• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Melawan Radikalisme dengan Kearifan Lokal

Melawan Radikalisme dengan Kearifan Lokal

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 May 2022

Melawan Radikalisme dengan Kearifan Lokal

Oleh : Ismail

Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat, yang memiliki nilai luhur dan telah diwariskan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur kearifan lokal tersebut diyakini mampu melawan radikalisme sebagai salah satu ancaman bangsa.

Pernahkah Anda melihat suasana negara yang pemimpinnya radikal? Ketika kelompok radikal melakukan penggulingan kekuasaan maka yang terjadi adalah kehancuran karena ada sistem pemerintahan yang berganti dengan sangat cepat dan selalu dipaksakan.

Kita berusaha mencegah agar Indonesia tidak berubah seperti Afghanistan atau negara lain yan g jadi radikal.

Kepala Makara Art Center UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw menyatakan bahwa Indonesia memiliki kearifan lokal yang dapat menangkal radikalisme dan terorisme. Kearifan lokal bagaikan emas dan berlian yang bisa diolah.

Masyarakat bisa memanfaatkannya untuk menangkal radikalisme.

Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas masyarakat lokal. Kearifan lokal di tiap daerah berbeda-beda. Misalnya ada kawasan yang memiliki hutan larangan dan ada yang menerapkan hukum adat.

Dengan kearifan lokal maka masyarakat bisa melawan radikalisme. Penyebabnya karena kelompok radikal hadir membawa kebudayaan dan kebiasaan baru. Sayangnya kebiasaan ini bertentangan dengan kearifan lokal. Misalnya larangan untuk memusuhi orang yang berbeda keyakinan. Hal ini amat disayangkan karena sejak zaman kerajaan, masyarakat nusantara merupakan kelompok yang heterogen.
Kelompok radikal juga berceramah dan menentang kesenian wayang karena menurut mereka merupakan ajaran dari keyakinan lain. Padahal cerita wayang sudah digemari oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum era kemerdekaan. Bayangkan jika kelompok radikal jadi penguasa, mau dikemanakan wayang, dalang, dan sindennya? Kehadiran mereka bisa memberangus kebudayaan Indonesia.
Dengan menggencarkan kearifan lokal maka radikalisme bisa dihancurkan. Pertama, masyarakat bisa diingatkan lagi untuk menikmati dan memviralkan budaya lokal, sehingga jika ada budaya impor yang dibawa oleh kelompok radikal akan ditentang. Kebudayaan lokal bisa diadakan lagi misalnya dengan mewajibkan murid-murid dan gurunya memakai seragam batik pada hari tertentu. Mereka akan mencintai batik dan budaya Indonesia.
Jika makin banyak pecinta batik maka mereka akan memakainya di berbagai kesempatan, mulai dari pesta pernikahan sampai ke rapat RW. Ketika ada anggota kelompok radikal yang merayu agar mau masuk, maka masyarakat akan menolaknya. Penyebabnya karena jika jadi anggota kelompok radikal maka pakaiannya wajib polos dan kalau bisa berwarna hitam, dan tidak bisa memakai batik.
Kedua, masyarakat bisa mencintai kebudayaan dan kearifan lokal dengan menonton wayang orang dan wayang kulit. Kebudayaan luhur ini merupakan warisan dari nenek moyang dan memiliki banyak pelajaran hidup. Ketika mencintai wayang maka akan menolak ajakan anggota kelompok radikal, karena mereka jelas tak menyukai wayang yang dianggap sebagai representasi makhluk hidup.
Begitu pula dengan kebudayaan lain seperti tarian tradisional, gending, gamelan, dan lain-lain. Walau di era teknologi informasi, tetapi kesenian tradisonal wajib disebarkan karena berisi banyak ajaran luhur, sekaligus mempertahankan budaya asli Indonesia. Jika semua rakyat mencintai kebudayaan dan kearifan lokal maka mereka akan menolak radikalisme yang membawa kebudayaan asing, yang tidak cocok dengan masyarakat Indonesia.
Radikalisme wajib dilawan karena jika dibiarkan saja, mereka akan mengacak-acak tatanan bangsa. Untuk mencegah meluasnya radikalisme maka masyarakat perlu menggencarkan kembali kecintaan akan kebudayaan dan kearifan lokal. Misalnya wayang, batik, dan lain sebagainya. Dengan adanya kecintaan terhadap kearifan lokal maka diharapkan penyebaran radikalisme dapat ditekan.
)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.