• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Papua Menolak KST

Masyarakat Papua Menolak KST

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 15 May 2022

Masyarakat Papua Menolak KST

Oleh : Moses Waker

Masyarakat Papua menolak keberadaan Kelompok Separatis dan teroris (KST) yang selalu membuat kerusuhan. TNI/Polri diharapkan untuk tidak ragu untuk menindak tegas gerombolan tersebut agar kedamaian Papua terjaga.

Akhir-akhir ini muncul klaim dari KST bahwa mereka didukung oleh rakyat Papua. Namun hal ini langsung ditangkis oleh Pendeta Jupinus Wama. Menurut Pendeta Jupinus, salah besar jika KST dicintai rakyat. Kenyataannya, mereka malah melakukan aksi teror, tak hanya ke warga sipil tetapi juga ke aparat keamanan. Bahkan KST tega sekali memperkosa gadis-gadis Papua. Sungguh tidak berperikemanusiaan.
Masyarakat Papua memang tidak menyukai KST sama sekali dan klaim mereka hanya hoaks. Tidak ada yang mau hidupnya selalu dipenuhi ancaman dari KST ketika melakukan teror tidak sekadar membawa senjata api. Namun mereka juga sampai mengusir penduduk karena rakyat tidak mau mendukung KST dan mengibarkan bendera bintang kejora.
Apalagi KST tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melakukan pembunuhan secara sengaja. Sudah banyak korban dari rakyat sipil, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kesehatan yang jadi korban kekejaman KST. Mereka kehilangan nyawa gara-gara serangan KST padahal keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi yang diserang juga anak kecil yang tak berdosa, bahkan dipotong jarinya.
Serangan KST menunjukkan bahwa mereka tidak menyukai kemajuan di Papua. Buktinya guru dan tenaga kesehatan dibunuh, padahal tenaganya sangat diperlukan rakyat. KST juga menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua. Hal ini juga jadi bukti bahwa kelompok separatis ini anti kemajuan, padahal Papua amat butuh modernitas agar masyarakatnya hidup makmur.
KST tidak pernah mendapat simpati masyarakat karena mereka memaksa untuk mengibarkan bendera bintang kejora pada ulang tahun OPM, tanggal 1 Desember. Rakyat tidak mau melakukannya karena setia pada Indonesia dan benderanya hanya merah putih, tidak ada jenis lain.
Sementara itu, masyarakat Papua juga tidak mau bergaul dengan KST karena yang mereka serang bukan hanya pendatang, tetapi juga orang asli Papua. Betapa mereka tega membunuh saudara sesukunya sendiri dan KST selalu menuduh bahwa yang dibunuh adalah mata-mata aparat. Padahal hanya warga sipil biasa.
Masyarakat Papua tidak mau mendukung KST karena mereka punya rasa nasionalisme yang tinggi. Papua adalah bagian dari Indonesia, sejak masa orde lama. Tidak ada yang namanya kemerdekaan karena memang lebih baik jadi bagian dari NKRI. Apalagi di masa pemerintahan Presiden Jokowi, Papua amat diperhatikan, sehingga masyarakat makin cinta Indonesia.
Jika ada anggota KST maka masyarakat langsung menghubungi aparat keamanan agar dilakukan penangkapan. Mereka tidak mau menampung anggota KST karena takut akan menimbulkan masalah dan melanggar hukum. Lagipula, warga Papua juga anti KST karena jadi penghianat bangsa dan memalukan orang di Bumi Cendrawasih, karena mencoreng citra orang Papua.
Masyarakat amat anti KST karena kelompok separatis itu selalu merugikan. KST tidak pernah didukung oleh warga sipil Papua. Sebaliknya, rakyat anti KST karena mereka melakukan berbagai tindak kriminal. Oleh sebab itu, Aparat penegak hukum diminta untuk tidak ragu dalam menegakan hukum kepada KST agar stabilitas keamanan dapat terus terjaga.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

RUU Reforma Agraria, Keseriusan Negara Membenahi Akar Konflik Lahan

September 21, 2026

RUU Reforma Agraria Diarahkan Atasi Tumpang Tindih Izin dan Kewenangan

September 21, 2026

RUU Reforma Agraria, Keseriusan Negara Membenahi Akar Konflik Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

RUU Reforma Agraria, Keseriusan Negara Membenahi Akar Konflik Lahan Oleh: Rangga Dwi Arya Persoalan agraria…

RUU Reforma Agraria Diarahkan Atasi Tumpang Tindih Izin dan Kewenangan

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

RUU Reforma Agraria Diarahkan Atasi Tumpang Tindih Izin dan Kewenangan Jakarta – Pemerintah mengarahkan penyusunan…

RUU Agraria Diharapkan Perkuat Kepastian Hukum dan Distribusi Lahanp

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

RUU Agraria Diharapkan Perkuat Kepastian Hukum dan Distribusi Lahan Jakarta — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG Ditangani Serius Pemerintah

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Penanganan Korban Dugaan Keracunan MBG Ditangani Serius Pemerintah Oleh: Bara Winatha Penanganan anak anak yang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.