• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mengapresiasi Transisi Energi Pacu Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional

Mengapresiasi Transisi Energi Pacu Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 February 2024

Mengapresiasi Transisi Energi Pacu Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional

Oleh : Savira Ayu

Guru Besar sekaligus akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Lilies Setiartiti menilai bahwa adanya transisi energi yang selama ini digencarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) sebagai salah satu faktor penting untuk semakin mendongkrak pembangunan ekonomi nasional.

Selama ini, sumber energi yang masih terpusat dan terlalu mengandalkan penggunaan fosil terus dipandang sebagai sebuah isi yang menarik untuk diperhatikan. Maka dari itu, untuk bisa meminimalisasi penggunaan fosil yang berlebihan, adanya upaya untuk melakukan transisi energi menuju pada penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) dianggap menjadi semakin mendesak untuk harus disegerakan, hal tersebut terjadi utamanya setelah Indonesia meratifikasi Persetujuan Paris melalui keberlakuan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016. Selain itu, penggunaan EBT juga sebagai proses mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sehingga, tidak bisa dipungkiri bahwa memang pemberlakuan transisi energi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, karena sejauh ini ketergantungan masih cukup tinggi kepada energi fosil. Terlebih, bukan hanya akan semakin memperbaiki lingkungan saja, namun pemberlakuan transisi energi itu juga mampu berdampak pada pembangunan ekonomi nasional di Tanah Air.

Akademisi dari UMY tersebut juga menambahkan bahwa adanya transisi energi yang dilakukan oleh Pemerintah RI juga menjadi salah satu upaya untuk semakin menekan terjadinya risiko pemanasan global, terlebih saat ini memang seluruh dunia juga terus secara konsisten melakukan riset dalam mengembangkan dan mentransformasikan energi agar terealisasi target nol emisi karbon.

Membahas mengenai produksi emisi karbon, nyatanya memang sektor energi ini sebagai salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan emisi karbon. Sehingga tidak heran mengapa banyak pihak di dunia kemudian berbondong-bondong untuk melakukan transisi yang mengacu pada pergeseran sektor energi, mulai dari yang sebelumnya masih melakukan produksi dan konsumsi pada energi berbasis fosil, sekarang beralih menjadi produksi dan konsumsi energi terbarukan yang jauh lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ternyata bagaimana penggunaan energi memiliki keterkaitan yang bahkan sangat erat dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah, maka sangat diperlukan adanya penggunaan energi yang tinggi dan produktif. Karena nantinya pertumbuhan ekonomi suatu wilayah bisa tertopang denvan penggunaan energi secara produktif.

Namun, apabila model pembangunan ekonomi yang dilakukan masih saja sangat bergantung pada dominasi energi yang berasal dari fosil, maka ketergantungan itu jelas memiliki dampak yang signifikan dalam hal stabilitas ekonomi termasuk juga adanya peningkatan pada biaya lingkungan yang menjadi tidak terhitung nantinya, dengan kata lain, penggunaan energi fosil justru akan semakin banyak membutuhkan biaya.

Alih-alih mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, namun justru penggunaan energi berbahan fosil jika terus saja dilakukan justru akan semakin memperbesar pengeluaran dan tidak mendukung adanya efisiensi anggaran. Tidak cukup sampai di sana, namun penggunaan energi dan bahan bakar fosil secara besar juga menjadikan bangsa ini sebagai negara importir netto bahan bakar fosil.

Tentu saja sebenarnya hal tersebut miris, lantaran sejatinya Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas alam yang cukup besar. Efisiensi justru tidak akan bisa dilakukan jika masih menggunakan energi berbahan fosil lantaran kurangnya infrastruktur dan teknologi yang memadai sehingga kemampuan produksi pun menjadi tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan domestik.

Untuk itu, sebenarnya sudah tidak ada alasan lain lagi yang mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan tidak penting. Justru sebaliknya, seluruh fakta dan data menunjukkan bagaimana pentingnya untuk sesegera mungkin terus menggencarkan transisi energi tersebut karena ke depannya dengan penggunaan energi terbarukan, maka sekaligus upaya untuk pelestarian lingkungan akan terwujud.

Ketika pelestarian lingkungan mampu terealisasi dengan baik berkat adanya transisi energi, maka secara langsung juga mampu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi. Ketika produksi dan konsumsi terus didorong untuk menjadi semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan, maka akan memastikan pula adanya ketahanan energi.

Sekaligus pula, jika produksi dan konsumsi terus didorong menjadi pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mampu berkelanjutan, ke depannya akan bisa berdampak baik sebagai salah satu kunci utama terjadinya transformasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sangat kuat.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki potensi akan EBT sangat besar. Menyadari hal tersebut, Pemerintah RI memiliki komitmen kuat untuk mampu melakukan transisi energi hijau sebagai upaya dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan bisa mencapai net-zero emission pada tahun 2060 mendatang.

Bukan hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan saja ataupun upaya untuk mampu mewujudkan pembangunan secara berkelanjutan, namun penerapan transisi energi dari penggunaan fosil menjadi penggunaan energi hijau yang terbarukan ternyata sekaligus mampu semakin mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional karena berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan di masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.