• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pelaksanaan PON XX Menerapkan Prokes Ketat

Pelaksanaan PON XX Menerapkan Prokes Ketat

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 6 October 2021

Oleh : Alfred Jigibalom

Presiden Jokowi telah resmi membuka Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX pada 2 Oktober 2021. Pelaksanaan PON XX juga dipastikan akan menerapkan Prokes ketat guna mencegah penularan Covid-19.

Pekan Olahraga Nasional XX seharusnya diadakan di akhir tahun 2020 lalu, tetapi karena masih masa pandemi, diundur jadi tahun 2021. Sayangnya tahun ini ternyata masih ada corona, tetapi tetap diputuskan bahwa acaranya tetap diselenggarakan, karena jika ditunda lagi akan memakan biaya perawatan venue yang cukup tinggi. Tentu dengan syarat harus mematuhi prokes yang ketat.

Prokes yang ketat wajib dilakukan agar tidak terbentuk klaster corona baru, dan memang sangat dijaga, jangan sampai pasca penyelenggaraan PON malah ada kenaikan kasus di Papua. Sehingga semua pihak mulai dari panitia hingga kontingen dari provinsi lain diwanti-wanti untuk selalu menjaga prokes. Tujuannya agar aman dan sehat tanpa ancaman virus Covid-19.
Sub Satuan Protokol Kesehatan menyiapkan segala upaya untuk pencegahan corona. Untuk menerapkan prokes maka diadakan sinergi dan koordinasi lintas sektor. Dalam artian, kolaborasi dan koordinasi terus dilakukan, agar keempat venue PON XX berjalan aman tanpa ada kemungkinan terbentuknya kluster corona baru.
Sementara itu, Sub Satuan Protokol Kesehatan wilayah Mimika sudah mempersiapkan tempat-tempat untuk cuci tangan, bangku yang diberi jarak, dan tribun yang diisi maksimal 25%. Pada awalnya, penyelenggaraan PON XX akan diadakan tanpa penonton, karena merujuk pada Olimpiade Tokyo. Namun akhirnya direvisi karena turunnya kasus Covid, tetapi harus ada pembatasan penonton agar aman 100%.
Tak bisa dipungkiri, keberadaan penonton memang diperlukan untuk memeriahkan perlombaan. Sebagai supporter, mereka akan mendukung tim kesayangannya, apalagi tuan rumah alias kontingen dari Papua dan Papua Barat akan senang ketika ada penonton dari penduduk lokal di Bumi Cendrawasih.
Untuk mencegah kluster corona baru maka penonton yang datang tidak bisa sembarangan, hanya undangan yang boleh memasuki venue. Undangan tidak hanya untuk pejabat di Papua dan Papua barat, tetapi juga warga sipil. Mereka dipastikan sudah divaksin agar benar-benar aman.
Selain penonton, segenap panitia, atlet, offisial, dan pelatih, juga wajib divaksin. Vaksinasi adalah persyaratan sebelum mereka memasuki wilayah Papua, karena jika sudah diinjeksi maka akan lebih kebal dari corona. Semua prokes ketat ini dilakukan demi kesehatan bersama.
Vaksinasi juga dilakukan pada penduduk di wilayah dekat venue, agar terbentuk kekebalan kelompok. Mulai dari pelajar hingga orang dewasa disuntik vaksin dan mereka rela melakukannya, karena ingin terbebas dari corona, sekaligus mensukseskan gelaran PON XX. Vaksinasi para rakyat sipil juga merupakan bentuk tanggungjawab panitia agar mereka tetap sehat dan tidak terinfeksi virus Covid-19 pasca PON XX.
Prokes ketat yang lain juga dilakukan, seperti memakai masker dan menjaga jarak. Masker wajib dikenakan oleh atlet untuk filtrasi, tetapi diperbolehkan dilepas sesaat saat bertanding. Penyebabnya karena takut mereka akan sesak napas saat berlari atau berenang menggunakan masker. Namun setelah itu tentu wajib mengenakannya lagi.
Selain itu, semua pihak juga wajib menjaga jarak. Para atlet tidak boleh bergerombol atau keluyuran, baik sebelum atau sesudah pertandingan. Mereka hanya boleh melakukan mobilitas di arena PON XX dan Wisma Atlet. Penonton juga dijaga agar tidak memicu keramaian, dan dipantau melalui drone berkamera, yang menjangkau hingga 3 KM.
Penyelenggaraan PON XX dilakukan dengan disiplin prokes yang ketat karena kita mengadakan acara di tengah pandemi, jadi harus menaatinya. Daripada nanti terbentuk klaster corona baru, lebih baik mengantisipasi sejak awal.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

 

Presiden Prabowo Perkuat Komitmen Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dari Korupsi

August 8, 2026

Bikin Bangga Sekaligus Kaget! FKPP Jaktim dan NU Malaysia Resmi Teken MoU Megah, Ada Apa?

August 8, 2026

Presiden Prabowo Perkuat Komitmen Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dari Korupsi

By Kata IndonesiaAugust 8, 20260

Presiden Prabowo Perkuat Komitmen Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Bersih dari Korupsi JAKARTA – Presiden Republik…

Bikin Bangga Sekaligus Kaget! FKPP Jaktim dan NU Malaysia Resmi Teken MoU Megah, Ada Apa?

By Kata IndonesiaAugust 8, 20260

Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pimpinan Cabang…

Momentum HUT RI Perkuat Ketahanan Energi lewat Pengembangan CNG 3 Kg

By Kata IndonesiaAugust 7, 20260

Momentum HUT RI Perkuat Ketahanan Energi lewat Pengembangan CNG 3 Kg Oleh: Anindya Putri Peringatan…

CNG 3 Kg Merah Putih, Langkah Nyata Menuju Kemerdekaan Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 7, 20260

CNG 3 Kg Merah Putih, Langkah Nyata Menuju Kemerdekaan Energi Indonesia Oleh: Arga Pratama Momentum…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.