• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pastikan Kualitas Demokrasi Membaik, Bawaslu dan Tokoh Agama Tangkal Politisasi SARA

Pastikan Kualitas Demokrasi Membaik, Bawaslu dan Tokoh Agama Tangkal Politisasi SARA

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 29 March 2023

Pastikan Kualitas Demokrasi Membaik, Bawaslu dan Tokoh Agama Tangkal Politisasi SARA

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Lolly Suhenty menyatakan bahwa pencegahan adanya politisasi SARA sama dengan memastikan kualitas demokrasi semakin baik.

Menurutnya, bagaimana upaya pencegahan serta penindakan ketika terjadi pelanggaran merupakan hal yang sangat penting.

“Ini jadi momentum yang tepat bagi Bawaslu untuk memastikan kita kuat dalam pencegahan. Sebaik-baiknya upaya memastikan kualitas demokrasi kita makin baik, tentu dilihat dari seberapa kita melakukan pencegahan dan menindak jika ada pelanggaran,” terangnya.

Pada kesempatan lain, Anggota Bawaslu, Totok Hariyono mengemukakan bahwa penanggulangan politisasi SARA dan politik identitas dilakukan oleh pihaknya dengan cara pencegahan.

Dengan upaya pencegahan yang dilakukan, yakni melakukan teguran kepada para peserta pemilu agar tidak melanggar, merupakan bagian dari konsep pemilu gotong royong.

“Kami lakukan pencegahan terlebih dahulu baru penindakan, itu bagian dari konsep pemilu gotong-royong,” terangnya.

Menurutnya, adanya praktik politisasi SARA dan politik identitas merupakan ancaman yang nyata dan wajib dihindari.

Hal tersebut lantaran politisasi SARA bagi Totok pasyinya akan mengundang perpecahan bagi masyarakat Indonesia.

“Dua-duanya tentu akan melahirkan perbedaan yang tajam. Nah ini yang kita harapkan politik identitas politik sara itu tidak digunakan dalam proses pemilu ini,” ujar Totok di Hotel Grand Sahid Jakarta, Sabtu (25/3/2023).

Anggota Bawaslu tersebut kemudian berharap bahwa nantinya, persaingan Pemilu 2024 tidak diwarnai dengan negarawan yang justru menjadkan perbedaan dan identitas sebagai alat politik mereka.

Totok menambahkan, bahwa identitas sejatinya merupakan hal yang menjadi pemberian Tuhan, sehingga memang sama sekali tidak patut dijadikan senjata untuk menunggangi kepentingan dalam berpolitik.

“Karena identitas itu given, pemberian langsung dari tuhan yang kita tidak bisa menolak. Saya mau suku dari jawa, bali, irian tidak bisa menolak. Saya beragama islam Hindu, Kristen, juga dari lahir,” paparnya.

Sementara itu, Plh Sekjen Bawaslu, La Bayoni menerangkan adanya diskusi dengan para tokoh agama mampu memunculkan gagasan dalam upaya mewujudkan pemilu damai dan berkualitas.

“Maka berkaca dari hal tersebut, kami (Bawaslu) berinisiatif melakukan fgd,” tuturnya.

Sekadar informasi, diskusi kali ini dihadiri para tokoh dari Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Dewan Rohaniwan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh

July 14, 2026

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

July 14, 2026

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Satgas PHK Jadi Kado Nyata Presiden Prabowo untuk Proteksi Kaum Buruh Oleh: Sapto Jayadi Kebijakan…

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan yang berkualitas bukan hanya ditandai oleh hadirnya infrastruktur atau meningkatnya nilai investasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan lapangan kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dalam konteks Papua, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Merauke menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Melalui pembangunan kawasan perkebunan tebu dan industri gula serta bioetanol, pemerintah menghadirkan fondasi ekonomi baru yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, Papua menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja. Di sisi lain, potensi sumber daya alam yang melimpah membutuhkan pengelolaan yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Pemerintah menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan PSN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga pada penciptaan kesempatan kerja dalam jumlah besar. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. …

Sinergi Pemerintah dengan Elemen Bangsa Langkah Jitu Mitigasi PHK Lindungi Pekerja

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Sinergi Pemerintah dengan Elemen Bangsa Langkah Jitu Mitigasi PHK Lindungi Pekerja Oleh: Fajar Mahardika Di…

Korupsi di Sektor Strategis Merugikan Rakyat dan Negara

By Kata IndonesiaJuly 13, 20260

Korupsi di Sektor Strategis Merugikan Rakyat dan Negara Oleh: Dhita Karuniawati Dugaan korupsi dalam tata…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.