• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Menolak Wacana Pulangkan WNI Eks ISIS Demi Keutuhan dan Kemashlahatan Bangsa

Masyarakat Menolak Wacana Pulangkan WNI Eks ISIS Demi Keutuhan dan Kemashlahatan Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 7 February 2020

Masyarakat Menolak Wacana Pulangkan WNI Eks ISIS Demi Keutuhan dan Kemashlahatan Bangsa

Wacana pemulangan sekitar 660 WNI eks Islamic State in Iraq and Syam (ISIS) yang sebagian besar berstatus sebagai pengungsi dan foreign terrorist fighter, belakangan ini santer terdengar.

Kabar ini pun kemudian memicu kontroversi, ada yang setuju, tetapi tidak sedikit yang menolak dengan berbagai pertimbangan.

Banyak masyarakat yang khawatir jika nantinya eks ISIS ini akan kembali mengancam keamanan dan kedamaian NKRI. Dengan memberikan doktrin-doktrin paham radikal kepada masyarakat. Sehingga menimbulkan masalah yang berdampak pada keutuhan NKRI.

Belum lagi, mengembalikan eks ISIS ke Tanah Air bukan sebuah perkara mudah. Pasalnya dibutuhkan deradikalisasi yang sangat sempurna agar kemungkinan penyebaran paham ekstrem tidak terulang lagi.

Koordinator Nasional Forum Pegiat Media Sosia Independen (FPMSI), Hafyz Marshal pun menilai, jika mereka kembali ke Tanah Air, akan tidak sebanding dengan nilai kemanusiaan yang diusung dalam kehidupan bernegara.

“Jika merujuk ke Pasal 23 huruf (d) dan (f) UU Kewarganegaraan No.12/2006, sejak mereka menyatakan diri bergabung dengan ISIS, itu sama saja sebagai entitas negara, maka mereka telah sukarela melepaskan kewarganegaraan Indonesianya,” ujarnya.

Sebab itu, kata dia memulangkan WNI eks ISIS bukan lah sebuah keputusan yang benar. Pasalnya selain perlu mempertimbangkan banyak hal, para WNI eks ISIS ini juga secara langsung mereka sudah mengakui untuk tidak tunduk dan percaya adanya dasar negara, Pancasila.

“Ini semua untuk kebaikan dan kemaslahatan bangsa agar kondisi stabilitas keamanan dan pemahaman tetap terjaga,” imbuh Hafyz.

Danantara dan Agenda Transformasi BUMN Era Prabowo

June 16, 2026

Didukung DPR, Danantara Jalankan Amanat Prabowo Menata Ulang BUMN

June 16, 2026

Danantara dan Agenda Transformasi BUMN Era Prabowo

By Kata IndonesiaJune 16, 20260

Danantara dan Agenda Transformasi BUMN Era Prabowo Oleh : Sazkia Nur Transformasi badan usaha milik…

Didukung DPR, Danantara Jalankan Amanat Prabowo Menata Ulang BUMN

By Kata IndonesiaJune 16, 20260

Didukung DPR, Danantara Jalankan Amanat Prabowo Menata Ulang BUMN Jakarta – Dukungan terhadap langkah Danantara…

Danantara Jalankan Misi Prabowo, Perampingan BUMN Berpotensi Hemat Rp50 Triliun

By Kata IndonesiaJune 16, 20260

Danantara Jalankan Misi Prabowo, Perampingan BUMN Berpotensi Hemat Rp50 Triliun Jakarta – Transformasi besar-besaran badan…

Desa Produktif Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

By Kata IndonesiaJune 16, 20260

Desa Produktif Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional Oleh: Citra Anindhita Ketahanan pangan merupakan salah satu…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.