan dari pihak lain. Mereka beraudensi dengan Presiden Jokowi dan akhirnya senang karena beberapa saat kemudian permintaannya dikabulkan. Selain itu pembentukan DOB juga sesuai aturan.
Jika ada masyarakat yang mengusulkan untuk pembentukan daerah otonomi baru maka ia membawa suaranya ke ibu kota. Masyarakat berani mengusulkannya karena sudah disetujui oleh bupati, walikota, dan DPRD tingkat kota serta provinsi. Baru kemudian usulan itu dibawa ke tingkat DPR. Jika disetujui maka akan keluar RUU-nya dan akan diresmikan jadi UU, sehingga terbentuk provinsi baru.
Semua mekanisme tersebut sudah jalankan ketika masyarakat meminta pembentukan provinsi baru, bahkan sudah ada RUU-nya dan tinggal menunggu pengesahannya saja. Bahkan akan dipercepat karena mengejar waktu untuk persiapan sebelum Pemilihan Umum tahun 2024.
Jika ada 3 provinsi baru maka sudah sesuai dengan aturan dan mendapat izin dari DPRD, DPR, serta Presiden Jokowi. Oleh karena itu jika ada yang menentang terbentuknya daerah otonomi baru, amatlah aneh. Penyebabnya karena provinsi baru ini tidak serta-merta dipaksakan, melainkan permintaan dari warga Papua sendiri, dan pembentukannya sesuai dengan aturan di Indonesia.
Demo yang akan dilakukan oleh Jefry Wenda cs sebaiknya dibatalkan karena pertama, masih masa pandemi sehingga tidak akan mendapat izin dari kepolisian. Kedua, masyarakat tidak mendukung PRP atau gerakan sejenis yang menentang pembentukan daerah otonomi baru. Alasan mereka tidak masuk akal karena pembentukan provinsi baru adalah permintaan rakyat. Tidak ada unsur pemaksaan dari pemerintah.
Buktinya masyarakat yang bermukim di Mimika dan warga adat Meepago mendukung penuh pembentukan provinsi baru di Papua. Mereka mendeklarasikan dan senang karena jika ada daerah otonomi baru, akan ada banyak kemajuan di Bumi Cendrawasih. Selain itu untuk pengurusan ke ibu kota provinsi juga makin dekat.
Jefry Wenda merupakan salah satu tokoh yang aktif menyuarakan hak penentuan nasib sendiri untuk Papua. Oleh karena itu masyarakat tidak mendukungnya karena dianggap penghianat negara. Tidak heran jika Jefry menentang penambahan provinsi dan malah meminta kemerdekaan, karena memang perintah dari OPM/KST.
Pembentukan daerah otonomi baru di Papua sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme perundang-undnagan. Oleh sebab itu, demonstrasi 10 Mei 2022 sudah sepatutnya dibatalkan, karena demo tersebut tidak mewakili aspirasi rakyat Papua dan hanya digunakan oknum pro separatis untuk mewujudkan kemerdekaan Papua.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.