• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Milenial Dianjurkan Memahami Moderasi Beragama

Milenial Dianjurkan Memahami Moderasi Beragama

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 25 April 2021

Cendikiawan Muslim . Bahkan seolah-olah Indonesia itu jauh lebih buruk dari negara lain.

Jika dibombardir dengan isu radikalisme maka sebagai bangsa akan merasa minder dengan negara lain, walau memang benar ada gejala radikalisme tapi jangan dilebih-lebihkan.

Dia justru lebih melihat edukasi dan memberikan pemahaman kepada generai muda tentang pemahaman , dan toleransi justru lebih tepat dilakukan ketimbang menghembuskan isue radikal.

“Nah program Ayo mengajar Indonesia saya nilai baik harus membuat anak anak peserta didik kita tidak kecut, harus mengajarkan pemahaman keagamaan yang moderasi, dan toleransi, serta pemerintah harus inisiatif, agar guru guru diberikan pelatihan tentang pancasila dan nasionalisme, agar dalam pengajarannya bisa memberikan nilai-nilai toleransi, dan saya mengapresiasi gerakan Ayo Mengajar Indonesia ini, agar bisa menekankan perbaikan karakter,” ujarnya saat menjadi nara sumber Ayo Mengajar Indonesia dengan tema “Tolerance, Yes! Radicalism, No! Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Dunia Pendidikan,“ ujarnya Sabtu (24/04/2021).

Direktur Ayo Mengajar Indonesia Adi Raharjo, S.Pd, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini memiliki tujuan untuk menyampaikan nilai-nilai toleransi, karena di sekolah mengajarkan untuk membuat karakter dalam nilai nilai yang baik, dan dimana kondisi intoleransi di dunia pendidikan, semoga kita semua dapat pencerahan dan menjadi perhatian bersama.

“Pendidikan harus membuat karakter bangsa bersih dari nilai nilai intoleransi,” tegasnya.

Jejen Musfah Pakar Pendidikan dan Wakil Sekjen PB PGRI menyampaikan bahwa pendidikan untuk karakter itu melalui 3 cara, (modeling, kebiasaan, pengajaran), benar bahwa Indonesia sudah baik toleransinya namun bukan berarti kita mengabaikan pikiran intoleran.

“Pencegahan radikalisme, bahwa banyak dalam riset, bahwa radikalisme itu benih benihnya dari intoleransi, jika model pengajarannya inklusif atau kolaboratif atau pembelajaran aktif, saya rasa akan berkurang rasa intoleransi” tutur Jejen Musfah.

Peserta yang hadir dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, serta relawan Ayo Mengajar Indonesia, jumlah peserta yang hadir dalam offline ada 30 orang, hadir dalam online ada 300 orang.

Sumber: Okezone.com

Pengurangan Ekspor Gas Menjadi Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi

October 27, 2026

DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional

October 27, 2026

Pengurangan Ekspor Gas Menjadi Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi

By Kata IndonesiaOctober 27, 20260

Pengurangan Ekspor Gas Menjadi Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi Oleh: Bima Pradana Pemerintah menata kembali…

DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional

By Kata IndonesiaOctober 27, 20260

DPR Dukung Pengurangan Ekspor Gas demi Ketahanan Energi Nasional Jakarta – Ketua Komisi XII DPR…

Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas

By Kata IndonesiaOctober 27, 20260

Pemerintah Utamakan Kebutuhan Industri Nasional lewat Penyesuaian Ekspor Gas Jakarta – Pemerintah berencana menghitung ulang…

Sumpah Pemuda 2026, Semangat Patriotik dan Empati Perkuat Persatuan Bangsa

By Kata IndonesiaOctober 27, 20260

Sumpah Pemuda 2026, Semangat Patriotik dan Empati Perkuat Persatuan Bangsa JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.