• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Masyarakat Menanti Aksi Nyata Tokoh Politik di Masa Pandemi Covid-19

Masyarakat Menanti Aksi Nyata Tokoh Politik di Masa Pandemi Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 13 July 2021

Oleh : Agung Kurniawan

Masyarakat menantikan kontribusi nyata para tokoh politik untuk turun bersama rakyat dan Pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19. Mereka diharapkan mampu membuktikan kritiknya selama ini dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

Pandemi Covid-19 bukanlah wabah yang bisa ditangani seperti bencana alam, misal seperti bencana gempa bumi, dalam waktu 2 minggu mungkin kondisi pasca gempa dapat berangsur normal. Namun saat ini Pandemi Covid-19 adalah bencana non alam dimana penularan virus adalah ancaman nyata yang bisa menyerang siapa saja.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam cuitannya menuliskan, Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, buukan dimana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari covid?.

Direktur Eksekutif The Yudoyono Institute (TYI) tersebut melanjutkan kicauannya dengan kalimat, hampir sekian menit terdengar sirine dari ambulans dan dalam sekian jam sekali menerima berita duka dari seseorang yang dikenal.

Pada kesempatan berbeda, Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan agar keluarga besar Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak cerewet terkait penanganan pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Poyuono dalam merespon kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 yang dilontarkan oleh AHY. Poyuono menuturkan, lebih baik diam bila tidak bisa melakukan sesuatu untuk rakyat di masa sulit akibat pandemi virus corona.

Saat ini, yang paling dibutuhkan bukan sikap mengkritisi tanpa solusi, tetapi aksi nyata untuk membantu pihak-pihak yang terdapat akibat pandemi. Poyuono juga menegaskan, daripada mengkritisi pemerintah, Poyuono lebih menyarankan agar AHY dan keluarganya untuk turun tangan membantu rakyat selama masa PPKM Darurat.

Ia juga mengatakan agar tidak cerewet dan mengangkat narasi kegagalan negara, apalagi pandemi Covid-19 adalah permasalahan seluruh masyarakat Indonesia yang seharusnya ditangani secara gotong royong. AHY semestinya paham, banyak tenaga kesehatan sudah kewalahan, Banyak Rumah Sakit mengalami kelangkaan oksigen karena konsumsi tidak sebanding dengan supply.

Daripada berkicau tanpa solusi, justru akan lebih baik turun tangan membantu RS mencarikan oksigen yang menjadi barang langka. Kalaupun AHY mengkritisi apakah kita bisa naik kelas, tentu saja kita bisa naik kelas. Apalagi Presiden RI Joko Widodo telah berpengalaman naik kelas dari walikota, gubernur hingga presiden.

Kita harus memaknai bencana non alam ini bukan sebagai ujian bagi petinggi negara, tetapi ujian bagi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah saling tolong dan saling peduli.

Bukan lantas mencoba menaikkan popularitas dengan mengkritik pemerintah. Pasalnya, saat ini pemerintah juga tengah mencoba menangani masalah pandemi covid-19 yang belum kunjung membaik.

Perlu diketahui pula bahwa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mengalami lonjajan yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang kesulitan mencari tempat tidur di IGD yang overkapasitas. Pemerintah juga telah berikhtiar untuk menekan angka penularan, dengan kebijakan yang sangat mungkin memicu pro kontra pada masyarakat.

Sementara itu, Politisi Nasional Teddy Gusnaidi, menantang pimpinan Partai Demokrat AHY cs untuk turun ke jalan. Ia mengatakan bahwa Partai Demokrat harusnya berani beraksi dan tidak hanya memprovokasi.

Menyadari bahwa PPKM Darurat akan berdampak pada aktiftas ekonomi masyarakat, pemerintah akan memperpanjang Bantuan Sosial Tunai, sementara stimulus program kelistrikan akan diperpanjang selama 3 bulan; percepatan penyaluran BLT Desa; dan percepatan penyaluran PKH triwulan iii pada awal Juli 2021; percepatan penyaluran Kartu Sembako; penambahan target bantuan produktif usaha mikro bagi 3 juta penerima baru; melanjutkan program pra kerja dan insentif usaha.

Pemerintah juga tidak tinggal diam dalam menangani pandemi, saking sibuknya sampai tidak sempat meladeni kicauan dari elit Partai Demokrat. Kita perlu sadar bahwa dengan adanya pandemi, semua sektor terdampak oleh sesuatu yang tak tampak. Mulai dari ekonomi, kesehatan hingga distribusi barang.

Semua dampak tersebut tidak akan tertangani hanya dengan kicauan di sosial media, yang hanya memberikan kritik tanpa solusi alias No Action Talk Only. Lebih baik mari kita bantu yang bisa dibantu, memulai aksi untuk kebaikan di lingkungan sekitar, daripada berkicau di twitter yang justru semakin menunjukkan diri seseorang yang hanya pandai bercakap.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.