• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»MUI Sulteng Serukan Perdamaian Usai Insiden di PT GNI

MUI Sulteng Serukan Perdamaian Usai Insiden di PT GNI

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 19 January 2023

MUI Sulteng Serukan Perdamaian Usai Insiden di PT GNI

Peristiwa kerusuhan antar pekerja yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI), turut menarik perhatian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Habib Ali bin Muhammad Aljufri.

Sesepuh Alkhairaat ini mengaku prihatin atas kejadian perusakan yang menimbulkan korban jiwa di perusahaan nikel yang beraktivitas di Kabupaten Morowali Utara (Morut) tersebut, pada Sabtu (14/1).

Habib Ali berharap, tidak terjadi hal-hal atau peristiwa yang lebih besar dari sebelumnya. Ia meminta semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa berakibat lebih besar.

“Karena bagaimanapun kegiatan investasi itu ada manfaatnya untuk masyarakat. Walaupun memang ada kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari kejadian itu,” ujarnya.

Menurutnya, masalah yang terjadi harus bisa diselesaikan secara cepat. Harus ada yang bisa memediasi, karena kerugian yang ditimbulkan dari perusakan-perusakan itu, bukan hanya dialami oleh PT GNI sendiri, tetapi juga pihak lain, termasuk pekerja.

“Mungkin ada di antara pekerja yang tidak terlibat, tapi karena akibat dari peristiwa itu akhirnya ikut terimbas. Mungkin juga karena ada hasutan-hasutan atau adanya persaingan. Maka yang perlu diselesaikan juga adalah siapa otak di balik peristiwa itu, karena tidak mungkin timbul sendiri, apalagi sudah sampai menghilangkan nyawa, baik dari pekerja asing maupun dari pekerja lokal,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, yang harus tampil di sini adalah pemerintah dan penegak hukum untuk mencari tahu keadaan yang sebenarnya. Jangan nanti sudah terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, baru bergerak menyelesaikan.

“Pasti ada masalah-masalah sebelumnya yang seharusnya tidak sampai berakibat seperti sekarang ini, kerugiannya besar. Pemerintah di sini juga mungkin ada kerugiannya karena ini berkaitan juga dengan investasi,” tambahnya.

Kepada pihak perusahaan, ia juga meminta agar memperhatikan aspirasi dari pekerja. Lebih lanjut, Habib Ali berharap, jika ada orang yang datang dalam keadaan marah dan ada yang mau mendengar, biasanya dengan sendirinya akan tenang.

“Kita dengar semua permasalahan, mereka juga sendirinya akan tenang ketika ada yang mau mendengar. Dengarlah apa aspirasi orang, walaupun kita tidak suka. Karena bukan hanya pekerja yang memerlukan perusahaan, tetapi perusahaan juga memerlukan pekerja,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, jika pihak perusahaan memerlukan kehadiran Alkhairaat dalam memediasi, maka pihaknya pasti siap. Hal itu sendiri sudah pernah dilakukan atas permasalahan serupa yang terjadi di PT IMIP.

“Kita sudah lakukan itu di IMIP. Kita bisa buat pembinaan-pembinaan ummat di sekitar wilayah tambang maupun di dalam wilayah pertambangan sendiri. Masjid-masjid yang ada di sana bisa kita tempatkan imam-imam kita,” imbuhnya.

Diketahui, perusakan dan pembakaran di PT GNI terjadi pada 14 Januari lalu. Hal itu memicu bentrokan antara pekerja lokal dan pekerja asing asal China hingga menewaskan dua pekerja.

Polda Sulawesi Tengah telah menahan 17 pekerja lokal di PT GNI di Rutan Mapolres Morowali Utara. Dari 17 tersangka itu, 16 di antaranya diancam lima tahun penjara dan seorang lagi diancam 12 tahun penjara.

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

October 2, 2026

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG

October 2, 2026

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

MBG Halal Menjadi Standar Penting Keamanan Pangan Anak Oleh: Dhita Karuniawati Program Makan Bergizi Gratis…

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG Oleh: Bagas Nurahman Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola untuk memastikan pelaksanaannya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian adalah pemenuhan sertifikasi halal dalam penyelenggaraan program. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem penyediaan pangan yang tidak hanya memperhatikan kandungan gizi dan keamanan, tetapi juga memastikan makanan yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan kehalalan. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah perbaikan tata kelola yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). Percepatan sertifikasi halal bagi program MBG dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cakupan penerima manfaat yang luas, jaminan kehalalan menjadi bagian penting dalam membangun penyelenggaraan MBG yang semakin tertib, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemenuhan sertifikasi halal bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah strategis karena unit tersebut berada di garis depan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Sertifikasi memberikan kepastian terhadap bahan yang digunakan, proses pengolahan, serta tata kelola produksi makanan. Karena itu, percepatan pemenuhan sertifikasi halal di tingkat SPPG dapat menjadi bagian dari standardisasi pelaksanaan MBG di berbagai daerah sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat. Dalam konteks tata kelola program, sertifikasi halal menunjukkan bahwa kualitas MBG dibangun melalui standar yang saling melengkapi. Pangan yang disediakan tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperhatikan keamanan, kelayakan, mutu, serta ketentuan kehalalan. Pendekatan tersebut membuat perbaikan tata kelola MBG tidak semata berorientasi pada jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga pada kualitas pangan yang diterima oleh setiap penerima manfaat. Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan konsep pangan dalam Islam mencakup prinsip halal dan thayyib. Halal berkaitan dengan bahan serta proses produksi yang sesuai ketentuan, sedangkan thayyib mencakup kelayakan, mutu, dan keamanan pangan. Penerapan kedua prinsip tersebut secara konsisten menjadi landasan penting untuk membangun penyediaan makanan yang berkualitas dalam program MBG. Prinsip halal dan thayyib juga dapat diterapkan sebagai standar yang menyeluruh dalam rantai penyelenggaraan MBG. Mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi, setiap tahapan perlu dikelola dengan memperhatikan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sertifikasi halal tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi menjadi bagian dari proses memastikan tata kelola pangan berjalan secara konsisten dari hulu hingga ke penerima manfaat.…

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme teknis sertifikasi halal…

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme teknis sertifikasi halal…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.