• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mengapresiasi Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di Papua

Mengapresiasi Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 22 March 2021

Oleh : Moses Waker

Saat ini Papua tak lagi identik dengan wilayah yang terbelakang, karena sudah banyak infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Dengan adanya jalan trans Papua dan bandara internasional Sentani, maka mobilitas masyarakat akan lebih mudah. Saat mobilitas dipermudah maka akan memperbaiki sektor pariwisata, karena turis akan mudah berpindah ke lokasi wisata lain dengan mudah.

Alam Papua sangat cantik, tetapi hal ini belum membawa banyak turis seperti Bali. Padahal di Bumi Cendrawasih sangat potensial untuk jadi tujuan wisata. Tak hanya Raja Ampat, tetapi juga ada Jembatan Youtefa, Lorentz national Park, Puncak trikora, dll. Tempat-tempat tersebut sangat eksotis dan mampu mengusir kepenatan bagi yang mengunjunginya. Sayangnya dulu belum ada jalan yang bagus untuk dilewati.

Untuk mengatasi masalah ini dan memperbaiki sektor wisata, maka pemerintah pusat bekerja sama dengan pemda Papua membangun infrastruktur. Di antaranya Jalan Trans Papua yang membentang lebih dari 4.300 kilometer dan mempermudah mobilitas, sehingga masyarakat dan wisatawan bisa melintas dengan cepat, mudah, dan aman.

Mengapa yang diperbaiki mobilitasnya? Karena jika infrastruktur yang dibangun berkaitan dengan perjalanan masyarakat, akan sangat berguna. Ketika jalanan sudah bagus dan bandara berstandar internasional sudah berdiri, maka akan membuat peningkatan kunjungan wisata ke Papua. Mereka akan selalu cinta Papua dan menjadikannya tempat berlibur, karena alamnya cantik dan infrastrukturnya bagus.

Tak hanya mengundang para turis dan menambah devisa dari pemda Papua, tetapi pembangunan infrastruktur juga mampu meningkatkan perekonomian rakyat. Masyarakat di sekitarnya akan kecipratan rezeki karena mereka bisa berjualan suvenir, makanan khas Papua, dll. Sehingga akan menambah pendapatan dan mengentaskan kemiskinan.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan meningkatkan ekonomi lokal dan taraf hidup masyarakat di daerah terpencil. Jika jalannya bagus, maka perekonomian di Papua akan tumbuh lebih cepat. Dalam artian, lancarnya jalan tak hanya bermanfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga perdagangan.

Para pebisnis bisa memanfaatkan jalan trans Papua untuk melintas ke wilayah lain saat mengantarkan berbagai barang pesanan. Jarak tempuhnya akan lebih pendek ketika lewat jalan trans Papua, sehingga menghemat waktu, otomatis akan mengurangi biaya transportasi. Sehingga harga barang-barang akan turun dan menguntungkan masyarakat di wilayah Papua.
Hal ini terbukti dari harga semen dan barang-barang lain yang turun di Papua hingga 25%.

Penurunan ini terjadi karena dulu semen harus diangkut lewat pesawat, jika ingin mengantar ke wilayah terpencil. Sedangkan sekarang bisa via jalan darat, bukan udara. Masyarakat sipil bahagia karena harga semen dan banyak barang lain turun, karena lancarnya mobilitas di Papua.

Keberhasilan pembangunan di Papua memang patut diapresiasi, karena membuktikan keseriusan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di sana. Mulai dari modernitas, pemerataan pembangunan, sampai pendekatan ke warga sipil saat ada infrastruktur baru yang akan dibangun. Sehingga mereka mengerti bahwa semua ini untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden Jokowi ingin ada pemerataan antara Indonesia timur dan barat. Oleh karena itu, pembangunan di wilayah Papua terus digenjot. Karena hanya dengan pembangunan, akan ada persamaan kemajuan antara di Jawa dan Papua. Jangan sampai rakyat di Bumi Cendrawasih tidak bisa menikmati modernitas dan merasakan ketidakadilan.

Pemerintah sedang menggalakkan pembangunan di wilayah Papua, apalagi Bumi Cendrawasih menjadi tuan rumah PON XX. Banyak infrastruktur yang dibangun di sana, di antaranya Jembatan Youtefa dan jalan trans papua. Mengapa mobilitas yang dipermudah dengan pembangunan jalanan? Karena akan berdampak positif bagi perekonomian rakyat, sehingga warga Papua akan makin makmur.

Penulis adalah mahasiswa Papua tingal di Gorontalo

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.