• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Moderasi Beragama Kunci Penting Tangkal Radikalisme Ciptakan Pemilu Damai

Moderasi Beragama Kunci Penting Tangkal Radikalisme Ciptakan Pemilu Damai

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 25 September 2023

Moderasi Beragama Kunci Penting Tangkal Radikalisme Ciptakan Pemilu Damai

Oleh : Lukman Keenan Adar

Moderasi beragama adalah kunci penting dalam menangkal radikalisme di Indonesia. Terlebih jelang Pemilu 2024 di mana ada prediksi kenaikan serangan dari kelompok radikal dan teroris. Untuk menciptakan Pemilu damai 2024 maka moderasi beragama wajib disosialisasikan di seluruh Indonesia.

Menjelang Pemilu 2024 masyarakat perlu waspada akan isu radikalisme yang umumnya beredar di media sosial. Isu ini sangat berbahaya karena bisa menyesatkan pikiran masyarakat dan memicu kerusuhan. Apalagi kelompok radikal menganggap pemerintah sebagai musuh, sehingga mereka ingin mengganggu prosesi Pemilu. Oleh karena itu penyebaran radikalisme dan terorisme harus dicegah agar Pemilu berlangsung dengan damai.

Untuk mencegah radikalisme dan terorisme maka salah satu caranya dengan menerapkan moderasi beragama. Moderasi beragama bukanlah sekadar memiliki agama, melainkan menyadari bahwa menjalin hubungan baik dengan sesama insan itu juga berpahala, tidak hanya taat kepada Tuhan.

Kepala Sub Direktorat Pengamanan Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Setyo Pranowo menyatakan bahwa 52% rakyat Indonesia yang memiliki hak memberikan suara pada Pemilu 2024 adalah kaum muda alias pemilih pemula. Akan tetapi mereka dimanfaatkan oleh kelompok radikal, yang kian intensif menyebarkan virus radikalisme dan terorisme.

Khusus pemuda dan pelajar diperkirakan penyebaran virus paham radikal terorisme ini melalui media sosial. Diperkirakan penyebaran paham radikalisme di kalangan pemuda dan pelajar terus digencarkan kelompok radikal terorisme, terutama melalui media sosial.
Mencermati kondisi ini, maka dapat dikatakan bahwa pemuda serta media sosial merupakan dua poin strategis dalam transformasi paham dan perekrutan anggota kelompok radikal.
Kelompok paham kekerasan itu mengincar kelengahan guru, tenaga pengajar, masyarakat dan pemerintah untuk mempengaruhi pemuda atau pelajar dan menguasai media sosial sebagai sarana mereka. Oleh karena itu perlu ada program untuk menangkal radikalisme. Salah satunya dengan moderasi beragama.
BNPT melalui Direktorat Pencegahan, Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat mengajak para guru dan tenaga pengajar seluruh Indonesia, mewaspadai gerakan radikal dan teroris, baik internal di sekolah maupun eksternal di lingkungan warga. Untuk mengatasi radikalisme maka perlu ada pemahaman agama yang dominan sehingga peran sekolah cukup besar dalam membentengi generasi muda ini dengan moderasi beragama.
Jika semua WNI, termasuk para pemuda, memahami moderasi beragama maka tidak akan terlalu fanatik alias ekstrim kanan. Segala sesuatu memang tidak boleh berlebihan, termasuk fanatisme beragama. Penyebabnya jika terlalu fanatik maka akan mudah tersinggung dengan perbedaan, padahal di Indonesia ada 6 keyakinan yang diakui negara, sehingga wajar jika ada banyak perbedaan di masyarakat.
Hanya dengan moderaisi beragama umat bisa menjalankan ibadah dan ritual agama dengan seimbang, tanpa harus ekstrim ke kiri atau ke kanan. Moderasi beragama bukanlah sekadar memiliki agama, melainkan menyadari bahwa menjalin hubungan baik dengan sesama insan itu juga berpahala, tidak hanya taat kepada Tuhan.
Ketika suatu perbedaan terlalu dipertentangkan maka akan sangat berbahaya karena bisa merusak persatuan bangsa. Oleh karena itu moderasi beragama wajib disosialisasikan lagi demi mewujudkan Pemilu 2024 yang damai dan lancar. Jangan sampai gara-gara kurangnya pemahaman moderasi beragama akan muncul kerusuhan-kerusuhan yang berpotensi merusak prosesi Pemilu tahun depan.
Sementara itu, Sholehuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyatakan bahwa indeks radikalisme di Indonesia mencapai 29% dan masih dalam batas aman. Akan tetapi radikalisme wajib diwaspadai karena bisa mengganggu Pemilu 2024.
Radikalisme dan terorisme di Indonesia bermotifkan pemahaman keagamaan sehingga hal terkait ideologi keagamaan hal yang sensitif atau gampang jadi pemicu terhadap bagi mereka tadinya hanya terpapar secara pemahaman menjadi sebuah tindakan. Jadi, salah satu strategi menghadapi kerawanan itu adalah melalui moderasi beragama. Hasilnya adalah Pemilu 2024 bisa berjalan dengan damai dan lancar.
Moderasi beragama adalah memahami ajaran agama secara moderat, tidak terlalu ekstrim kanan atau ekstrim kiri. Bukankah yang berlebihan itu tidak baik? Ketika beragama secara moderat maka memahami juga hubungan kepada Tuhan dan hubungan dengan sesama insan, sehingga harus saling menghormati.
Toleransi adalah salah satu faktor pendukung dalam moderasi beragama, karena jika seseorang tidak menjadi ekstrimis, akan menjadi toleran bagi orang lain. Tidak hanya bagi sesama yang 1 keyakinan tetapi juga untuk yang memiliki keyakinan lain. Dengan toleransi maka akan lebih menghargai satu sama lain, karena walau berbeda akidah, orang tersebut adalah saudara dalam kemanusiaan.
Masyarakat wajib menggaungkan lagi toleransi karena sudah terlalu banyak kekacauan yang terjadi akibat intoleransi (yang juga dilakukan oleh kelompok radikal). Toleransi dan moderasi beragama adalah cara ampuh untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Dengan moderasi beragama maka masyarakat akan lebih memahami perbedaan dan tidak fanatik serta ekstrim. Ia bisa menghargai perbedaan pilihan politik serta bersama-sama mewujudkan Pemilu 2024 yang damai.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.