• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Negara Hadir Penuhi Gizi Rakyat, MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan dengan Skema Adaptif

Negara Hadir Penuhi Gizi Rakyat, MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan dengan Skema Adaptif

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 4 February 2026

Negara Hadir Penuhi Gizi Rakyat, MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan dengan Skema Adaptif

Jakarta – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga selama bulan suci Ramadan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, dipastikan tetap berjalan tanpa henti, dengan penyesuaian waktu dan menu agar selaras dengan pelaksanaan ibadah puasa.

 

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kebijakan adaptif ini diterapkan untuk menjamin manfaat program tetap optimal, higienis, dan tepat sasaran. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa penyesuaian dilakukan bukan untuk mengurangi kualitas layanan, melainkan sebagai bentuk kepekaan negara terhadap kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan.

 

“Untuk penerima manfaat yang berpuasa, menu makanan basah kita sesuaikan menjadi makanan kering agar aman dikonsumsi saat berbuka. Contohnya kurma, telur rebus, telur asin atau pindang, buah, susu, dan abon,” ujar Dadan Hindayana di Jakarta.

 

Selain penyesuaian menu, waktu distribusi MBG juga diatur secara fleksibel. Untuk anak sekolah di wilayah dengan mayoritas penduduk berpuasa, makanan dibagikan pada siang hari untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Skema ini dinilai sebagai solusi efektif yang tetap menjaga keberlanjutan asupan gizi peserta didik tanpa mengganggu kegiatan belajar maupun ibadah.

 

“Anak-anak tetap menerima hak gizinya. Makanannya dibawa pulang untuk menu berbuka, ini bentuk pelayanan yang adaptif dan berpihak pada masyarakat,” jelas Dadan.

 

Sementara itu, bagi penerima manfaat di pondok pesantren, MBG tetap diberikan dengan menu normal. Penyesuaian hanya dilakukan pada waktu pembagian yang digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa. Adapun ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok masyarakat yang tidak menjalankan puasa tetap menerima MBG dengan menu dan jadwal normal, menunjukkan bahwa negara hadir melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian.

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa hingga akhir Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah mencapai 22.091 unit di seluruh Indonesia, dengan total penerima manfaat lebih dari 60 juta orang.

 

“Ini capaian besar. Lebih dari 60 juta masyarakat sudah merasakan langsung manfaat program MBG,” ujar Zulkifli Hasan.

 

Ia menambahkan, cakupan MBG di sekolah-sekolah yang telah memiliki SPPG rata-rata telah mencapai di atas 90 persen. Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk memperluas jangkauan program, termasuk di lingkungan pesantren.

 

Ke depan, pemerintah akan melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap dampak MBG melalui pengukuran pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Langkah ini menegaskan bahwa MBG tidak sekadar program bantuan, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional

July 22, 2026

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

July 22, 2026

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional Jakarta – Pemerintah memperkuat perdagangan karbon…

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi perdagangan…

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.