• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Masyarakat Apresiasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Masyarakat Apresiasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 9 February 2025

Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dijadwalkan mulai pada Februari 2025.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini.

Sebagai inisiatif kesehatan terbesar dalam sejarah Indonesia, PKG menargetkan sekitar 280 juta penduduk. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi akibat perawatan penyakit yang seharusnya dapat dicegah sejak dini.

Pemerintah menilai bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan, sehingga investasi dalam pemeriksaan kesehatan ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tetap memastikan kepesertaan mereka dalam BPJS Kesehatan agar dapat menikmati fasilitas kesehatan secara maksimal.

“Meski program ini gratis untuk semua, kepesertaan BPJS Kesehatan tetap penting, terutama jika hasil skrining membutuhkan tindak lanjut medis,” jelasnya.

PKG difokuskan pada sekitar 200 juta penduduk yang belum pernah menjalani skrining kesehatan sebelumnya, terutama dari kalangan sosio-ekonomi bawah. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga saat ini, baru 39,8 persen penduduk yang telah diskrining untuk penyakit menular.

Melalui PKG, pemerintah berharap sekitar 100 juta orang dapat memanfaatkan layanan ini dalam tahun pertama pelaksanaannya.

Selain itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menekankan pentingnya peran perempuan dalam menyukseskan program ini.

“Kita perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan gratis ini sangat dibutuhkan. Peran perempuan sebagai manajer keluarga sangat penting dalam mengedukasi anggota keluarga mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan, seperti deteksi dini penyakit tidak menular dan upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Arifah.

Dalam mendukung keberhasilan PKG, Kementerian Sosial juga turut serta dengan memberdayakan ribuan tenaga pendamping sosial yang tersebar di seluruh Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa tenaga pendamping sosial akan berperan dalam menyosialisasikan program ini kepada masyarakat.

“Kami akan memastikan bahwa masyarakat mengetahui hak mereka untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Setiap warga yang berulang tahun bisa memperoleh layanan pemeriksaan gratis di puskesmas terdekat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tenaga pendamping sosial juga akan membantu dalam aspek teknis, termasuk mengakomodir kebutuhan pemeriksaan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) yang membutuhkan bantuan.

Dengan demikian, PKG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. [-red]

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.