• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pembangunan Papua demi Kesejahteraan Rakyat

Pembangunan Papua demi Kesejahteraan Rakyat

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 30 June 2023

Pembangunan Papua demi Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Maria Suhiap

Pemerintah dengan gencar melakukan pembangunan di Papua, terutama di bidang infrastruktur. Pembangunan dilakukan demi kesejahteraan rakyat Papua. Mereka juga rakyat Indonesia sehingga berhak mendapatkan kemajuan, yang diperoleh dengan cara pembangunan.

Papua adalah daerah timur Indonesia yang semakin maju. Terbukti dengan banyaknya infrastruktur yang dibangun pemerintah seperti Stadion Papua Bangkit, Jalan Trans Papua, dan Bandara Internasional Sentani. Pembangunan ini dilakukan dengan masif, demi kesejahteraan rakyat. Tujuannya demi pemerataan modernitas di seluruh Indonesia.

Rakyat Papua mendukung terus pembangunan di wilayah mereka. Apalagi pemerintah terus melakukan upaya percepatan pembangunan di seluruh daerah di Bumi Cendrawasih.

Kesungguhan tersebut terlihat dari rancangan berbagai regulasi terkait program ini, di antaranya Peraturan Presiden tentang Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otsus Papua (BP3OKP) dan Perpres tentang Rancangan Induk Percepatan Pembangunan Otsus Papua (RIPPP).

Pembangunan property juga dilakukan di Papua. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tiga rumah susun (rusun) di Provinsi Papua Barat. Rusun tersebut diperuntukkan untuk generasi milenial serta aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sana.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menyatakan bahwa Kementerian PUPR berupaya menyediakan hunian layak untuk seluruh masyarakat Indonesia termasuk di Papua Barat. Pihaknya ingin generasi milenial dan ASN di daerah juga bisa belajar tinggal di rumah susun (rusun).
Iwan melanjutkan, pembangunan hunian vertikal sangat diperlukan guna mengantisipasi keterbatasan lahan yang ada. Selain itu, rusun ini juga melatih generasi milenial dan ASN agar terbiasa hidup di hunian vertikal.

Rusun yang dibangun Kementerian PUPR saat ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas serta furnitur seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur. Jadi para penghuni tinggal masuk ke Rusun dan membayar sewa sesuai dengan tarif yang diatur oleh pihak pengelola.

Dalam artian, pembangunan rusun di Papua memang sesuatu yang baru. Akan tetapi masyarakat memahaminya karena saat ini lahan untuk properti semakin terbatas. Oleh karena itu sebagai ganti perumahan, dibuatlah rusun yang lebih hemat tempat dan memuat banyak orang, sehingga mereka mendapatkan hunian yang layak.
Sementara itu Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Papua II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Yance Pabisa menjelaskan tahun ini setidaknya ada tiga paket pekerjaan pembangunan rusun di Provinsi Papua Barat. Lokasinya tersebar di tiga kabupaten dengan jumlah tiga tower dengan total ketersediaan hunian sebanyak 108 unit.
Berdasarkan data yang ada di Balai P2P Papua II, hunian vertikal yang akan dibangun antara lain Rusun Sekolah Seminari Menengah Petrus Van Diepen (Keuskupan Manokwari – Sorong) di Jalan Melati Kompleks Misi, Mariat Pantai, Aimas, Kabupaten Sorong. Rusun ini dibangun satu tower dengan hunian tipe barak supermini sebanyak 28 unit. Untuk anggaran pembangunan rusun tersebut senilai Rp3,55 miliar.
Selanjutnya adalah rusun Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang akan dibangun di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Kelurahan Fef, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw. Rusun ini dibangun satu tower dengan hunian tipe 36 sebanyak 44 unit dengan total anggaran pembangunan senilai Rp27,3 miliar.
Ketiga adalah rusun Kejaksaan Tinggi Papua Barat yang dibangun di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Rusun ini dibangun satu tower dengan tipe hunian tipe 36 sebanyak 44 unit dengan total anggaran pembangunan Rp26,99 miliar.
Selain infrastruktur dan properti, pemerintah juga melakukan pembangunan di bidang ekonomi. Tokoh wanita Papua Irene Manibuy menyatakan bahwa pemerintah Pusat memberikan dana sebesar 78,7 Triliun rupiah untuk program percepatan pembangunan Papua. Anggaran tersebut tak hanya untuk kesejahteraan rakyat, tetapi juga untuk peningkatan di bidang kesehatan dan pendidikan.
Irene menambahkan, salah satu program percepatan pembangunan Papua adalah BAMA (Bank Bahan Makanan). BAMA adalah organisasi yang mengumpulkan para mama (sebutan untuk ibu-ibu di Papua) dari 6 provinsi. Tugas BAMA adalah menghubungkan para mama dengan perusahaan tambang dan perusahaan besar lainnya di Papua, sehingga mereka menjadi supplier tetap.
Dalam artian, program BAMA sangat bagus karena para mama tidak usah berjualan di pinggir jalan atau menempuh jarak yang jauh untuk berdagang di pasar. Namun hasil pertanian dan barang jualan mereka bisa langsung dibeli oleh berbagai perusahaan besar di Papua. Dengan cara ini maka kesejahteraan rakyat akan membaik. Pembangunan di bidang ekonomi dilakukan dengan memperkuat bisnis UMKM yang dijalankan oleh para mama Papua.
Pembangunan Papua dilakukan demi kesejahteraan rakyat. Tak hanya infrastruktur seperti Jalan Trans Papua, proyek pembangunan juga dilakukan di bidang properti. Pembuatan rumah susun dilakukan agar masyarakat bisa memiliki hunian walau lahannya agak terbatas. Kemudian, pemerintah juga melakukan pembangunan di bidang ekonomi dengan cara pemberdayaan para mama Papua, sehingga mereka lebih mandiri.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali

 

 

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

August 20, 2026

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

August 20, 2026

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani Oleh: Rangkai Ahmad Yusuf Program…

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi JAKARTA – Ribuan pemuda dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.