• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Menjaga Semangat Ramadhan Dengan Selalu Menjauhi Ujaran Kebencian

Menjaga Semangat Ramadhan Dengan Selalu Menjauhi Ujaran Kebencian

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 14 May 2022

Menjaga Semangat Ramadhan Dengan Selalu Menjauhi Ujaran Kebencian

Oleh : Muhammad Yasin

Meskipun perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 H baru berakhir beberapa hari lalu, masyarakat diminta untuk terus menjauhi ujaran kebencian. Dengan terus menjaga semangat Ramadhan, pertikaian yang diakibatkan ujaran kebencian diharapkan dapat diredam atau tidak terjadi.

Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, justru sebenarnya tantangan terbesar adalah bagaimana menjalani kehidupan setelah bulan suci Ramadhan.

Pasalnya pada bulan tersebut, umat Muslim telah diajarkan bagaimana untuk bisa menahan nafsu termasuk juga amarah sehingga mampu mengendalikan diri sebaik mungkin. Namun jangan sampai seluruh kebaikan yang telah dijalani tersebut berakhir begitu saja setelah melewati Bulan Ramadhan.

Umat Muslim khususnya, juga harus mampu untuk menjadi pionir bagaimana menunjukkan keakraban berwarganegara dengan terus menjaga tali persaudaraan bahkan hingga pada mereka yang berbeda keyakinan sekalipun.

Sikap saling menghormati, menjaga tingkah laku dan juga termasuk tutur kata yang baik jangan lantas hilang begitu saja setelah melewati bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan mengajarkan banyak sekali hal, utamanya mengenai toleransi, bagaimana umat Muslim mampu untuk merasakan sulitnya dan susahnya orang-orang yang kurang mampu, selain itu juga terdapat ajaran untuk saling berbagi melalui Zakat Fitrah yang mengindikasikan bahwa memang harus ada kepekaan sosial.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan bahwa dengan kewajiban berpuasa di Bulan Ramadhan, sebenarnya di dalamnya terdapat banyak sekali nilai yang mampu untuk terus dikembangkan bahkan selepas Ramadhan. Masyarakat, khususnya Umat Muslim harus mampu untuk melepaskan diri dari eksklusifisme karena hanya akan menimbulkan pertentangan, perselisihan bahkan perpecahan.
Bulan Ramadhan yang telah bersama-sama dilewati tersebut harus mampu dimaknai sebagai bulan yang penuh rahmat dan juga kasih sayang. Nilai-nilai kemanusiaan sangat banyak terdapat dalam ajaran pada Bulan Suci tersebut. Bukan hanya sekedar hubungan interpersonal saja, namun secara pribadi setiap Muslim harus mampu untuk menghindari seluruh perbuatan yang zalim, menjauhi fitnah, hoaks apalagi penyebaran ujaran kebencian karena sa sekali tidak mengimplementasikan nilai-nilai Islam dan terlebih, mampu untuk memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.
Sementara itu, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj berpesan kepada seluruh umat untuk tidak terlalu mudah menyebarkan fitnah serta ujaran kebencian, khususnya melalui media sosial karena ternyata itu semua akan menyebabkan amalan yang telah dilakukan menjadi sia-sia. Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo juga memberikan imbauan kepada masyarakat supaya segera menghentikan pertentangan antar kubu politik karena hanya akan menyebabkan kegaduhan saja.
Setelah bermaaf-maafan di Hari Lebaran, tentunya momentum untuk saling menjalin hubungan baik harus terus diupayakan antar komunitas yang mungkin selama ini berseberangan akibat sentimen politik. Seluruh pihak harus turut berperan aktif pula untuk menghentikan segala ujaran kebencian, berhenti saling melempar tuduhan serta melontarkan hal-hal yang provokatif.
Direktur Pascasarjana IAIN Metro Lampung, Dr. Mukhtar Hadi menyatakan bahwa Bulan Ramadhan sebagai bulan pendidikan agar seluruh umat Muslim mampu untuk semakin baik amal dan ibadahnya, semakin mulia akhlaknya, memiliki kedisiplinan dan kejujuran yang tinggi. Menurutnya, justru pembuktian terutama dari penempaan di Bulan Ramadhan tersebut adalah seperti apa perilaku setelah Ramadhan. Seluruh semangat kebaikan yang telah diupayakan semaksimal mungkin selama Bulan Suci tersebut harus terus dilakukan meski telah melewati Hari Lebaran.
Meskipun bulan suci telah berlalu, masyarakat diharapkan untuk terus menjaga semangat Ramadhan. Dengan terus mengaplikasikan spirit Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat Indonesia dapat terhindar dari rasa permusuhan/kebencian antar sesama anak bangsa.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.