• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Masyarakat Indonesia Menolak Paham Khilafah

Masyarakat Indonesia Menolak Paham Khilafah

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 28 May 2021

Oleh : Fandi Aldebaran

Paham khilafah yang masuk ke Indonesia pada akhir tahun 1998 membuat masyarakat resah. Pasalnya, mereka bertentangan dengan pancasila.

Berarti bisa dianggap sebagai separatis, karena menolak dasar negara dan tidak mau memahami perbedaan di Indonesia.
Pasca orde baru runtuh, ada paham yang sayangnya berhasil menyusup di negeri ini, yakni khilafah.

Ia dibawa oleh sebuah ormas (yang kini sudah dibubarkan oleh pemerintah), dan berprinsip bahwa sebuah negara harus dipimpin oleh seorang khalifah, bukan presiden. Masyarakat tentu shock karena paham ini bagai menyeret Indonesia ke masa kerajaan, tetapi bernuansa Timur Tengah.

Di banyak negara di Timur Tengah memang berbeda dari Indonesia, ketika pemimpinnya disebut dengan khilafah dan merupakan negara yang religius. Sementara di negeri kita, penduduknya juga religius tetapi ada 6 agama yang diakui oleh pemerintah, dan tidak saklek pada 1 aturan di 1 keyakinan.

Beda negara beda peraturan, dan ini yang tidak dipahami oleh kelompok khilafah.
Ketika sebuah ormas menggembar-gemborkan paham khilafah sebagai solusi terbaik bagi Indonesia, maka masyarakat terngaga.

Penyebabnya karena mereka bersebrangan dengan prinsip pancasila, yakni persatuan Indonesia. Bagaimana NKRI bisa bersatu, ketika hanya ada 1 golongan yang diakui, sementara golongan lain dipaksa harus menurut? Sungguh tidak adil.

Prinsip negara khilafah ditolak mentah-mentah karena mereka sering tidak menenggang rasa terhadap perbedaan di Indonesia. Padahal perbedaan itu indah dan kita bisa belajar darinya. Khilafah jelas tidak cocok di Indonesia, karena sering memaksakan diri dan merombak aturan yang sudah susah-payah dibuat oleh plokamator dan pejabat di era Orde Lama.

Pluralisme dan bhinneka tunggal ika lebih cocok di NKRI, karena negeri ini memang terdiri dari banyak suku, ras, antar golongan, dan agama.

Buktinya, selama ini kita bisa rukun dan saling menghormati perbedaan. Tidak ada lagi kerusuhan antar warga, karena semua memahami satu sama lain dan saling pengertian.
Berbeda dengan prinsip khilafah, di mana aturan diberlakukan hanya dari 1 pihak.

Ketika tidak ada toleransi, bagaimana bisa masyarakat hidup dengan aman dan bahagia? Malah mereka bisa didera trauma karena takut akan melanggar peraturan yang dijalankan oleh kelompok khilafah.

Lagipula, di negara lain yang berprinsip khilafah, aturannya berbeda-beda. Ada yang menjadi kerajaan, sementara ada yang menjadi republik. Hal ini memperlihatkan bahwa khilafah diberlakukan secara berbeda, tergantung dari sifat dan tipe rakyatnya. Sementara warga negara Indonesia sudah jelas tidak cocok dengan prinsip khilafah. Karena ketika jadi kerajaan, sama dengan mundur 75 tahun.

Selain itu, prinsip khilafah juga ditolak karena pentolan mereka ngotot kalau demokrasi itu haram. Bagaimana bisa demokrasi haram, padahal sebenarnya demokrasi sangat menjunjung prinsip keadilan? Seharusnya mereka kuliah politik terlebih dahulu, sebelum asal men-judge dan ngomong ngawur.

Ormas yang ngotot mendirikan negara khilafah sudah dibubarkan oleh pemerintah. Mereka tidak bisa beroperasi di Indonesia, baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam. Jangan sampai ada kebangkitan ormas ini, karena akan meresahkan masyarakat NKRI yang pluralis.

Masyarakat juga menolak ormas tersebut karena lebih cenderung mementingkan kelompoknya sendiri dan tidak mau melihat perbedaan di Indonesia. Sudah bagus ketika mereka dibubarkan, karena sering membuat masyarakat ketakutan. Karena mereka tidak bisa bertoleransi dan menghormati kelompok lain.

Prinsip khilafah tidak cocok di Indonesia karena masyarakatnya pluralis. Sementara khilafah hanya cocok untuk rakyat yang terdiri dari 1 suku bangsa dan keyakinan. Kelompok yang mengusung paham khilafah harus dibasmi, karena mereka menentang pancasila dan berprinsip bahwa demokrasi itu haram hukumnya..

Penulis adalah kontributor Pertiwi institute

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

July 2, 2026

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

July 2, 2026

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan Jayapura – Kalangan mahasiswa di…

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik Jakarta – Langkah pimpinan…

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa 

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa  Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswa seringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalan bangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswa adalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi. Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikan kritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamika demokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi. Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patut dihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahan yang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintah tidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fase pembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahan rupiah dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kritik masyarakat dijadikan salah satu bahan dalam penyusunan langkah kebijakan. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sendiri memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana pemerintah memandang aspirasi masyarakat. Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkan masukan para profesor maupun akademisi, tetapi juga memperhatikan usulan masyarakat biasa, termasuk anak-anak desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok. Menurut Presiden, teknologi justru memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan hingga ke pelosok daerah dan menindaklanjutinya secara lebih cepat.…

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif Oleh : Aditia Rahman Perkembangan ekonomi nasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.