• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 July 2020

Oleh : Dodik Prasetyo

Krisis ekonomi di Indonesia yang terjadi akibat pandemi Covid-19 membuat keadaan finansial negeri ini nyaris oleng. Untuk mengatasinya, pemerintah menyiapkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang diharap bisa membantu semua pihak. Mulai dari BUMN hingga pemilik bisnis UMKM, semua mendapat perhatian dari pemerintah.

Program pemulihan ekonomi nasional adalah solusi untuk mengatasi perekonomian di Indonesia yang dihantam badai corona. Untuk mengawali program ini, maka pertama-tama yang disasar adalah masyarakat kelas bawah.

Mereka mendapat bantuan sosial berupa uang tunai sebesar 600.000 rupiah atau bisa berupa paket sembako. Ada pula bantuan berupa BLT dan PKH untuk mereka.
Selain membantu rakyat kecil dan kalangan menengah, program pemulihan ekonomi nasional juga menolong para pemilik bisnis UMKM.

Mereka yang memiliki cicilan di Bank, akan mendapat keringanan berupa pengurangan bunga pinjaman. Jika biasanya bunga tersebut adalah 6 persen, jadi 3 persen saja. Selain pengurangan bunga, masa pinjaman juga diperpanjang. Jadi beban mereka sedikit berkurang, karena nominal yang harus disetor ke Bank lebih kecil dari biasanya.

Baca juga: New Normal Dorong Pemulihan Ekonomi Indonesia

Selain Bank, pemilik UMKM yang memiliki tanggungan di koperasi, KUR, pegadaian, dan perusahaan finance, mendapat fasilitas yang sama. Mereka juga mendapat intensif pajak, jadi nominal yang harus diberikan untuk pajak jadi berkurang. Selain itu, ketika pengusaha UMKM ingin mengambil kredit lagi untuk tambahan modal, akan dipermudah birokrasinya.

Mengapa mereka patut dibantu? Karena pebisnis UMKM memiliki modal dan omzet yang belum terlalu tinggi.

Sedangkan mereka juga termasuk dari pelaku penggerak roda ekonomi Indonesia. Sebagai pengingat, ketika krisis ekonomi terjadi tahun 1998 lalu, yang bisa bertahan malah pemilik UMKM.
Program pemulihan ekonomi nasional tak hanya membantu kalangan bawah, tapi juga BUMN. Ternyata tidak semua perusahaan BUMN dalam keadaan sehat.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan berupa penyertaan modal negara. Presiden juga menginstruksikan untuk memberi talangan (investasi) modal kerja, pembayaran kompensasi, dan penundaan dividen. Jadi perusahaan BUMN yang dibantu, diharap bisa moncer lagi performanya, walau masih di masa pandemi.

Pemerintah juga mendukung kegiatan ekspor dan impor. Kebijakan lockdown total tidak dipilih oleh Presiden Joko Widodo, dan sekarang bandara juga sudah mulai dibuka kembali.

Pelabuhan juga aktif lagi. Jadi impor barang dari luar negeri juga diadakan kembali. Ada intensif, sehinga pajak untuk barang impor dan biaya bea serta cukai nilainya berkurang. Jika ada perusahaan yang reputasinya baik, maka proses impor dan ekspornya bisa dipercepat. Birokrasinya juga dipermudah, dan ekspor serta impor barang tidak lagi dibatasi.

Selain pemilik bisnis UMKM, perusahaan ekspor impor, dan rakyat kecil, pemerintah juga memperhatikan pengusaha properti. Mengapa sampai dimasukkan ke program pemulihan ekonomi nasional? Karena faktanya masih banyak rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri. Sedangkan mereka dituntut untuk bekerja dari rumah.

Solusinya, pemerintah bisa memberi intensif hanya kepada 1 bank yang ditunjuk. Bank yang statusnya BUMN tersebut bisa dipilih karena sejak dulu memiliki spesialisasi sebagai pemberi kredit perumahan, jadi pengalamannya sangat banyak.

Selain itu, jika intensif diberikan hanya kepada 1 bank, nominalnya akan lebih besar. Jadi Bank tersebut akan bisa memberi subsidi cicilan rumah dengan bunga yang lebih ringan.
Pemerintah membuat program pemulihan ekonomi nasional untuk membantu memulihkan keadaan finansial di Indonesia.

Yang diberi dukungan bukan hanya perusahaan BUMN dan juga Bank, tapi juga rakyat kecil dan pemilik bisnis UMKM. Semoga dengan adanya program pemulihan ekonomi nasional, kita tidak terjerumus dalam resesi atau krisis ekonomi bagian kedua.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.