• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengapresiasi Pembangunan di Papua Bermanfaat Bagi Rakyat

Mengapresiasi Pembangunan di Papua Bermanfaat Bagi Rakyat

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 2 January 2021

Oleh : Abner Wanggai

Bumi Cendrawasih kaya akan keindahan alam yang menakjubkan. Pemerintah makin mempercantik Papua dengan membangun infrastruktur, seperti jembatan Youtefa dan Jalan Trans Papua. Masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan di sana, karena Bumi Cendrawasih makin maju dan tertata dengan apik.

Dulu saat mendengar kata Papua atau Irian Jaya (nama daerah itu pada era orde baru), maka yang terbayang adalah daerah yang dipenuhi hutan belantara. Namun saat ini keadaannya berbeda jauh, karena Bumi Cendrawasih sudah modern dan cantik. Bahkan Jayapura tak kalah majunya dengan kota lain seperti Jakarta dan Surabaya.

Modernitas yang ada di Papua adalah hasil kerja keras pemerintah dalam membangun daerah tersebut. Sejak 2001, ada program otonomi khusus yang membuat wajah Bumi Cendrawasih makin cantik, berkat pembangunan infrastruktur di sana. Dibangunlah Jembatan Youtefa, Jalan Trans Papua, Bandara Internasional Sentani, dan bangunan lain.

Yane Ansanay, akademisi dari Universitas Cendrawasih, merasa puas dengan pembangunan di Bumi Cendrawasih. Namun ada kekurangan pada bidang pendidikan. Dalam artian, putra Papua bisa kuliah berkat program otsus. Namun mereka seharusnya juga bisa belajar di kampus di Papua, tak hanya di Jawa. Sehingga sebaiknya diciptakan Perpres tentang pembukaan jurusan baru di kampus Papua.

Menurut Yane, jurusan yang mendesak untuk dibuka adalah perikanan dan pertanian. Dalam artian, mahasiswa bisa belajar dan menjadi petani modern. Karena ia tak hanya bercocok tanam, tapi membuat bisnis agro dan mengolah hasil bumi Papua, seperti sagu, ubi, pisang, dll. Sementara sarjana perikanan bisa mengolah ikan, dan mengekspornya, serta mendapat hasil yang lebih banyak.

Dalam bidang pendidikan, pemerintah memang sudah menggelontorkan dana melalui otsus. sebanyak 20% anggaran program ini dikhususkan untuk beasiswa kepada para putra Papua.

Sehingga mereka bisa belajar hingga perguruan tinggi, tak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri. Selain itu, beasiswa ini juga diberikan kepada mereka yang ingin mendaftar jadi anggota TNI.

Selain bidang pendidikan, pemerintah juga menggenjot pembangunan infrastruktur di Papua. Jembatan Youtefe tak hanya jadi pajangan, namun memudahkan transportasi hingga ke perbatasan dengan Papua Nugini.

Makin banyak turis lokal yang mampir ke jembatan berwarna merah ini, sehingga membuat parawisata di Papua jadi ramai.
Jalan Trans Papua membentang sepanjang lebih dari 4.000 KM membuat transportasi penduduk makin mudah.

Mereka tak harus berjalan melintasi hutan atau mengandalkan pesawat yang amat mahal. Namun bisa melintasi jalan ini dengan aman. Bahkan ketika diresmikan, Presiden Jokowi langsung mengetes kekuatan jalan ini dengan sepeda motor trail.

Di Papua juga dibangun stadion dan venue lain seperti kolam renang untuk pekan olahraga nasional. Walau PON XX diundur setahun, namun bangunan ini sudah selesai dan siap dipakai sewaktu-waktu. Setelah acara ini selesai, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk berolahraga sekaligus refreshing. Pemilihan Papua sebagai tuan rumah PON menunjukkan bahwa di sana sudah sangat modern.

Baca juga: Keren, PT Indonesia Power Kembali Boyong Belasan Penghargaan Tertinggi Dalam Kinerja Pengelolaan Lingkungan (Proper) TAHUN 2020

Masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan di Papua, baik di bidang pendidikan maupun infrastruktur. Mereka merasa senang karena Presiden Jokowi begitu memperhatikan wilayah Bumi Cendrawasih, bahkan tercatat sebagai kepala negara yang paling sering mengunjungi Papua.

Presiden ingin agar pembangunan di wilayah timur tak berbeda jauh dengan wilayah barat.
Setelah Papua dibangun sedemikian indahnya, masyarakat diharap bekerja sama dengan pemerintah daerah, dengan ikut merawatnya.

Jangan ada yang iseng dan melakukan vandalisme pada bangunan yang baru selesai. Selain itu, jangan ada kalangan yang melarang anak-anaknya untuk mengambil beasiswa otsus, karena sangat berguna bagi masa depan mereka.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Perkuat Strategi Percepatan Rumah Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

October 15, 2026

Rumah Subsidi Jadi Fokus Percepatan Penyaluran FLPP Akhir Tahun

October 15, 2026

Pemerintah Perkuat Strategi Percepatan Rumah Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

By Kata IndonesiaOctober 15, 20260

Pemerintah Perkuat Strategi Percepatan Rumah Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) JAKARTA — Pemerintah menegaskan…

Rumah Subsidi Jadi Fokus Percepatan Penyaluran FLPP Akhir Tahun

By Kata IndonesiaOctober 15, 20260

Rumah Subsidi Jadi Fokus Percepatan Penyaluran FLPP Akhir Tahun Jakarta – Pemerintah mempercepat penyaluran Kredit…

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Menguat lewat Ekosistem Industri Nasional

By Kata IndonesiaOctober 15, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Menguat lewat Ekosistem Industri Nasional Jakarta – Dua tahun pemerintahan…

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Tumbuh seiring Investasi Strategis

By Kata IndonesiaOctober 15, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Tumbuh seiring Investasi Strategis JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.