• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Masyarakat Harus Disiplin Prokes dan PPKM Mikro

Masyarakat Harus Disiplin Prokes dan PPKM Mikro

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 30 May 2021

Oleh : Zakaria

Kedisiplinan masyarakat untuk pencegahan corona akhir-akhir ini mulai menurun. Oleh sebab itu, pemerintah akan melaksanakan PPKM mikro lagi, per 1 juni 2021. Juga menginstruksikan kepada semua WNI untuk menaati protokol kesehatan 5M. Tujuannya agar tidak ada yang tertular virus covid-19 dan pandemi bisa segera berakhir.

Tidak ada yang mau terkena corona karena jika sudah tertular, harus isolasi mandiri minimal 2 minggu dan meminum obat berbutir-butir.

Namun sayangnya, banyak orang yang tahu keberadaan virus covid-19 tetapi mereka seenaknya sendiri dan melepas masker, karena merasa keadaan sudah aman. Juga mengabaikan protokol kesehatan lain seperti membuat kerumunan dengan sengaja.
Masalah ini masih ditambah dengan kenekatan sebagian pihak yang mudik lebaran secara diam-diam.

Hasilnya, angka pasien corona naik, dari 4.000 orang menjadi lebih dari 5.000 orang per harinya. Sedangkan total pasien covid se-Indonesia adalah 1,7 juta orang. Kenaikan ini tentu menyedihkan, karena sudah dilarang mudik tetap dilanggar, dan mereka tak mematuhi protokol kesehatan lainnya.

Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito menyatakan bahwa strategi untuk membatasi penyebaran virus dan menekan angka penyebaran adalah dengan melanjutkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) mikro lagi. Juga meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3T (tracing, testing, and treatment).

Ganip melanjutkan, penerapan PPKM mikro efektif untuk menekan angka penyabaran corona. Karena virus tersebut disebar oleh manusia sehingga yang paling penting adalah membatasi mobilitas banyak orang. Dalam artian, diharap masyarakat bekerja sama dan menaati PPKM mikro, karena semua ini demi kebaikan mereka sendiri.

PPKM mikro yang akan berlaku sejak 1 hingga 14 juni 2021 memiliki aturan seperti ini: pertama, ada pembatasan waktu kerja, dalam artian para pegawai masuk kantor hanya 50% dan sisanya work from home. Sehingga pegawai akan masuk kerja bergantian dan mereka tak membuat kerumunan. Kedua, kerumunan di rumah ibadah juga dihindari, dengan maksimal jamaah hanya 50% yang boleh masuk.

Sedangkan yang ketiga, proses pembelajaran para murid masih sistem online dan kombinasi dengan tatap muka, alias masuk sekolah tidak setiap hari. Sedangkan kakak-kakaknya yang kuliah mulai bisa belajar di kampus dan pembukaan kelasnya akan dilakukan secara bertahap.

Sementara itu, di pusat perbelanjaan juga dibatasi jam bukanya, yakni sampai pukul 9 malam. Untuk restoran masih boleh melakukan layanan delivery order sesuai dengan jam bukanya, dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk kapasitas restoran juga masih dibatasi, yakni maksimal 50%, untuk menghindari kerumunan.

Selain menerapkan PPKM mikro di 30 provinsi di Indonesia, pemerintah juga memnta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, tak hanya 3M tetapi juga 5M. Serta menerapkan 3T untuk mencegah penularan virus covid-19. Pasalnya, kenaikan pasien corona menggelisahkan, dan memang kita lebih baik mencegah daripada mengobati.

Tak hanya tim satga covid yang menerapkan 3T (treatment, tracing, and testing) tetapi warga sipil juga bisa melakukannya. Jika curiga kena gejala corona, maka lakukan testing dengan tes swab mandiri, karena hasilnya lebih akurat daripada rapid. Ketika betul hasilnya reaktif, segera umumkan pada publik, lakukan tracing dengan bantuan orang lain, baru treatment (pengobatan).

Sedangkan protokol kesehatan terbaru, yakni 5M, terdiri dari memakai masker, mencuci tangan (atau memakai hand sanitizer), menjaga jarak, dan ditambah dengan menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Jangan keluar kota kecuali jika ada urusan penting, dan jangan pula sengaja membuat kerumunan misalnya resepsi pernikahan dengan tamu ribuan orang. Karena jelas melanggar dan bisa ditindak oleh tim satgas covid.

Jangan ada yang keberatan dengan PPKM mikro dan penerapan protokol kesehatan 5M. Karena semua ini demi keselamatan bersama. Jika ada banyak yang melanggarnya, maka jumlah pasien corona akan bertambah, kita berpotensi tertular corona, dan akan menderita sendiri.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

 

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.