• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mendorong Peran Kepala Daerah Dalam Percepatan Swasembada Pangan

Mendorong Peran Kepala Daerah Dalam Percepatan Swasembada Pangan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 16 March 2025

Mendorong Peran Kepala Daerah Dalam Percepatan Swasembada Pangan

Manado – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan bahwa percepatan swasembada pangan harus dilakukan dengan optimalisasi lahan, penyediaan pupuk, serta infrastruktur pendukung seperti irigasi. Ia menyoroti fakta bahwa setelah Orde Baru, pembangunan irigasi di Indonesia cenderung stagnan, padahal keberadaannya sangat krusial untuk meningkatkan hasil panen.

 

 

 

“Kami diperintahkan untuk mengawal visi Presiden Prabowo Subianto, mengawal Menteri Pertanian, serta Menko Pangan agar swasembada pangan bisa tercapai dalam dua tahun. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya perhatian terhadap irigasi. Padahal, jika ini dioptimalkan, kita bisa mencapai produksi 30 juta ton beras per tahun,” ujar Bima Arya.

 

 

 

Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kunjungan ke 15 provinsi, ditemukan bahwa banyak irigasi yang sudah lama tidak diperbarui. Sebagian besar sistem irigasi yang masih berfungsi saat ini dibangun pada masa kolonial Belanda atau Orde Baru. Sayangnya, irigasi-irigasi tersebut banyak yang terbengkalai akibat minimnya pemeliharaan dan kurangnya tenaga pengatur air.

 

 

 

Bima Arya menggarisbawahi bahwa kepala daerah memiliki peran penting dalam mengawal program ini di lapangan. Menurutnya, alokasi anggaran triliunan rupiah untuk sektor pertanian tidak akan berdampak signifikan jika tidak ada pengawalan dan koordinasi yang baik di tingkat daerah.

 

 

 

“Masalahnya adalah apakah kepala daerah cukup paham dan mampu untuk mengawal ini. Banyak kepala daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap program ini, namun ada juga yang masih kurang peduli. Jika pengawalan dari kepala daerah lemah, visi besar ini tidak akan terwujud dengan maksimal,” ujarnya.

 

 

 

Oleh karena itu, ia mengajak para kepala daerah untuk lebih aktif dalam memastikan seluruh program percepatan swasembada pangan berjalan dengan baik dari hulu ke hilir. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu yang lebih singkat, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

 

 

 

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2025 di Surabaya, Jumat. AHY menekankan bahwa infrastruktur memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

 

 

 

“Bendungan harus memberikan dampak nyata. Kita harus memastikan ada sambungan irigasi primer, sekunder, hingga tersier agar lahan pertanian dapat diairi dengan optimal dan meningkatkan produktivitas,” kata AHY.

 

 

 

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), serta Kementerian Perhubungan untuk memastikan pembangunan infrastruktur mendukung sektor pertanian secara maksimal.

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

November 8, 2026

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

November 8, 2026

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan Oleh: Damar Setiawan Pemerintah terus menunjukkan komitmen…

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan Jakarta – Pembahasan penetapan Upah Minimum…

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.