• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»Menang Banyak, Nenek 58 Tahun Kawini Pemuda 19 Tahun di Pati

Menang Banyak, Nenek 58 Tahun Kawini Pemuda 19 Tahun di Pati

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 4 July 2019

Jagat dunia maya Kabupaten Pati dihebohkan dengan adanya foto pasangan pemuda berusia 19 tahun dan nenek berusia 58 tahun yang melangsungkan pernikahan. Dalam foto itu terlihat, kedua mempelai berada di Kantor KUA Kecamatan Tayu, Pati untuk mendaftar.

Setelah dilakukan penelusuran, pemuda itu adalah Purwanto warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati. Sementara nenek itu adalah Sutami, warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Pati.

Rencananya, kedua pasangan itu memang bakal melangsungakan pernikahan Rabu (3/7/2019) hari ini di Balai Nikah KUA Tayu. Namun, momen spesial itu batal lantara mempelai pria memalsukan surat persetujuan orang tua.

Lebih dari itu, dari pihak mempelai wanita juga tidak memperkenankan Sutami menikah dengan Purwanto.

Kepala KUA Tayu Ahmad Rodli membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, pernikahan akan dilakukan pada pukul 08.00 WIB. Setelah ditunggu beberapa lama, ibu dari mempelai pria datang ke KUA dan meminta agar pernikahan anaknya tersebut dibatalkan.

“Dari keterangan itu, mempelai pria telah memanipulasi surat persetujuan dari orang tua. Menurut undang-undang, anak di bawah 21 tahun harus mendapat surat persetujuan dari orang tua,” katanya, Rabu (3/7/2019).

Sementara itu, PJ Kepala Desa Jepat Lor Heri Prasetyo juga membenarkan bahwa warganya yang berusia 58 tahun itu akan melangsungkan pernikahan dengan pria berusia 19 tahun. Akan tetapi pernikahan tersebut dibatalkan oleh keluarga, meskipun sudah terdaftar di KUA.

“Foto resepsi pernikahan yang beredar di media sosial dan sudah viral itu tidak benar. Sebab, keduanya belum melangsungkan akad nikah,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar pengguna medsos lebih bijak dan tidak memviralkan foto tersebut. Sebab, kedua mempelai sangat trauma dengan viralnya foto itu.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.