• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Masyarakat Mendukung KTT ASEAN

Masyarakat Mendukung KTT ASEAN

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 25 April 2021

Oleh : Anindita Hapsari

KTT ASEAN akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 24 april 2021. Acara ini sangat krusial, karena mengundang para pemimpin di seluruh wilayah ASEAN, mulai dari Malaysia hingga Filipina. Masyarakat Indonesia mendukung KTT ini, karena akan mempererat persahabatan antar bangsa.

Walau masih pandemi, KTT ASEAN ke-38 akan digelar di Indonesia. Tentu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, agar acara ini berjalan dengan mulus. KTT dilaksanakan secara langsung mulai 23 april 2021, bukan via online seperti tahun lalu, karena kasus corona sudah mulai menurun.

Indonesia akan berusaha menjadi tuan rumah KTT yang sempurna. karena keberhasilan acara ini akan membawa nama negeri kita di hadapan dunia internasional. Karena acara ini akan dihadiri segenap perwakilan dari negara-negara ASEAN. Sehingga harus dipersiapkan sebaik-baiknya.

Masyarakat diminta untuk mendukung KTT ASEAN dengan meramaikannya di media sosial. Acara sebesar ini tentu sangat membanggakan, karena Indonesia dipercaya jadi tuan rumah dan menunjukkan bahwa negeri ini bisa meng-handle acara sebesar itu. Keuntungan dari tuan rumah adalah bisa lebih luwes dalam networking, sehingga akan menguntungkan dari segi bisnis.

Jangan malah menggelar unjuk rasa untuk menentang KTT ASEAN. Pertama, tidak ada gunanya untuk berdemo, karena walau ada yang protes, acara ini akan terus berjalan. Karena KTT sangat penting untuk persahabatan antar negara di ASEAN dan menunjukkan solidaritas antar bangsa.

Kedua, demo di kala pandemi tentu sangat berbahaya, karena berpotensi menyebabkan klaster corona baru. Memang saat demo banyak yang pakai masker, tetapi siapa yang menjamin jika maskernya tidak akan dilepas? Mengingat suasana unjuk rasa yang panas, maka masker akan berpotensi untuk diturunkan.

Unjuk rasa saat pandemi tentu akan berdesak-desakan karena dihadiri oleh banyak orang. Saat berkumpul, maka protokol kesehatan physical distancing akan dilanggar oleh mereka. Jika ada salah satu saja yang jadi OTG, maka ratusan orang lain akan tertular corona dari droplet yang tersebar. Sungguh mengerikan jika hal ini benar-benar terjadi.

Sedangkan yang ketiga, demo di acara KTT ASEAN tentu akan memalukan nama Indonesia di mata dunia. Untuk apa ada acara yang bagus untuk berjejaring, malah diprotes? Hal ini menunjukkan oknum pendemo yang berpikiran picik dan tidak berpandangan jauh ke depan, karena KTT memiliki lebih banyak manfaat daripada kerugian.

Memang pada KTT ASEAN ini ada tokoh kontroversial yang direncanakan datang, yakni pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing. Ia yang menjadi sorotan karena perintahnya untuk menangkap Aung San Suu Kyii dan memimpin kudeta Myanmar. Akan tetapi, walau Min dipersilakan datang, bukan berarti Indonesia mendukung junta militer Myanmar.

Para pendemo perlu memikirkan hal ini. Karena KTT ini direncanakan bukan mendadak, melainkan sudah setahun sebelumnya. Yang diundang adalah pemimpin tiap negara. Sedangkan saat ini posisi orang nomor 1 dipegang oleh Min Aung Hlaing, sehingga ialah yang akan datang ke Jakarta. Padahal tahun lalu masih dipegang oleh Aung San Suu Kyii.

Daripada berdemo dan panas-panasan sambil berpuasa (dan berpotensi batal karena kehausan, lebih baik kita ikut mempromosikan KTT ASEAN. Walau buka duta resmi, tetapi tiap WNI bisa menjadi penggembira acara itu di dunia maya. Caranya dengan memajang poster tentang KTT dan men-share berita-berita positif tentangnya.

Lebih baik batalkan niat untuk berunjuk rasa menentang KTT ASEAN. Pertama, di bulan puasa adalah momen damai, amat tidak elok untuk berdemo. Kedua, demo bisa menyebabkan klaster corona baru. Sedangkan yang ketiga, pemimpin militer Myanmar datang karena diundang sebegai perwakilan, bukan karena Presiden Jokowi membelanya.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

 

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

October 3, 2026

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

October 3, 2026

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

HUT ke-81 TNI, Mengapresiasi Kekuatan Pertahanan yang Tumbuh Bersama Rakyat Oleh: Javas Babad Alaska Peringatan…

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran TNI, dari Evakuasi hingga Pemulihan Bencana Oleh : Rahmat Prawira Indonesia merupakan negara…

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Mengapresiasi Peran Yonif TP dalam Pertahanan dan Pembangunan Ekonomi Daerah  Oleh: Syahrul Fahrozi Langkah pemerintah dalam meluncurkan serta mereorganisasi pilar pertahanan melalui Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan terobosan strategis yang amat penting dan patut diapresiasi. Kebijakan visioner ini menegaskan komitmen nyata dalam menghadirkan instrumen pertahanan nasional yang tidak hanya berfokus pada fungsi kedaulatan militer semata, melainkan juga bertindak sebagai motor penggerak utama pembangunan ekonomi di tingkat daerah. Konsep pertahanan negara yang ideal dan komprehensif sejatinya tidak pernah berdiri terisolasi dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Melalui pengembangan kekuatan pertahanan ini, keberadaan benteng keamanan di berbagai penjuru nusantara diintegrasikan secara presisi guna menjawab dua tantangan utama bangsa secara simultan, yaitu memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Inovasi kebijakan pada struktur militer ini memperlihatkan keunggulan, di mana setiap prajurit dibekali kualifikasi tempur infanteri yang handal sekaligus kapabilitas teritorial pembangunan yang adaptif. Selain wajib menguasai kemampuan taktis mendasar seperti menembak, beladiri, dan patroli wilayah, para prajurit disiapkan secara terstruktur dalam kompi-kompi khusus yang mencakup bidang produksi pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi zeni, hingga pelayanan kesehatan masyarakat. Pembagian fungsi yang spesifik ini memungkinkan pangkalan militer berkontribusi langsung pada perbaikan sarana dan fasilitas umum masyarakat, seperti pembenahan akses jalan dan jembatan, pengolahan lahan-lahan kritis menjadi lahan produktif, serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan warga secara berkala. Skema ini membuktikan bahwa pembaharuan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dapat diimplementasikan secara konkret dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif pertumbuhan ekonomi daerah, penempatan satuan teritorial berkapasitas besar di berbagai wilayah memberikan dampak pengganda yang sangat signifikan terhadap roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga yang bermukim di sekitar pangkalan secara otomatis menumbuhkan ceruk pasar baru yang sangat potensial. Permintaan akan pasokan kebutuhan pokok harian, komoditas pangan lokal, hingga ketersediaan jasa pendidikan dan sarana perumahan terbukti menstimulasi daya beli warga secara luas. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta pedagang di pasar-pasar tradisional mendapatkan kepastian keterserapan produk yang berkelanjutan. Penataan kembali fokus pangkalan militer ini secara efektif dan efisien berhasil mengubah kawasan di sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi tingkat ketimpangan pembangunan antarwilayah. Keberhasilan dalam mengimplementasikan agenda strategis pemerintah ini juga sangat bertumpu pada kuatnya sinergi antara instrumen militer, pemerintah daerah, dan segenap komponen masyarakat setempat. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Yonif TP ditujukan untuk senantiasa menyatu dengan rakyat, menghadirkan rasa aman secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan wilayah. Penempatan pangkalan militer di area-area strategis, seperti kawasan pesisir maupun wilayah batas terluar, ditargetkan untuk melindungi kekayaan sumber daya alam lokal sekaligus mendukung stabilitas kawasan ekonomi dan objek pariwisata daerah. Selain itu, pengalokasian patroli rutin berkala dan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan bersama warga menjadi langkah nyata dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi masuknya investasi serta keberlangsungan usaha warga. Dukungan penuh yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah turut mempercepat pencapaian target penyiapan satuan teritorial ini secara optimal. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa keberadaan Yonif TP di wilayahnya memberikan dampak positif yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memberdayakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat. Apresiasi senada juga diutarakan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, yang menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk menyinergikan berbagai program pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan pelayanan kesehatan masyarakat, dengan fungsi teritorial militer. Kolaborasi lintas sektor yang terstruktur ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang terarah sanggup mempercepat pencapaian target-target pembangunan nasional secara inklusif. Dampak positif dari integrasi fungsi pertahanan dan pembangunan ini juga menjangkau hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko menjelaskan bahwa penempatan satuan berkapasitas lebih dari seribu personel di wilayah Maluku secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Kebutuhan harian para prajurit dan keluarganya terbukti mendorong peningkatan daya beli, memperbaiki kualitas serta aksesibilitas layanan pendidikan, serta memperkuat program ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan pertanian yang dikelola bersama. Pendekatan terpadu ini menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara tentara dan rakyat dalam bingkai pembangunan wilayah secara berkelanjutan. Kehadiran dan penyebaran Yonif TP di berbagai daerah membuktikan secara nyata bahwa stabilitas keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan dua pilar utama yang saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Dengan terus menjaga keharmonisan sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat, agenda strategis ini akan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera di masa depan.…

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI

By Kata IndonesiaOctober 3, 20260

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Apresiasi Penguatan Pertahanan, Selamat HUT ke-81 TNI Oleh: Indah Prameswari Memasuki dua…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.