• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mengapresiasi Diplomasi RI Wujudkan Gencatan Senjata Israel-Palestina

Mengapresiasi Diplomasi RI Wujudkan Gencatan Senjata Israel-Palestina

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 24 May 2021

Oleh : Muhammad Yasin

Pemerintah Indonesia membela Palestina habis-habisan melalui jalur diplomasi. DK PBB terus didesak agar menjewer Israel untuk menghentikan kontak senjata. Karena jika diteruskan, akan bisa merembet jadi perang dunia ketiga, dan negara-negara lain juga ikut berkonflik dan membela pihak yang lain.

Konflik antara Israel dan Palestina menjadi sorotan dunia, karena sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Terakhir, tentara Israel nekat menyerang kompleks Masjidil Aqsa dan melontarkan pelor, sehingga memantik kemarahan semua orang, termasuk Indonesia. Karena mereka telah melewati batas dengan menembaki rumah ibadah.

Pemerintah Indonesia bergerak cepat dengan mendesak DK PBB agar bersikap tegas untuk menengahi konflik ini. Presiden Jokowi juga mengecam kekejaman Israel dan berharap agar permasalahan ini segera selesai. Karena korban dari peristiwa berdarah ini kebanyakan adalah wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa penjajahan dalam konflik Israel dan Palestina adalah isu utama. Konflik bersikap simetris, yakni Israel sebagai penjajah dan Palestina sebagai yang dijajah. Dalam artian, segala bentuk penjajahan harus dihentikan sekarang juga karena melanggar hak asasi manusia.

Menteri Retno melanjutkan, semua negara harus menghentikan upaya sitematis Israel. Karena pendudukan rakyat Palestina adalah pelanggaran hukum internasional yang memerlukan respon bersama dari semua negara. Dalam artian, tidak ada tempat bagi penjajahan di seluruh wilayah di dunia, dan Indonesia terus berniat untuk membela rakyat Palestina.

Setelah pemerintah Indonesia mendesak DK PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa ia keberatan terhadap penyerangan di wilayah perbatasan Palestina. Ia juga mendesak Israel agar melakukan gencatan senjata.

Pernyataan Sekjen PBB dan desakan dari banyak negara lain membuat Israel akhirnya menyerah. Mereka akhirnya melakukan gencatan senjata pada tanggal 20 mei 2021. Penghentian serangan ini tentu melegakan karena rakyat Palestina tak lagi hidup di bawah ketakutan karena banyak tentara Israel yang berkeliaran.
Setelah 11 hari penyerangan, maka masyarakat Palestina akhirnya bisa merasakan perdamaian.

Penembakan oleh tentara Israel telah membuat lebih dari 200 orang meninggal dunia dan banyak korban luka-luka. Sehingga jika tidak ada gencatan senjata, tak bisa dibayangkan ada berapa korban lagi yang harus kehilangan nyawa dengan cara tragis.

Gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel juga merupakan hasil dari perjuangan Indonesia, yang membela Palestina dari jalur diplomasi. Karena Indonesia adalah salah satu anggota DK PBB, sehingga pendapatnya sangat dihargai oleh Sekjen PBB. Pemerintah menggunakan statusnya dan pengaruhnya, untuk membela rakyat Palestina.

Selain itu, keberanian Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga patut diacungi jempol. Menteri Retno sangat vokal dalam menyatakan pendapatnya, di depan banyak perwakilan negara lain, termasuk anggota-anggota OKI. Mereka yang kebanyakan laki-laki amat kagum terhadap sosok wanita tangguh, yang pandai berdiplomasi untuk membela hak rakyat Palestina yang menderita.

Diplomasi Indonesia berhasil dan membuat gencatan senjata patut diapresiasi, karena berkat kecerdasan Menteri Retno dan strategi untuk bersilat lidah, akhirnya rakyat Palestina terselamatkan. Indonesia memang lebih memilih jalur ini daripada kekerasan, karena dianggap lebih efektif dan memiliki efek positif dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, jika ada serangan lagi, maka dipastikan pemerintah akan membela Palestina kembali.

Kita wajib memberi pujian pada pemerintah Indonesia karena terus membela Palestina demi alasan kemanusiaan. Penyerangan terhadap rakyat yang tak memegang senjata tentu sangat tidak dibenarkan, karena jika dibiarkan akan terjadi genosida, yang melanggar hak asasi manusia. Pemerintah akan terus bersama rakyat Palestina dan semoga tak ada serangan lagi ke depannya.

Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.