Pondok Modern Darusslam Gontor (PMDG), mengadakan Tabligh Akbar pada Senin (08/06), yang bertempat di lapangan sepak bola Gontor Kampus Pusat. Kegiatan ini merupakan rentetan peringatan 100 tahun umur PMDG, yang dihadiri oleh Al-Ustadz H. Abdul Somad Batubara, Al-Ustadz Das’ad Latif, Al-Ustadz Luqmanulhakim, dan Al-Ustadz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar.
Acara ini diawali dengan penampilan nasyid dari Senhada, grup hadrah santri Gontor. Turut tampil pula Mazziqo Band bersama Muqadam El-Corona, grup musik tersohor di Indonesia yang populer membawakan lagu-lagu bergenre gambus, dangdut melayu, dan kasidah.
Acara kemudian dibuka secara resmi dengan pidato dari Pimpinan Pondok Modern Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam kesempatan tersebut, beliau menuturkan, “Di Gontor ini, semuanya untuk mendidik: menyanyi untuk mendidik, pidato untuk mendidik, menulis untuk mendidik. Tidak ada satu kata pun yang tidak untuk mendidik, tidak ada sepeser pun uang yang tidak untuk mendidik, tidak ada seorang pun yang tidak untuk mendidik, tidak ada waktu sedetik pun yang tidak untuk mendidik, dan tidak ada satu pelajaran pun yang tidak untuk mendidik. Inilah lembaga pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor.”
Setelah itu, secara berurutan para dai nasional ini menyampaikan pesan-pesan mereka.
Ustadz Luqmanulhakim, pendiri Lembaga dan Yayasan Masjid Kapal Munzalan Kalimantan Barat, menuturkan bahwa setiap manusia harus selalu berbuat baik dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian sesama.
“Mungkin manusia lupa berterima kasih, tetapi Allah dan malaikat-Nya tidak pernah luput mencatat amalan tersebut.”
Selanjutnya, Ustadz Das’ad Latif, dai nasional asal Makassar yang juga merupakan pakar ilmu komunikasi sekaligus dosen di Universitas Hasanuddin, mengingatkan jemaah mengenai keutamaan berbagi. Beliau menekankan bahwasanya tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah.
“Tidak ada orang yang jatuh bangkrut karena sedekah. Yang saya tahu, dia justru menjadi kaya karena bersedekah.”
Antusiasme tinggi peserta terlihat di sepanjang acara. Ribuan jemaah yang hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat hingga selesai. Kehadiran masyarakat ini menjadi bukti nyata besarnya dukungan terhadap peran pesantren dalam membangun kehidupan beragama dan sosial yang harmonis.