• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Masyarakat Diminta Tenang, Aparat Selidiki Kekerasan Pascademonstrasi

Masyarakat Diminta Tenang, Aparat Selidiki Kekerasan Pascademonstrasi

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 September 2026

Masyarakat Diminta Tenang, Aparat Selidiki Kekerasan Pascademonstrasi

JAKARTA — Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap tenang menyusul kericuhan pascademonstrasi 27 Agustus 2026, seiring dengan penyelidikan yang masih dilakukan aparat terhadap kekerasan yang terjadi dalam peristiwa tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi seputar peristiwa tersebut.

Ia menegaskan, hingga saat ini aparat penegak hukum belum menetapkan individu, kelompok masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan tertentu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

“Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan,” kata Yusril.

Ia menjelaskan, Polda Metro Jaya masih mendalami kasus tewasnya Bambang Setiyawan, pedagang cermin di Pejompongan, Jakarta Pusat, serta penganiayaan terhadap siswa kelas 12 bernama Faturrohman.

Menurutnya, penyelidikan itu tengah difokuskan untuk mengurai siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, hingga siapa yang secara langsung melakukan kekerasan.

“Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap siswa,” ujar Yusril.

Desakan agar kasus ini dituntaskan juga datang dari Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam.

Ia meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas seluruh pihak di balik kerusuhan, termasuk menelusuri aliran dana dan pasokan barang yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan itu.

“Saya kira memang peristiwa 27 Agustus kemarin malam hari harus diusut tuntas siapa saja yang melakukan kekerasan, siapa saja yang ada di balik kerusuhan itu, aliran dananya, terus memasok barang-barang dan sebagainya,” ujar Anam.

Di sisi lain, Yusril mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pendemo yang datang dari Kabupaten Pati dan sejumlah daerah lain, termasuk mahasiswa, yang telah menggelar aksi secara damai tanpa memicu kericuhan.

Kericuhan bermula dari demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam yang kemudian meluas hingga ke kawasan Pejompongan. Dalam peristiwa itu, Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Faturrohman dilaporkan mengalami penganiayaan setelah terseret dalam situasi kericuhan tersebut.

Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum di lapangan guna mengungkap keseluruhan rangkaian peristiwa itu secara transparan. Pihak kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi maupun bukti terkait peristiwa tersebut untuk turut membantu proses penyelidikan.

Yusril berharap penyelidikan dapat berjalan cepat namun tetap akurat, sehingga pelaku sebenarnya dapat diproses secara hukum tanpa menimbulkan fitnah terhadap pihak yang tidak bersalah. Ia kembali menegaskan, sikap tenang dari masyarakat selama proses hukum berlangsung akan turut membantu aparat bekerja secara maksimal mengungkap kasus ini hingga tuntas. (*)

Mendukung Langkah Tegas Negara Menghentikan Provokasi KNPB dan Kekerasan di Papua

September 23, 2026

Masyarakat Papua Tak Boleh Terjebak Narasi Provokatif KNPB

September 23, 2026

Mendukung Langkah Tegas Negara Menghentikan Provokasi KNPB dan Kekerasan di Papua

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Mendukung Langkah Tegas Negara Menghentikan Provokasi KNPB dan Kekerasan di Papua Oleh: J. Yohanes Korwa…

Masyarakat Papua Tak Boleh Terjebak Narasi Provokatif KNPB

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Masyarakat Papua Tak Boleh Terjebak Narasi Provokatif KNPB Oleh : Frans Nawipa Tanah Papua membutuhkan…

Jangan Biarkan Provokasi KNPB Mengganggu Masa Depan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Jangan Biarkan Provokasi KNPB Mengganggu Masa Depan Papua Oleh : Loa Murib Masa depan Papua…

Penanganan Karhutla Diperkuat di Riau, Sumsel, Jambi, dan Kalimantan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Penanganan Karhutla Diperkuat di Riau, Sumsel, Jambi, dan Kalimantan Jakarta, Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.