• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hukum & Kriminal»Mendukung Penegakan Hukum Kepada KST Papua

Mendukung Penegakan Hukum Kepada KST Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 24 April 2022

Mendukung Penegakan Hukum Kepada KST Papua

Oleh : Rebecca Marian

Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua masih menjadi ancaman bagi Indonesia khususnya di wilayah Papua. Masyarakat pun mendukung penegakan hukum kepada gerombolan tersebut agar stabilitas Papua kembali terjaga.

Pada 3 April 2022, personel Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menembak mati Ali Teu Kogoya yang diduga kuat merupakan anggota KST pimpinan Lekagak Telenggen di Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Direskrimun Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan, saat dikejar aparat, Ali Teu Kogoya alias ATK diduga sedang mengamati pos keamanan.

TKP tersebut tidak jauh dari pos keamanan dan Polsek, kalau garis lurus itu Cuma 200 meter saja, kejadian sebulan sebelumnya di mana salah seorang warga terkena tembak juga berada di tempat yang sama.

Menurut Faizal, keberhasilan aparat keamanan mendeteksi keberadaan ATK merupakan perintah Kapolda Papua kepada Polres di daerah rawan untuk memperkuat pengamanan di dalam kota.
Faizal mengatakan, Kapolda sudah memerintahkan lima kapolres untuk menyusun sistem kota sehingga keberadaan masing-masing kelompok bisa diantisipasi untuk menyerang masyarakat umum ataupun TNI-Polri. Ini salah satu indikasi kalau sistem ini mulai berdampak.
Satgas Operasi Damai Cartenz Diketahui menembak mati salah satu anggota KST Ali Kogoya di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu 3 April 2022. Anggota KST tersebut ditembak oleh petugas karena berusaha melawan dan menembak petugas saat hendak ditangkap.
Langkah tegas dari aparat ini tentu saja merupakan bentuk antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena keberadaan kelompok separatis tersebut telah meresahkan masyarakat sipil di Papua.
Pada tanggal 31 Maret 2022 lalu, KST sempat menembak anggota TNI hingga menyebabkan satu anggota TNI yang bertugas di Dandim 1702 dan istrinya yang berprofesi sebagai bidan gugur.
KST yang dipimpin oleh Undius Kogoya dan Aibon Kogoya dilaporkan telah membakar bangunan sekolah satu atap SD-SMP dan menganiaya guru di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Rabu 30 Maret 2022.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, di Jayapura mengakui dari laporan yang diterima terungkap insiden yang terjadi pada pukul 17.50 WIT, setelah anggota melihat kepulan asap dari arah Kampung Hitadipa. Setelah melihat kepulan asap, kemudian anggota melakukan penyelidikan dan dipastikan KKB telah membakar gedung sekolah satu atap Hitadipa.
Dari keterangan saksi, sekitar pukul 16.30 WIT KKB ke Kampung Hitadipa kemudian membakar gedung sekolah satu atap YPPGI-SMP N 2 Hitadipa berjumlah 9 kelas. KST tidak hanya membakar gedung sekolah tetapi juga menganiaya warga sipil di antaranya seorang guru di sekolah yang dibakar oleh KST. Setelah melakukan pembakaran dan penganiayaan warga KST melarikan diri keluar dari Kampung Hitadipa.
Selain itu, KST pimpinan Egianus Kogoya juga melakukan penyerangan ke Pos Satgas Mupe Yonif Marinir TNI AL di Kenyam, Nduga pada tanggal 26 Maret 2022. Serangan tersebut menggunakan senjata pelontar granat (GLM) hingga mengakibatkan 10 prajurit mengalami luka tembak.
Kapolres Nduga Kompol Budhiarta mengatakan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh KST dari dua arah dan mereka semuanya membawa senjata api. Bahkan bunyi tembakan dari senjata pelontar granat jenis GLM yang dipegang oleh Egianus Kogoya terdengar hingga ke Polres Nduga yang berjarak sekitar 1,2 KM dari Pos Satgas Mupe.
Dirinya juga menyebutkan bahwa GLM yang dibawa oleh Egianus Kogoya beserta senjata api yang dibawa anggota KST saat penyerangan merupakan senjata rampasan yang merupakan milik TNI.
Sebelum terjadi aksi penyerangan, masyarakat di sekitar Kenyam sudah mendengar informasi yang menyatakan bahwa KKB akan melakukan penyerangan namun tidak diketahui pasti kapan dan di mana.
KST telah menjadi ancaman nyata bagi negara, mereka telah menjadi biang keributan dan keresahan di Papua hingga merenggut korban jiwa baik dari kalangan militer maupun sipil.
Pemerintah khususnya TNI-Polri harus benar-benar menindak tegas siapapun anggota KST yang terlibat dalam segala kericuhan maupun keonaran di Papua. Negara tidak boleh kalah dengan KST, karena bagaimanapun juga, masyarakat di Papua berhak mendapatkan kehidupan aman dan jauh dari kata kericuhan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.