• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Dana dan Tenaga Kerja Meningkat

MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Dana dan Tenaga Kerja Meningkat

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 6 March 2026

MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Dana dan Tenaga Kerja Meningkat

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menunjukkan dampak positifnya terhadap dinamika ekonomi daerah. Tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, MBG juga terbukti menggerakkan roda perekonomian lokal melalui peningkatan perputaran dana dan penyerapan tenaga kerja.

 

Implementasi program ini dirancang melibatkan pelaku usaha lokal, mulai dari petani, peternak, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa distribusi, sehingga manfaat ekonominya dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah.

 

Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM), Monisyah menjelaskan sejak dijalankan, MBG tidak hanya diposisikan sebagai program sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan bahan pangan disalurkan melalui skema yang mendorong pembelian produk lokal. Hal ini menciptakan efek berganda _(multiplier effect),_ di mana setiap rupiah yang dibelanjakan berkontribusi pada peningkatan pendapatan pelaku usaha daerah sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.

 

“MBG tidak hanya diposisikan sebagai program sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan bahan pangan disalurkan melalui skema yang mendorong pembelian produk lokal.” kata Monisyah

 

Di berbagai wilayah, keterlibatan dapur umum dan koperasi setempat telah membuka peluang kerja baru. Tenaga masak, tenaga distribusi, hingga tenaga administrasi direkrut dari masyarakat sekitar. Kondisi ini membantu menekan angka pengangguran, terutama di daerah dengan tingkat kesempatan kerja terbatas. Selain itu, peningkatan permintaan bahan pangan seperti beras, telur, sayuran, dan daging turut memacu produktivitas sektor pertanian dan peternakan lokal.

 

Dari sisi fiskal daerah, perputaran dana yang meningkat turut mendorong aktivitas ekonomi turunan, seperti perdagangan, transportasi, dan jasa pendukung lainnya. Pasar tradisional menjadi lebih bergairah karena adanya permintaan rutin dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Dengan pola distribusi yang terstruktur dan pengawasan yang ketat, MBG juga memberikan kepastian pasar bagi produsen kecil, sehingga mendorong keberlanjutan usaha mereka.

 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan, MBG memperlihatkan bahwa kebijakan berbasis kesejahteraan sosial dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar optimal dan tepat sasaran.

 

“Kebijakan MBG memperlihatkan bahwa program berbasis kesejahteraan sosial dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini,” ujar Dadan Hindayana.

 

Ke depan, konsistensi pelaksanaan dan evaluasi berkala akan menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang MBG. Dengan desain yang inklusif dan berpihak pada potensi lokal, program ini tidak hanya menghadirkan manfaat gizi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan

Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh

April 30, 2026

Dari UU PPRT hingga Museum Marsinah, Pemerintah Perkuat Komitmen untuk Buruh

April 30, 2026

Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh Jakarta – Peringatan…

Dari UU PPRT hingga Museum Marsinah, Pemerintah Perkuat Komitmen untuk Buruh

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

Dari UU PPRT hingga Museum Marsinah, Pemerintah Perkuat Komitmen untuk Buruh Jakarta – Pemerintah terus…

May Day Kondusif Jadi Kunci Investasi dan Kesejahteraan Buruh di Daerah

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

May Day Kondusif Jadi Kunci Investasi dan Kesejahteraan Buruh di Daerah *Jawa Tengah* – Gubernur…

Pemerintah Optimalkan 13 Proyek Hilirisasi untuk Peluang Investasi Lebih Luas

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

Pemerintah Optimalkan 13 Proyek Hilirisasi untuk Peluang Investasi Lebih Luas Oleh: Dara Pratiwi Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.