• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Menag Ajak KUII Ambil Peran Kurangi Islamophobia di Dunia

Menag Ajak KUII Ambil Peran Kurangi Islamophobia di Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 4 March 2020

Menteri Agama Fachrul Razi mengajak forum Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII untuk mengambil peran dalam mengurangi Islamophobia di dunia. Ajakan ini disampaikan Menag usai menutup gelaran KUII di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Jumat (28/02) malam.

“Dihadiri para tokoh agama Islam lintas ormas, KUII tentu punya posisi strategis dalam peran-peran internasional. KUII semestinya ambil peran terdepan dalam menghilangkan Islamophobia di dunia,” terang Menag.

Menag mencontohkan Islamophobia dengan peristiwa kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum dengan mengatasnamakan agama di India. Kekerasan berdarah di India ini dipicu adanya Undang-Undang Kewarganegaraan India yang hanya memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negaranya dengan syarat beragama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan Muslim India meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Baca juga: Penting, Kemenag: Jemaah Umrah Tertunda Keberangkatan Tidak Dikenakan Biaya Tambahan

Menag Fachrul Razi prihatin dan mengecam keras peristiwa kekerasan atas nama agama tersebut.  Menag mengimbau agar umat beragama di India tidak merusak nilai kemanusiaan atas nama agama.

“Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan, apapun motifnya. Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama,” tegas Menag.

“Saya mengajak KUII untuk memperkenalkan dan tunjukkan pada dunia bahwa kita, Islam itu seperti apa. Islam yang mengajarkan toleransi, Islam yang damai,” lanjutnya.

Layaknya kongres pada umumnya, KUII tentu telah menghasilkan sejumlah rumusan. Menag berpesan agar rumusan KUII VII dapat memperkuat relasi keislaman dan kebangsaan, serta sejalan dengan semangat pembangunan nasional.

“Rumusan-rumusan yang dihasilkan dalam KUII ke VII harus memperkuat relasi kebangsaan dan keislaman, serta mendukung pembangunan bangsa secara nasional,” kata Menag.

“Tentunya dengan program yang dapat menyentuh langsung kepentingan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi dan kemaslahatan bagi pembangunan nasional,” tandasnya.

(Sumber Humas Kemenag)

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah

April 28, 2026

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga

April 28, 2026

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

Reshuffle Kabinet Upaya Presiden Tingkatkan Produktivitas Pemerintah Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan…

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga Oleh : Lisa Ramadhani Di tengah ketidakpastian…

Ketahanan APBN dalam Menghadapi Gejolak Global

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

Ketahanan APBN dalam Menghadapi Gejolak Global Oleh : Ricky Rinaldi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara…

APBN Terkelola Baik, Dampak Global Direspon Terukur

By Kata IndonesiaApril 28, 20260

APBN Terkelola Baik, Dampak Global Direspon Terukur Jakarta – Pemerintah memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.