• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Masyarakat Papua Dihimbau Tidak Terprovokasi Hoaks Genosida

Masyarakat Papua Dihimbau Tidak Terprovokasi Hoaks Genosida

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 22 February 2024

Masyarakat Papua Dihimbau Tidak Terprovokasi Hoaks Genosida

Oleh : Decky Rumbiak

Akhir-akhir ini United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) banyak melakukan kebohongan dengan menyebarkan berita yang tidak benar (hoaks), baik di media online maupun media sosial. Juru Bicara ULMWP, Benny Wenda mengeluarkan pernyataan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan genosida terhadap orang asli Papua (OAP).

Kelompok ULMWP menyatakan telah terjadi perlambatan penambahan jumlah penduduk yang ada di tanah Papua akibat dari tindakan genosida yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Padahal fakta sesungguhnya menunjukkan bahwa populasi Papua terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa tuduhan ULMWP itu tidak benar. Justru sebaliknya, masyarakat makin memiliki kebebasan untuk mempraktikkan budaya dan agama mereka sendiri tanpa hambatan yang signifikan.
Sekretaris Eksekutif ULMWP, Markus Haluk mengatakan bahwa Papua telah dijajah selama enam dekade dan mayoritas penduduk Papua mendukung pemisahan. Markus juga menyatakan mayoritas orang Papua mendambakan kemerdekaan dari Indonesia. ULMWP juga membuat petisi dengan tujuan untuk menarik simpati dunia internasional agar perjuangan mereka untuk memerdekakan Papua diperhatikan dunia internasional.
Pernyataan Markus tersebut ditanggapi Wakil Ketua II MPR, Max Abner Ohee bahwa hal tersebut tidak mencerminkan suara seutuhnya dari masyarakat Papua. Max juga menyatakan bahwa pandangan ini keliru dan tidak mencerminkan realitas di lapangan. Banyak elemen masyarakat Papua memiliki pandangan berbeda dengan ULMWP dan lebih mendukung kesatuan dengan Indonesia.
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan juga menentang pernyataan yang dikeluarkan oleh Benny Wenda terkait deklarasi kemerdekaan Papua Barat. Menurutnya, Papua Barat masih merupakan wilayah Indonesia yang sah. Ia menyebut Pemerintah harus segera memberi tindakan keras dan diproses secara hukum UU Negara Republik Indonesia terhadap tindakan yang dilakukan oleh Benny Wenda yang menyatakan diri sebagai Presiden Sementara Papua Barat, serta tindakannya yang menyebarkan berita hoaks.
Syarief juga mengatakan bahwa tindakan Benny Wenda dan ULMWP sudah melanggar keputusan sah PBB terkait hasil referendum masyarakat Papua yang menetapkan Papua dan Papua Barat sebagai wilayah Indonesia pada 1969. Syarief menyebut langkah Benny tidak dibenarkan aturan internasional.
Papua dan Papua Barat adalah provinsi sah Indonesia yang merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari Indonesia. Sementara gerakan yang berusaha memisahkan Papua dan Papua Barat dari Indonesia adalah gerakan yang melanggar konstitusi NKRI dan konstitusi internasional. Seluruh masyarakat Papua diminta untuk tidak terprovokasi dengan gerakan ULMWP yang dikomandoi Benny Wenda.
Orang asli Papua diharapkan tidak terpengaruh dengan petisi tersebut, karena sejatinya OAP sudah merasa sangat aman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari bersama dengan pemerintah daerah dibantu dengan pemerintah pusat. Secara keseluruhan tidak ada hal hal yang membuat masyarakat Papua tertekan di dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Apabila ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebenarnya berasal/dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis sendiri yang ingin melanggar hukum. Aparat Keamanan hanya menjalankan tugas untuk menjaga keamanan wilayah Papua agar tetap damai tanpa adanya gangguan. Aksi mereka sudah mengarah politik yang ingin Papua keluar dari negara Indonesia. Jumlah kelompok tersebut tidak signifikan dan tidak mewakili masyarakat Papua.
OAP harus mengabaikan petisi yang dikeluarkan ULMWP, bahwa gerakan mereka hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan, bukan untuk kepentingan masyarakat Papua. Dengan demikian keiikutsertaan rakyat Papua dalam membangun Papua, maka rakyat Papua akan dapat berdiri sejajar dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.
Oleh karenanya, masyarakat Papua, baik dari suku Asli Papua yang terdiri dari berbagai macam suku, maupun masyarakat pendatang yang tinggal di Papua, untuk bersinergi membangun tanah Cenderawasih agar mampu bersaing dengan wilayah lain dan memajukan Indonesia.
Tuduhan ULMWP terkait genosida adalah suatu kebohongan dan fitnah yang keji. Guna membantah hal itu, Pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin untuk membangun Papua dari semua sisi baik fisik maupun mental serta Papua juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan provinsi-provinsi lain di Tanah Air.
Sekali lagi, tidak ada genosida yang dilakukan pemerintah atas rakyat Papua seperti yang dituduhkan oleh ULMWP. Kita harus bersatu-padu dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk membangun Papua lebih maju lagi demi kesejahteraan masyarakatnya.
Masyarakat Papua adalah bagian dari masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah telah berkomitmen untuk lebih memberi perhatian kepada masyarakat Papua. Pemerataan pembangunan dan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, yang dilakukan oleh Pemerintah harus terus ditingkatkan. Pemerataan pembangunan ini tentu sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian Pemerintah kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Berdasar pada pernyataan Presiden Joko Widodo, yang menekankan bahwa Tanah Papua menjadi prioritas pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang indonesiasentris. Tidak hanya menghabiskan biaya yang cukup tinggi, namun waktu, tenaga, pikiran dan nyawa telah dikorbankan oleh pemerintah dan aparat keamanan untuk memajukan Papua dan melindungi masyarakatnya.

)* Penulis adalah Mahasiswa asal Papua tinggal di Yogyakarta

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.