• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mengapresiasi Peran Tokoh Agama dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Mengapresiasi Peran Tokoh Agama dalam Penanganan Pandemi Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 1 August 2021

Oleh : Zakaria

Saat menangani dampak corona, para tokoh agama dari NU dan Muhammadiyah ikut membantu pemerintah. Selain itu, para ulama juga meminta masyarakat untuk ikut menanggulangi pandemi Covid-19 demi percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Apa kabar pandemi setelah lebih dari setahun dijalani? Rakyat yang paling terkena dampaknya, karena mereka kesusahan secara finansial. Pemerintah berusaha membantu dengan memberi bansos dan beberapa program lain. Namun tentu pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, karena akan sangat kepayahan, sebab korban dampak corona sudah mencapai jutaan jiwa.

Ulama baik dari NU maupun Muhammadiyah menghimbau masyarakat untuk ikut bekerja sama dalam menangani dampak corona. Penyebabnya karena hanya dengan bahu-membahu, kita akan kuat dalam melawan virus covid-19 dan efek negatif yang ditimbulkannya. Jika semua pihak bekerja sama maka pandemi akan berjalan dengan baik, dan bisa berakhir secepatnya.

Agus Samsuddin, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center menyatakan bahwa PP Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk bersolidaritas untuk membantu warga yang terdampak pandemi corona, baik di bidang ekonomi maupun kesehatan. Masyarakat, imuwan, cendikiawan, pebisnis, harus berpikir kembali untuk meningkatkan solidaritas sosial bagi mereka yang kena corona.

Solidaritas sosial sangat penting, apalagi saat pandemi banyak yang kesusahan secara finansia. Sehingga kita wajib meningkatkan rasa empati agar tidak ada yang mati kelaparan saat pandemi berlangsung. Jika ada teman atau tetangga yang isolasi mandiri maka bisa membantu dengan memberi nasi kotak, madu, vitamin, atau kebutuhan lain yang meringankan beban mereka.

Selain itu, cara untuk berdonasi juga bisa dengan membagikan nasi bungkus ke pedagang kaki lima atau tukang becak, misalnya tiap hari jum’at. Cara lainnya adalah dengan membeli dagangan PKL, karena saat PPKM level 4 jam buka mereka dibatasi. Atau ketika uangnya hanya sedikit, minimal memotret atau merekam lapak mereka lalu ikut dipromosikan di media sosial.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj juga menghimbau warga nahdliyin untuk meningkatkan perhatian terhadap masyarakat kecil, khususnya di masa pandemi. Kita harus meningkatkan solidarits dan sesama nahdliyin harus bergandengan tangan. Dalam artian, justru di masa pandemi wajib bekerja sama dan tidak berlaku egois terhadap orang lain.

Imbauan dari ketua PBNU sangat baik untuk dilaksanakan, tak hanya bagi nahdliyin tetapi juga bagi seluruh WNI. Pasalnya, saat pandemi banyak yang keok dan terengah-engah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena gajinya dipotong oleh perusahaan. Sehingga jika banyak yang beramal dan memberi perhatian, mereka bisa terselamatkan dari jurang kemiskinan.

Jangan sampai saat pandemi yang kaya tambah kaya tetapi yang miskin makin miskin. Misalnya ketika ada yang berbisnis obat lalu menimbun dan menjual dengan harga tinggi. Ini sama saja dengan menari di atas penderitaan orang lain, dan ulama pasti tidak akan merestuinya. Seharusnya semua orang menuruti ajakan tokoh agama untuk berbagi, bukannya berbuat curang.

Perhatian terhadap masyarakat kecil bisa dilakukan dengan cara membuat program donasi dan dilakukan oleh banyak orang. Dengan menggalang dana maka akan lebih banyak yang terkumpul dan nantinya disalurkan kepada fakir miskin dan yang berhak. Misalnya kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri dan butuh bantuan makanan siap saji. Bersedekah berjamaah seperti ini akan berpahala.

Penanganan pandemi corona tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Oleh karena itu, para ulama baik dari NU maupun Muhammadiyah menghimbau masyarakat untuk bahu-membahu dalam menangani dampak corona. Misalnya dengan membantu tetangga yang sedang isolasi mandiri, memberi bantuan kepada PKL, maupun menggalang dana bagi fakir miskin.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.