• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Masyarakat Perlu Taat Prokes Saat Ibadah Ramadhan

Masyarakat Perlu Taat Prokes Saat Ibadah Ramadhan

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 15 April 2021

Oleh : Dodik Prasetyo

Pandemi Covid-19 belum berakhir, protokol kesehatan tetap harus diterapkan mengingat belum terpenuhinya target masyarakat yang mendapatkan vaksinasi. Apalagi telah muncul Covid-19 varian baru, sehingga masyarakat tetap harus disiplin dalam menerapkan prokes khususnya selama mengikuti ibadah Ramadhan.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperbolehkan warga Nahdliyin untuk melaksanakan salat tarawih dan salah idul fitri di masjid, meski status pandemi Covid-19 belum dicabut. Pernyataan tersebut tertuang dalam panduan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.

PBNU juga menghimbau kepada para jemaahnya untuk meramaikan masjid dengan rangkaian ibadah selama Ramadhan. Namun, PBNU menekankan penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama ibadah.

Dalam panduan tersebut, PBNU juga menghimbau jemaah melakukan kegiatan sosial pembinaan umat. Lalu, PBNU pun meminta kepada para pendakwah untuk menyampaikan esensi Islam serta menghindari ceramah provokatif.

PBNU juga menghimbau kepada warga Nahdliyin untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait silaturahmi saat idul fitri. Seperti diketahui, pemerintah kini melarang mudik pada tahun ini guna mencegah penularan Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menetapkan serangkaian aturan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia selama setahun lebih.

Kementerian Agama juga telah mengeluarkan edaran terbaru terkait panduan ibadah di bulan Ramadhan melalui Surat Edaran nomor 4 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam SE tersebut, pemerintah menganjurkan untuk tidak melakukan aktifitas buka bersama di luar rumah. Upaya tersebut ditujukan agar penyebaran virus corona dapat ditekan.
Selain itu, Sahur On the Road juga dilarang, Polda Metro Jaya telah melarang pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan melakukan filterisasi di wilayah-wilayah yang kerap digunakan untuk SOTR. Filterisasi tersebut akan dimulai pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB sepanjang Harmoni hingga Bundaran Senayan.

Perihal aktifitas ibadah di Masjid, Pemerintah telah mengizinkan salat berjamaah di masjid dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau mushola dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antara jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Tak hanya itu, acara yang kerap diselenggarakan di masjid seperti pengajian, tausyiah, kultum ramadhan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Penerapan protokol kesehatan tersebut tentu bukan tanpa alasan, mengingat Virus Corona telah bermutasi sehingga muncul corona varian baru.

Mutasi tersebut terjadi seiring dengan perkembangan dan penyebaran Covid-19 yang telah menjangkiti sekitar 213 negara dan wilayah di dunia.

Menanggapi mutasi virus tersebut, Wakil Kepala Bidang Penelitian Transnasional di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof dr David H Muljono SpPD FINASIM FAASLD PhD mengatakan, mutasi yang terjadi pada virus sebenarnya sangat lumrah.

Mutasi merupakan kondisi di mana virus mengalami perubahan pada materi genetik virus. Mutasi juga menjadi sesuatu yang wajar dan bisa terjadi, karena banyak sekali faktor pendukungnya.

Pada saat mutasi, virus akan melakukan adaptasi dan mengubah bentuk genetiknya. David memaparkan, mutasi pada virus merupakan hal yang wajar dan itu tidak hanya terjadi pada virus corona saja.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat saat ibadah Ramadhan. Hal ini dikarenakan Ramadhan tahun ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang pelaksanaan shalat tarawih secara berjamaah. Namun ibadah harus tetap mematuhi protokol kesehatan agar dapat mencegah penyebaran virus Covid-19.

Ma’ruf Amin juga mengatakan, guna mencegah penularan virus, Pemerintah juga telah memutuskan lebih awal terkait larangan mudik. Dirinya menghimbau agar semua pihak dapat mematuhi kebijakan ini untuk menghentikan penularan virus.

Protokol kesehatan adalah harga mati untuk dipatuhi, hal ini tentu saja bukan sekadar menunjukkan kepatuhan saja, tetapi merupakan upaya untuk meredam penyebaran Covid-19 yang sudah mulai bermutasi. Dengan mematuhi protokol kesehatan, sama saja kita akan menyelamatkan bangsa dari Pandemi Covid-19.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

August 15, 2026

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

August 15, 2026

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

Suksesi Beradab, Jam’iyyah Bermartabat: Catatan untuk Muktamar Ke-35 NU

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Oleh : Anis Maftukhin Dari majelis lailatul ijtima’, naharul ijtima’, hingga rutinan Yasin dan tahlil…

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.