• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mendukung Vaksinasi Covid Demi Indonesia Sehat

Mendukung Vaksinasi Covid Demi Indonesia Sehat

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 22 August 2021

Oleh : Kurniawan

Masyarakat diharapkan mengikuti dan mendukung Vaksinasi corona wajib karena kita ingin segera memiliki herd immunity dan memujudkan Indonesia . Masyarakat bisa menjadi duta vaksin walau bukan secara resmi, untuk terus mempromosikan program ini agar Indonesia dapat segera bebas dari Covid-19.

Pandemi bagaikan film horor ketika satu demi satu manusia terkena virus covid-19. Namun kita tidak boleh menyerah begitu saja dan wajib sigap untuk mengatasinya. Salah satu caranya adalah dengan vaksinasi, karena setelah disuntik, kita akan memiliki imunitas terhadap corona.

Sejak awal tahun 2021 ada program vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, dan kita semua wajib mendukungnya, demi kekebalan komunal. Sehingga amat wajar jika semua orang harus diinjeksi, tujuannya agar membentuk herd immunity sebagai syarat untuk melepaskan diri dari belenggu pandemi.

Untuk mempercepat terbentuknya herd immunity maka target selesainya vaksinasi nasional dipecepat, dari 18 bulan menjadi 12 bulan saja. Sedangkan untuk injeksi, semula yang ditargetkan bisa 1 juta dalam sehari menjadi 2 juta suntikan vaksin. Semua dipercepat agar kita tak lagi dikejar-kejar oleh ganasnya corona.

Ketua DPR RI AA LaNyalla Mattalitti mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam mencapai target ini. Menurut data dari tim Satgas Penanganan Covid, per tanggal 13 juli sudah ada 2,4 juta suntikan per hari di Indonesia. Rinciannya, 1,99 juta injeksi dosis pertama dan sisanya untuk dosis kedua.

LaNyalla menambahkan, keberhasilan dalam mencapai target ini berkat kolaborasi antara Kementrian Kesehatan, Tim Satgas Covid-19, dan seluruh instansi terkait. Juga merupakan hasil kerja keras dari para tenaga kesehatan yang bertugas saat vaksinasi dan pihak-pihak lain. Dalam artian, kerjasama ini jelas berhasil dan akhirnya rakyatlah yang diuntungkan karenanya.

Oleh karena itu kita wajib angkat topi tinggi-tinggi kepada mereka yang telah mensukseskan vaksinasi nasional, karena berkat mereka masyarakat telah mendapatkan injeksi dengan aman. Apalagi pada vaksinasi massal jumlah yang disuntik tidak sedikit sehingga nakes wajib menjaga stamina saat bekerja. Para tenaga medis berjuang untuk memvaksinasi dan sekaligus mengedukasi masyarakat, bahwa vaksin corona halal dan tanpa efek samping yang berat.

Selain itu, aparat juga mendukung vaksinasi dengan menyelenggarakan program ini, yang tentu di bawah pengawasan Kemenkes dan tim satgas penanganan covid. Vaksinasi massal yang diadakan selalu diserbu peminat, karena tidak hanya untuk kalangan sendiri. Namun masyarakat umum juga boleh mendaftar. Di acara ini bisa sekaligus ratusan orang yang mendapatkan vaksin.

Vaksinasi massal yang diadakan tentu wajib sesuai dengan protokol kesehatan, karena panitia tentu menghidarkan semuanya dari kluster corona baru. Semua orang wajib pakai masker, kalau bisa double masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Saat mengantri bisa sambil duduk agar tidak lelah dan ada jarak sehingga menerapkan physical distancing.

Sebagai warga sipil kita juga wajib mendukung vaksinasi dan dengan sukahati disuntik sampai 2 kali. Apalagi injeksinya gratis, sehingga menunjukkan bahwa pemerintah sangat perhatian kepada rakyatnya. Vaksinasi adalah salah satu ikhtiar untuk bebas corona sehingga wajib dilakukan.

Selain itu, rakyat juga bisa menjadi duta vaksin walau tidak secara formal, untuk menyatakan dukungannya. Caranya dengan berfoto setelah disuntik atau saat diinjeksi, lalu memasangnya di status WA atau FB, atau bisa juga di Instagram. Setelah diunggah maka teman-teman yang lain akan percaya bahwa vaksin ini aman karena tidak membuat seseorang kesakitan.

Rakyat dan seluruh pihak bahu-membahu dalam mendkung vaksinasi, karena program ini baik sekali untuk memberangus corona. Kita bisa lekas mengakhiri masa pandemi jika minimal 75% WNI disuntik vaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Ayo dukung vaksin demi masa depan Indonesia yang gemilang.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.